
"mah,," jawab daniel sambil duduk dikursi meja makan.
"mau lauk yang mana sayang..?" tanya irma
"sayur bening nya sama ayam bakar aja ma.."pinta Daniel,
Daniel menyantap makan malam nya, sampai dia lupa akan sosok seseorang yang sempat dia lihat duduk bersama adik nya.
"ma siapa dia.?" tanya nya pada sang mama dengan tunjukan menggunankan dagu.
"Dia Monika sahabat April sejak melanjutkan kuliah S2 nya, ya kurang lebih 1 Tahun blakangan ini." jawab Irma.
"ooo." jawab daniel manggut manggut.
"kenyang.." ucap daniel sambil mengelus perut nya. " enak ma,,, sudah lama Niel tak menikamati masakan seenak ini," puji nya.
"ya ia lahh, siapa dulu dong koki nya.." jawab wanita paruh baya itu dengan bangga.
"iya iya mah,, mama memang koki terbaik.."puji Daniel lagi
wajah berseri bahagia menghiasi wajah ibu dan anak itu.
ππππ
Kini mereka duduk di sofa ruang keluarga yang cukup luas dengan barang antik kesayangan keluarga itu.
"Niel, apa kepulangan mu juga akan melanjutkan misi sebelum nya,.?" tanya Irna pada anak sulung nya.
"hmmm." Daniel Nampak menarik nafas dan membang nya pelan.
"iya ma, namun Niel masih menyusun strategi yang mantap agar permainan Niel tidak mereka sadari." ucap nya.
__ADS_1
"sudah lah nak, mama sudah melupakan itu semua dan berdamai dengan masa lalu mama, mereka cukup berbahaya untuk kamu jadikan lawan nak.." ucap irma berharap Daniel mengurungkan niat nya.
"tidak ma, Niel tidak akan menyerah sebelum pertempuran dimulai.." jawab daniel dengan sorot mata yang penuh kebencian.
"tapi Niellβ¦
"Niel mohon Ma izinkan Niel membalaskan semua nya, Niel janji setelah ini semua akan baik baik saja." mohon Daniel pada mamanya.
"Baiklah nak jika keputusan mu sudah bulat, mama hanya bisa bantu dengan Doa." ucap irma mengalah ia tau bahwa menolak keinginan anak sulung nya itu tidak gampang.
"makasih ma.." ucap daniel dan menggenggam tangan mama nya.
hanya sebuah senyum tipis yang menjawab ucapan trimakasih anak sulung nya itu. Irma sudah kehabisan kata kata.
"Niel ke kamar duluan ma,."ucap daniel seraya bangkit dari duduk nya lalu berjalan pergi meninggalkan ruang keluarga.
"Doa mama menyertaimu nak" batin Irma
selang beberapa menit, benda pipih milik Daniel berbunyi tanda pesan masuk.
"dia adalah orang suruhan demi memata matai Tuan dan keluarga dia adalah anak bungsu dari target..!" isi pesan tersebut.
senyum miring menghiasi bibir Tuan Muda Daniel.
"ternyata dia melangkah 1 kali lebih cepat., baiklah tapi saya tidak akan gegabah, saya ikuti permainan kalian."gumam Daniel lalu
"tink"
bunyi pesan masuk
"target awal mereka adalah adik tuan sendiri nona Aprilia," isi pesan tersebut.
__ADS_1
mendapat informasi itu emosi Daniel memuncak rangang nya mengeras matanya merah.
"Kurang ajar..!!!!" maki nya
"perketat mata mata untuk keluarga itu jangan biarkan lengah walau sedetik pun. pasang CCTV rahasia di setiap sudut rumah nya.!!" balas Daniel
"baik Tuan." balas nya
Dia adalah sekretaris Ray yang tak lain juga sepupu kandung Daniel.
Daniel melemparkan ponsel nya keatas ranjang milik nya lalu turun melangkah keluar kamar guna mencari Aprilia adik kesayangan nya itu.
Di depan Televisi nampak Irma sedang menyaksikan sinetron kesayanganya sambil sesekali marah marah tak jelas . Daniel tak ambil pusing dia hanya fokus mencari adiknya.
cklek..
daniel membuka pintu kamar adik nya pelan.
Daniel masuk mencari april..
Bersambungβ¦β¦β¦
πππππ
halooo readers sayang
jangan lupa like komen nya ya sayang
maaf jika coretannya agak gak nyambung
salam dari dunia halu
__ADS_1
ππ΅π΅