
Sepeninggal Daniel Aprilia langsung naik ke lantai tiga tempat kamar nya berada.
"ini baru awal nya saja nyonya." ucap Aprilia dengan senyum sinis mengembang di bibir nya.
Aprilia bersiap karna dirinya akan berangkat ke kantor, dimana hari ini adalah hari pertamanya menjalankan tugas magang nya sekaligus melaksanakan misi nya.
Aprilia sudah siap dengan kemeja putih dan rok hitam selutut dan sepatu hitam, ditambah rambut nya yang di tata rapi menambah ke anggunan gadis itu.
saat kaki nya hendak menuju lantai dasar, mata nya melihat Lidya mencampurkan minyak pada air dalam ember yang akan ia gunakan mengepel lantai rumah, dan lebih tepat nya itu ia berikan pada anak tangga.
"licik sekali gadis itu." gumamnya.
saat Ia tiba di lantai dasar Lidya baru saja menggoyang goyangkan tongkat pel di dalam ember, dengan tiba tiba Aprilia menendang ember itu sehingga isi nya tumpah semua.
"apa apaan sih " bentak Lidya
"sekarang aku ingin melihat kamu berjalan di atas air yang baru saja kamu campurkan minyak goreng" ucap Aprilia dengan nada yang dibuat se santai mungkin.
"ta,, tapi." kalimat Lidya terbata bata, ia tak dapat menyembunyikan kegugupan nya.
"Apa mata mu sudah tidak berfungsi ?, apa kamu.tidak melihat betapa banyak CCTV dirumah ini.? atau mungkin kamu tidak tahu bahkan tidak mengenal apa itu CCTV.?" pertanyaan Aprilia bertubi tubi,
__ADS_1
di tanyai begitu Lidya hanya diam membungkam mulut nya. ia menundukkan kepala nya.
"ingat jangan macam macam jika kamu ingin aman aman saja. PAHAM ?! "ancam nya lalu ia melangkahkan kaki nya menuju halaman depan rumah,
setelah berpamitan dengan sang mama Lidya berangkat menuju perusahaan Dermawan dengan mobil Sport warna silver.
Hari pertama Aprilia menjalani magang nya tampak baik baik saja, normal tidak ada masalah apa pun.
Sehingga tak terasa sore pun tiba menandakan semua karyawan juga para magang mengakhiri aktivitas mereka untuk hari ini.
supir dan bodyguard yang di pilihkan Daniel untuk adiknya masih setia menunggu di tempat. melihat nona mereka keluar dari lobi perusahaan menuju parkiran Eno langsung memutar arah mobil, setelah membukakan pintu dan mempersilahkan Aprilia masuk Eno kembali mengemudikan mobil menuju rumah.
"sudah non, kita tadi makan di resto dekat kantor " jawab Boin salah satu dari Bodyguard.
Aprilia menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
setibanya di rumah Aprilia langsung masuk dan menuju kamar nya, saat inu dia benar benar ingin istirahat tidak ingin melihat wajah Lidya yang akan membuatnya naik darah.
sesampainya di kamar Aprilia menghempaskan tubuh mungilnya di atas ranjang, mengembuskan nafas nya berat lalu memejamkan matanya. Niat istirahat Aprilia malah ketiduran, hingga malam pun tiba.
***
__ADS_1
Aprilia mengerjabkan matanya berusaha mengumpulkan kesadarannya, ia baru saja terjaga dari tidur nya, setelah kesadarannya benar benar pulih barulah ia beranjak menuju kamar mandi.
setelah beberapa menit Aprila keluar dan langsung bergegas menuju lantai dasar istana mewah milik keluarganya, perut nya terasa lapar, sejak masuk kamar mandi para cacing di perut nya sudah meronta ronta meminta jatah.
Aprilia baru saja tiba di lantai Dasar samar ia mendengar suar ribut ribut dari ruang makan. Aprilia mempercepat langkah nya. sesampainya di ruang keluarga ia melihat kakak nya sedang marah besar.
"bagaimana mungkin kamu memasakkan nasi goreng begini saja tidak bisa heh.?" bentak Daniel.
"lalu apa yang dapat kamu lakukan? tambah nya lagi.
"ma maaf mas." cicit Lidya dengan wajah menunduk.
"ada apa kak.?" tiba tiba Aprilia menghampiri kakak nya,
Bersambung .....
🏵🏵🏵
please like koment and vote nya sayang ku
love you. 💕🙏
__ADS_1