BALAS DENDAM SANG PRESDIR

BALAS DENDAM SANG PRESDIR
06.klub malam


__ADS_3

Daniel tidak menemukan sosok orang yang dia cari.


Dia pergi meninggalkan kamar milik Aprilia, 'kemana dia' gumamnya


Dia mulai gusar, Daniel kembali ke kamar nya lalu mengambil ponsel nya, mencoba menghubungi Aprilia adiknya.


tut..tut..tut...


tidak ada jawaban


satu,dua,,hingga puluhan kali, namun nihil tetep saja tidak ada jawaban.


Daniel coba bertanya pada Irma mama nya


"kemana aprillia ma? apa dia pamit sama mama.?" tanya nya


"April pergi ke acara ulang ulang tahun teman kampus nya,"jawab Irma


"dengan siapa di pergi.? apa dia lupa aturan Niel tidak bisa keluar malam.?" sergah daniel kesal.


"Niel adikmu sudah dewasa dia tau mana yang baik dan mana yang buruk."balas mama tenang.


"tapi ma, tetap saja Dia seorang wanita, banyak kejahatan diluar sana yang dapat membahayakannya. " jawab daniel lagi. kini Ia benar benar khawatir.


tiba tiba


drttt drttt....


ponsel Daniel bergetar ia merogoh saku celana nya lalu dengan cepat menerima panggilan.


"katakan dimana dia." ucap nya


(....)


"hah klub malam" sontak mata daniel membulat sempurna, Daniel kaget bukan main mendengar adikknya memasuki tempat hina seperti itu.


(.....)


"baiklah.."jawab daniel ssingkat

__ADS_1


sambil memutuskan panggilan itu daniel berjalan kekamar tanpa memperdulikan Irma mamanya yang bingung ducampuri rasa khawatir akan putri nya.


Daniel Turun "ma Niel jalan dulu." belum sempat mamnya menjawab Daniel sudah berjalan pergi.


sepanjang perjalanan Daniel sibuk dengan ponsel nya. dia diam namun tidak dengan pikirannya, dia sangat khawatir akan keselamatan adik semata wayang nya itu.


"baiklah setelah ini kamu tidak akan pernah bisa keluar rumah tanpa pengawal, dan tidak dapat keluar lebih dari jam 6 sore." batinnya


setelag menempuh perjalanan hampir 1 jam mobil sport milik daniel sudah memasuki area klub itu.


sudah ada Ray disana menunggu kedatangan tuan muda nya.


"Dimana dia ray.? tanyanya


"mari ikut saya tuan." jawab Ray lalu menyodorkab masker, "pakailah Tuan" ucap Ray lagi.


Daniel menerina masker lalu memakainya dan memakai kaca matanya agar tidak dikenal orang orang.


Ray berjalan disamping Daniel sungguh Daniel sangat malas berada di tempat itu.


di dalam klub yang hingar bingar, daniel melotot melihat sosok adik nya yang sudah mabuk dang di kelilingi pria pria hidung belang. amarah nya memuncak saat dia melihat Monika yang katanya sahabat Aprilia itu. rahang nya mengeras menahan emosi, sorot matanya tajam bag elang lapar.


"KAU.!!" bentak daniel


seketika ruangan itu hening tak


"sejak kapan kau berani melakukan hal hina seperti ini, hah.!!" tanyak nya


Aprilia yang tadi nya sedang asyik dalam keadaan mabuk mendadak sadar melihat kakak nya berdiri tegap di hadapannya,


"kak." ucap April pelan


"PULANG..!!" Bentak Daniel


lalu menarik tangan Monika


"Dan kau kau akan tanggung jawab atas kesalahan yang kau lakukan.." ucap daniel


tatapan tajamnya mampu menusuk semua tulang tulang dalam tubuh Monika membuat gadis itu juga mendadak sadar.

__ADS_1


"apa salah ku, dan siapa anda.?" ucap Monika sinis


"ooo, jadi kau tidak tau siapa saya, atau kau pura pura tidak tau.?" tanya Daniel lagi dengan tatapan sinis, mencium bau alkhol saja sudah membuat Daniel muakk.


"Bawa wanita ini.!!" perintah Daniel pada pengawal nya


"gak mau.." Monika tetap meronta berusaha melepas kan diri dari pengawal.


"ikut saja atau kami akan memperlakukan anda dengan cara tidak manusiawi.." ancam Ray


Monika meringis,


"awas saja kalian.." ucapny kesal.


Daniel menarik tangan Aprilia dengan kasar,


"awww..." gadis itu meringis menahan sakit.


"MASUK " Bentak daniel sambil membuka pintu mobil nya...


April menurut...


mobil mewah itu kini melaju meninggalkan parkiran klub menuju rumah.


Bersambung.......


💕💕💕


halo readess sayang...


maaf beberapa hati ini saya gak up karna perkerjaan yang tak dapat autor tunda


ikutan terus ya gaesss


jangan lupa like, koment ya say...


salam author abal abal


salam dari dunia Halu

__ADS_1


__ADS_2