BALAS DENDAM SANG PRESDIR

BALAS DENDAM SANG PRESDIR
15. Siuman.


__ADS_3

semalaman berjaga disamping Daniel membuat April tertidur disisi kakanya dengan membungkukkan kepala nya diatas pembaringan sang kakak. Tangan nya masih saja menggenggam erat tangan sang kakak.


"April, hey.." Daniel berusaha membangunkan adik nya. tangan kanan yang bebas menepuk lembut pipi Aprilia. April terjaga, beberapa kali mengerjapkan matanya sambil berusaha mengumpul kan kembali nyawa nya.


Ia baru saja sadar dan segera bangun.


"kak," panggil nya. "kakak, sudah sadar? kakak haus? atau lapar? kakak butuh sesuatu?" kini pertanyaan nya bertubi tubi setelah mendapati kakak nya sudah sadar.


hanya gelengan lemah yang ia terima dari sang kakak.


"kak, bagaimana semua ini bisa terjadi ?" tanya lagi.


"kakak juga tidak tahu, kakak bahkan tidak ingat apa pun mengenai kecelakaan itu." ucapnya lemah.


April tampak menarik nafas nya.


"kak, April lapar kira kira jika aku tinggal sebentar gak apa apa kan kak." tatapan nya kini memelas.


Sang kakak hanya menganggukkan kepala nya tanda setuju.


sepeninggal adik nya itu Daniel tampak melamun fikiran terbang mengingat bagaimana Kania mengakhiri hubungan yang telah mereka bina betahun tahun lama nya.


"mungkin memang betul aku bukanlah yang terbaik untuk nya." ucapnya lirih.


****


Tiga hari dirawat dirumah sakit hari ini Daniel sudah di perbolehkan pulang kerumah oleh pihak rumah sakit namun masih harus kontrol setiap minggu.


"Welcome sayang." sambut sang mama sambil membukakan pintu untuk anak sulung kesayangan nya itu.


"Niel langsung ke kamar saja ma," pinta nya lemah.


sesampainya si depan pintu tiba tiba,

__ADS_1


"mas, mas baik baik saja ? kenapa aku tidak diijinkan menjaga mas di rumah sakit mas.?" kehadiran Daniel disambut banyak pertanyaan dari istri lebih tepatnya adik tirinya.


"aku lelah. aku mau istirahat " Jawab Daniel singkat lalu masuk kedalam kamar nya.


"tolong Lidya biarkan suami kamu istirahat, jangan di ajak banyak berbicara dulu, keadaannya masih sangat lemah." ucap mama Irma lalu pergi meninggalkan Lidya yang masih saja mematung di tempatnya.


****


malam pun tiba Lidya yang masih saja terjaga tidak henti nya menatap wajah Daniel.


"Dia tampan sangat tampan, baik juga " batinnya.


tiba tiba Daniel menggeliat dan membuka mata nya. Dia melihat Lidya sedang menatapnya sedemikian rupa.


"ada apa.? " pertanyaan Daniel sontak mengagetkan Lidya menyadarkannya dari lamunan nya.


"oh eh. enggak mas."


"kenapa kamu belum tidur.? oia aku minta tolong antarkan aku ke ruang kerja aku ingin istrahat disana." pinta nya.


"aku ingin sendiri dan tolong jangan diganggu." ucap Daniel lalu perlahan bangkit meninggalkan kamar nya. walau tadinya dia meminta Lidya mengantar nya namun karna kesal pria itu berusaha sendiri.


"apa salah ku? kenapa sikap mas Daniel berubah.? " batinnya dengan kristal sudah berhasil meleleh membasahi wajah nya.


***


Pagi menyambut suasana kediaman Daniel Irawan sudah tampak ramai seperti biasa nya.


meja makan yang telah dipenuhi sarapan dan di isi oleh semua anggota keluarga kecuali tuan muda yang memang saat ini sedang tidak dapat bergabung.


suasana meja makan terlihat hening, semua sedang sibuk dengan sarapan dan fikiran masing masing.


"apa selain dikamar lo gak punya aktifitas lain.? tiba tiba suara April menghentikan langkah Lidya yang hendak pergi ke kamar.

__ADS_1


"maaf, tapi saya bingung harus apa." jawab nya.


"bingung,? sini gue tunjukin apa yang dapat lo kerjain." ajak April seraya berjalan. Lidya mengekor di belakang April.


"nih lo bisa liat, pakaian kotor lo selama satu minggu lo tumpuk, buat sarang nyamuk saja." tunjuk April saat mereka sudah berada di loundry room.


sontak mata Lidya terbelalak, "bagaimana bisa asisten dirumah ini tidak menyuci pakaian gue?" batinnya.


melihat Lidya masih tetap melongo niat jahil April pun muncul.


"kenapa.? lo gak bisa menyuci.? atau kira kira pakaian kotor nya kurang.? hmm baik lah. Semua kalian kemari." serunya memanggil semua asisten dirumah itu yang membuat mereka berlarian masuk ke loundry room demi mengetahui apa yang terjadi.


"ada apa non." tanya salah satu diantara mereka.


"apa kalian punya pakaian kotor.? katanya Non Lidya lagi berbaik hati dan mau menyucikan pakaian kotor kalian." ucap April santai.


sontak Lidya membulatkan bola nya. Tatapan tajam dari Aprilia membuat nya bungkam


"oh ada non, tapi..


"no,no ini keinginan nya maka segera kemarikan semua pakaian kotor kalian." tambah Nya lagi.


"April lo." kalimat Lidya terpotong ketika matanya melihat para asisten membawa pakaian kotor mereka bahkan ada yang sekalian membawa seprei, selimut juga sepatu dan yang lainnya.


"terimakasih sebelumnya non" seru mereka lalu pergi melanjutkan perkerjaan masing masing.


"selamat bercuci ria nyonya muda Daniel Irawan." dengan nada mengejek April pergi meninggalkan Lidya yang masih mematung di depan tumpukan Kain kotor.


🏵🏵🏵


back di aku,


mohon dukungan nya gaesss

__ADS_1


salam 🙏💕


__ADS_2