
Daniel telah selesai dengan ritual mandinya, dia duduk di sofa memainkan ponsel nya. bosan mengutak atik benda pipih milik nya itu Daniel beranjak keatas ranjang demi merehatkan diri sejenak, saat matanya mulai ia pejamkan Daniel teringat akan sosok gadia yg baru saja dia jadikan asisten pribadi nya itu, senyum di bibir nya miring bukan karna senang atau cinta tapi karna dendam yang mendalam.
tak butuh waktu lama mungkin karna dia betul betul lelah maka sang tuan muda terlelap. tidur nya sangat damai sesekali terlihat ukiran senyum di bibir nya entah lah si tuan mida mimipi apa siapa yang tau haha,,, autor aja gak tau
####
di sisi lain di perusahaan yang belambangkan I&Q GROUP para pekerja masih sibuk dengan aktifitas mereka masing masing, ya karna memang itu masih jam kerja.
"Nona LIDYA CINTYA DERMAWAN." panggil sely kepala HRD pada seorang gadis belia kira kira berusia 21 tahun.
"saya buk." jawab Lidiya.
"kamu ikut keruangan saya sekarang." sambung Sely lalu berjalan mendahului Lidya.
bola mata Lidya berputar, "apa yang salah.? apa aku telah melakukan kesalahan hingga berhadapan dengan kepala HRD secara langsung.,?" gumam Lidya.
Lidya Berjalan malas menuju ruangan HRD.
"kalau bukan karna papa dan paksaan Nenek mana mungkin gue mau kerja kayak gini,." umpat nya dalan hati.
Tok tok tok
Lidya berdiri malas di depan ruangan HRD .
"masuk.!" terdengar suara dari dalam ruangan
__ADS_1
Lidya menaeik nafas lalu membuang nya kasar, Dia membuka pintu ruangan itu "permisi buk.!" ucapnya sopan.
"ya, silahkan duduk." jawal sely.
"maaf buk ada apa ibu memanggil saya, apa saya ada melakukan kesalahan.,? tanya Lidya antusias.
"oh.. tidak ada, saya memanggil kamu kemari hanya ingin memberitahukan bahwa mulai besok dan seterus nya saya pindahkan ruangan kamu ke lantai 30 tepatnya di depan ruangan presdir." jelas sely
deg.!
"ruangan presdir.,? " tanyaknya membulatkan bola mata nya.
"ya,, karna Tuan Muda Daniel mengangkat kamu sebagai asisten pribadi nya.." sambung sely menjelaskan.
"tapi kenapa harus saya bu.. saya baru saja menjadi karyawan disini tentu masih banyak yang lebih pantas untuk jabatan itu dibandingkan dengan saya." jawab Lidya .
"baiklah buk, saya akan mencoba." ucap Lidya lagi
"baiklah sekarang kamu boleh keluar karna saya hanya ingin menyapaikan itu." ucap sely.
"saya permisi buk." hormat Lidya dan berjalan menuju pintu meninggalkan ruangan HRD yang sedari tadi ia umpati didalam hati.
💕💕
sementara di sebuah rumah mewah bak istana itu, Daniel tampak mengucek matanya baru tersadar dari dunia mimpinya lalu kembali ke dunia nyata.
__ADS_1
"hmmppp"(anggap suara orang menguap ya readerss). Daniel melirik jam di pergelangan tangan nya matanya terbelalak melihat jam yang sudah pukul 18.00 wib.
"what.? gue tidur dari jam 1 siang hingga sekarang.? kenapa mama atau April tidak membangunkan ku ? " gumam Daniel disela kaget nya.
kriukkk kriukkk (anggap suara cacing dalam perut meronta ronta meminta makan)
"lapar.." gunam Daniel.
Dia bangun lalu beranjak ke kamar mandi setelah itu turun je lantai dasar rumah nya,, ditengah anak tangga yang sedang Daniel turuni dia melihat seseorang yang asing bagi nya sedang bercanda ria dengan adik semata wayang nya.
" siapa dia.?" tanya Daniel dalam hati.
"ah masa bodo lah itu nanti saja aku lapar mau makan dulu.." ucap daniel entah dengan siapa dirinya berbicara.
Daniel melihat mama nya tengah duduk di meja makan tersenyum lebar saat melihat putra sulung nya itu.
"sudah bangun nak.?" tanya Irma
berambung....
🏵🏵🏵
haii readers sayang..
bantu like komen nya ya
__ADS_1
happy readers dari dunia halu