
"Katakan apa kamu sudah bertemu dengan pria itu?" tanya Daniel yang tiba tiba masuk kedalam kamar adiknya.
"Kakak..!" pekik Aprilia, Ia sangat terkejut "akibat ulah kakak, hampir saja skincare mahal ku ini jatuh,." protes Aprilia dengan wajah kesal,
"maaf tuan putri," Daniel tampak cengar cengir melihat kekesalan adiknya.
"sudah kak, saya sudah melihat nya, dan tampak jelas jika dia tidak mengenali ku," jelas Aprilia.
"kakak baru saja dapat info dari orang suruhan kakak, jika dia masih memiliki satu hobby yang sama seperti dulu, jika kamu mau maka kami dapat memanfaatkan hobby itu demi mempermudah langkah kita " ucap Daniel dengan seringai licik di bibir nya.
"apa itu kak.?"
"dia punya kebiasaan menggoda serta berselingkuh dengan karyawan karyawan wanita nya, juga para mahasiswa yang sedang melakukan magang disana, itu sebab nya perusahaan nya selalu merekrut peserta magang, dan terkhusus untuk para kaum hawa," jelas Daniel.
"wow....! The sweet of games !!" seru Aprilia dengan senyum sinis di bibir nya.
"eit... tunggu dulu nona, dia juga akan membawa para karyawan yang Ia pacari kencan hingga atas ranjang." Daniel merasa geli saat harus menyampaikan kalimat itu.
"no problem.!, dan kali ini biarkan Aprilia yang akan bermain kak," Kini semangatnya kembali menggebu setelah mendapat berita ini.
"tapi apa kamu yakin.?" Tanya Daniel memastikan,
"why not.? jangan ragukan kemampuan ku kak, aku ini seorang Aprilia Irawan, adik dari Daniel Irawan yang sangat pemberani dan selalu setia pada komitmen, kalau kakak lupa," ucap Aprilia membuat Daniel sedikit kagum melihat perubahan adiknya yang kian hari menjadi gadis pejuang yang warrrrrr biasahh.!!!!!!!!
"it's ok dear." jawab Daniel seraya mengangkat kepalan tangan nya.
"semangat.!!!!!" seru mereka bersamaan.
Dari pintu kamar tampak Irma, tersenyum bahagia melihat perjuangan anak anak nya, buah hati yang ia besarkan dan ia didik sendirian.
__ADS_1
"ehemm ehemm.!!" Bu irma mendehem agar kehadiran nya di sadari oleh putra putri nya.
"mam," seru keduanya kompak.
"semangat !" Bu irma menirukan hal yang baru saja mereka lakukan,
"lain kali kalau mau berbicara penting itu, ingat pintu di tutup. ada banyak kuping dirumah ini, kalau.kalian lupa." bu Irma mengingatkan anaknya,
"Astaga kak, jadi.!!"
"oh ya ampun kakak sampai lupa.! Daniel menepuk jidat nya.
Irma hanya dapat menggelengkan kepalanya melihat keteledoran kedua anak nya.
...🏵🏵🏵...
Pagi ini Aprilia merubah penampilannya, Ia sengaja berpenampilan lebih menarik. Langkah kaki nya membawanya masuk kedalam perusahan, saat hendak memasuki pintu ruangan nya,
Aprilia membalikkan tubuh nya, betapa kaget nya Aprilia melihat Hans berdiri tegap di hadapannya.
"hm, ada apa.?" Aprilia berusaha menjaga agar suasana tetap tenang, aman tanpa ada satu orang pun yang curiga, dan itu berhasil ia kendalikan saat Hans mengedipkan sebelah matanya.
"Ini surat perintah dari bapak HENDRA DERMAWAN, dan nona di minta bekerja diruangan presdir, sebagai asisten pribadi beliau, dan satu jam lagi beliau sudah sampai di kantor." jelas Hans sambil menyerahkan sebuah surat kepada Aprilia. Aprila hanya memutar bola malas,
"benar saja apa yang kak, Daniel katakan tadi malam, dasar bandot tua.!! makinya dalam hati.
Aprilia hanya mengedipkan mata terhadap Hans, lalu pergi berpindah ruangan memasuki ruangan presdir.
Hampir dua puluh menit Aprilia mematung di ruangan itu, Aprilia bosan ia hendak keluar mencari angin. Baru saja ia melangkah kan kaki nya matanya menangkap sebuah figura keluarga yang terpampang di dinding, Aprilia mengamati foto itu.
__ADS_1
"Monika,Lidya dan ooh itu mama dan papa nya," senyum miring menghiasi bibir nya,
"welcome.!!" seru seseorang mengejutkan Aprilia,
"bagaimana apa kamu suka dengan dekorasi meja kerja kamu? nyaman bukan?" Tanya Hendra sok akrab.
"hm, suka kok pak, nyaman sangat nyaman." jawab Aprilia dengan wajah dan suara diatur semanis mungkin.
"saya sengaja tidak memberitahu langsung kemarin karena saya harus mempersiapkan dulu tempat yang cocok untuk kamu agar kamu betah bekerja sebagai asisten saya." jelas Hendra,
"oh ya.? wah itu sungguh berlebih pak, saya hanya peserta magang, dan..
"no no, itu saya lakukan agar semua karyawan nyaman untuk bekerja, " Hendra tampak sedikit gelagapan menyadari sifat nya terlalu menonjol
"ooh." Aprilia hanya ber oh ria saja.
"lalu apa yang dapat saya lakukan pak.?" Aprilia merasa muak dengan kelakuan pimpinan sekaligus ayahnya itu.
"untuk hari ini pekerjaan kita agak ringan, jadi kamu duduk saja dulu " Ujar Nya.
"hmm baiklah." Aprilia kembali duduk, .
"cih. kalau bukan karna menginginkan kehancuran mu, aku tidak sudi duduk berlama lama disini." Batinnya.
Hendra yang sedang sibuk dengan berkas berkas di tangan nya, sesekali mencuri pandang kearah Aprilia. senyum nakal selalu melengkung di bibir nya, entah lah entah apa yang ada didalam fikiran joroknya itu.
🏵🏵🏵
back di aku,
__ADS_1
love you all.
🙏❤