BALAS DENDAM SANG PRESDIR

BALAS DENDAM SANG PRESDIR
19.Peristwa 22 Tahun Lalu #2


__ADS_3

"satu minggu dua minggu hingga sampai satu bulan usia mu, tak sekali pun papa menggendongmu, bahkan di waktu bersamaan papa memindahkan kamar mama dengan kamar kecil layak nya kamar asisten rumah tangga, yang harus kita tempati bertiga. kamar beserta isi nya yang sudah dipersiapkan untuk mu langsung di tempati oleh anak dari wanita pilihan ibu nya papa."


"Dan tekanan demi tekanan, pekerjaan rumah yang semula dikerjakan asisten rumah tangga beralih menjadi tugas mama, hingga kamu tidak terurus sama sekali, karna mama harus lebih banyak menguras tenaga nya mengurus rumah."


"hampir setiap hari terjadi keributan antara mama dan papa, kadang harus berakhir KDRT. awalnya mama masih tetap teguh dengan janji suci penikahan, mama masih ingin mempertahankan keutuhan rumah tangga nya demi kita berdua."


Daniel tampak menghela nafas panjang, berusaha menelan ludahnya kasar, mengingat semua pahit nya perjuangan mama nya, demi dirinya juga Aprilia adiknya.


"pada akhirnya mama harus terusir dari rumah mewah milik papa, yang sebenarnya adalah pemberian Almarhum kakek GINO ayah mama. dengan surat cerai dari papa yang langsung menjatuhkan talak tiga untuk mama. Mama mengumpulkan semua benda berharga milik nya lalu membawa kamu dan kakak pergi."

__ADS_1


"hujan deras malam itu kita lalui bertiga, kamu yang tadi nya tertidur pulas tiba tiba menangis akibat suara gemuruh petir yang menggelegar. tanpa tujuan pasti kita menelusuri jalan ditengah deras nya hujan, sampai kakak melihat sebuah Mushola dan mengajak mama berteduh sebentar didalam sana. Untung saja saat itu ada sebuah kamar kosong di belakang Musholla yang bisa kita jadikan tempat berteduh sementara."


"Pagi pun tiba, kita kembali melanjutkan perjalanan, sampai mama memberhentikan langkah kaki di depan sebuah warteg, sambil menghitung uang yang ada, mama memesan nasi putih dengan lauk telur dadar dan kerupuk hanya untuk satu orang saja, namun dengan murah hati siempunya warung memberi satu porsi gratis untuk mama. setelah selesai sarapan kita kembali melanjutkan perjalanan, mama menjual semua benda berharga miliknya dan uang penjualan di pakai untuk membayar kontrak rumah, sisa nya mama pergunakan untuk membuat usaha kecil kecilan agar kita dapat bertahan hidup. kakak yang saat itu harus sekolah, juga berhenti untuk sementara."


"satu bulan lamanya mama membangun semua dari nol, membuat kue kue, yang akan kakak,titip di warung juga kantin kantin sekolah, kegiatan itu kakak jalanin setiap pagi dan sore hari. setelah satu bulan berlalu kakak kembali melanjutkan sekolah mengejar kembali pelajaran yang sempat tertinggal. "


Daniel menggeser posisi duduk nya sembari mengusap wajah nya pelan. Berbeda dengan Aprilia yang tadinya duduk tenang kini sudah berada di pelukan Irma karena tangisan nya sudah tidak lagi mampu Ia tahan. Dan Daniel melanjutkan kembali cerita nya.


"selepas menjadi Penjual kue keliling, kini mama membuka usaha Gado Gado di depan rumah, Alhamdulillah usaha mama tetap berjalan baik, walau banyak orang yang ragu dengan kesehatan dagangan mama seperti yang di fitnahkan orang orang itu beberapa waktu lalu, Namun tak satu pun yang terbukti sakit setelah memakan Gado Gado dagangan mama. "

__ADS_1


"Enam bulan berlalu, penjualan gado gado itu semakin laris, namun entah setan apa yang selalu menghasut nyonya Rani dengan tega dia kembali menyebar fitnah barang dagangan mama, Bahkan kini dia tega menghancurkan semua dagangan mama yang masih tersisa setengah. Usahanya berhasil membuat kita minggat dari kota itu. Mama memutuskan kembali menyusul Kakek Nenek ke Surabaya."


"Dengan tabungan yang dirasa cukup untuk ongkos kereta api, kita berangkat dari Jakarta ke Surabaya. satu malam lamanya perjalanan, akhirnya kita sampai di kediaman kakek Gino. dengan seribu pertanyaan kakek dan nenek menyambut kedatangan kita. Setelah mereka mengetahui detailnya semua permasalahan dan mengetahui satu setengah tahun lamanya mama sudah bercerai dari papa kakek marah besar, namun niat nya menghancurkan keluarga itu di urungkan setelah kakek tahu bahwa perusahaan dan harta benda pemberian kakek bukan lagi atas nama mama, melainkan atas nama Hendra Irawan."


"mulai saat itu penyakit jantung kakek sering kambuh, hingga pada suatu ketika saat itu kakak sudah duduk di bangku SMP kelas VII, saat hendak berangkat ke sekolah kakek tepaksa dilarikan kerumah sakit terdekat diakibatkan serangan jantung yang mendadak kambuh. Namun harapan tinggal harapan, Tuhan berkata lain dengan umur kakek yang kakak ingin lebih panjang lagi, tapi sebelum kakek menghembus kan nafas terakhir Beliau menuliskan wasiat bahwa setelah lulus SMA kakak akan menjadi pewaris perusahaan milik Kakek, yaitu I&Q GROUP. dan meminta kakak menuntaskan balas dendam keluarga kita terhadap keluarga Irawan yang kini menjadi keluarga Dermawan."


🏵🏵🏵


tetap dukung ya gaesss love you

__ADS_1


💕🙏


__ADS_2