BALAS DENDAM SANG PRESDIR

BALAS DENDAM SANG PRESDIR
09.Rencana Pernikahan


__ADS_3

Daniel dan sekretaris Ray kini tiba di rumah besar milik Daniel, mobil mewah berhenti tepat di depan pintu utama rumah.


Daniel melangkah masuk diringi sekretaris Ray, mereka langsung menuju ruang kerja Daniel,


"istrahat lah sebentar, aku segera kembali." ucap nya lalu pergu meninggalkan Ruang kerja nya.


Ray duduk di sofa sambil memmbolak balik berkas yang ada di tangan nya, ya itu lah Ray kapan pun dimana pun jika punya waktu luang pasti dipakai untuk bekerja.


Daniel masuk ke ruang kerja nya dan duduk di samping Sekretaris Ray, dia meletakkan sebuah map.


"siapkan semua sesuai isi map itu dan besok pernikahan akan di laksanakan."ucap nya.


Ray mengerutkan kening nya saat membaca semua isi dari map tersebut.


"baiklah" ucapnya.


💕💕💕


sementara di sebuah rumah yabg tak kalah megah dan besar nampak suasana yang begitu panas, ya itu adalah kediaman HENDRA IRAWAN,.


brak...


Hendra memukul meja kerja nya dengan penuh emosi,


"apa.? kamu akan menikah dengannya? dengan anak sialan itu ?" Tanya nya pada putri nya yang baru saja tiba di rumah baru milik keluarga nya.


"iya pa, bahkan Lidya sudah menandatangani surat persetujuan itu saat Lidya menandatangani kontrak kerja di perusahaan nya. Lidya tidak membaca isi nya pa," jelas putri nya.


"kamu harus kabur dari pernikahan itu Lidya."ucap Hendra.

__ADS_1


"bagaimana caranya aku kabur pa sementara ancaman hukuman mati tepat di depan ku jika aku berani kabur." ucap nya takut.


flashback on


Saat itu Daniel dan sekretaris Ray sedang makan di sebuah restoran milik Daniel.


"bagaimana jika saat Tuan memberitahunya nanti dia akan kabur.?" tanya Ray hati hati


Daniel tersenyum tipis "dia tidak akan berani kabur isi dari surat itu menjanjikan keselamatan keluarga nya, meski sebenarnya itu kebalikannya."


"lalu bagaimana dengan nyonya Irma apa dia bisa terima.?" tanya Ray lagi


"apa pun itu jika aku sudah berkehendak mama tidak dapat melarang ku." ucapnya


selesai makan siang mereka kembali ke perusahaan.


"permisi Tuan ada apa memanggil saya.?"tanya Lidya


Daniel memberi sebuah map kepadanya "baca lalu pahami besok saya mau kamu menikah dengan saya." ucap nya.


"apa.?" sontak Lidya membulatkan matanya.


"kenapa ? kamu keberatan.? salah siapa kenapa kamu menandatangani surat tanpa baca isi nya terlebih dahulu.? BODOH."ucap daniel


Lidya meneteskan airmata penyesalan nya, bagaimana tidak dia bahkan tidak tau menau dengan sangkut paut keluarga mereka dulunya.


"simpan saja air mata mu untuk hari hari yang akan kau jalani nanti." ucap Daniel lalu pergi meninggalkan Lidya sendiri.


flasback off

__ADS_1


"Kurang ajar.!!" maki Hendra.


"pa Lidya mohon lakukan sesuatu,Lidya gak mau nikah, Lidya belum siap pa." ucap Lidya memelas


"untuk saat ini papa tidak dapat melakukan apa pun Lidya papa, tapi dengan cara ini umpan balas dendam kita akan lebih cepat menemui sasaranya." ucap Hendra sambil mengelus lembut rambut putri nya.


"karna setelah kegagalan Monika kita sudah hilang informasi tentang keluarga itu"ucap nya dalam hati.


"sekarang papa serah kan semuanya pada mu Lidya. papa tetap berada di belakang mu." tambah Hendra


"Lidya takut pa," air mata nya menetes di pipi manis Lidya.


"tidak ada lagi yang perlu kamu takuti, papa tidak akan membiarkan kamu sendirian, ingat jangan sampai lost kontak dengan anggota keluarga kita." ucapnya memperingati.


"baiklah pa, ini semua Lidya lakuin hanya untuk papa dan keluarga." ucap Lidya di sela isak tangis nya.


💕💕💕💕


hallo readers sayang...


bantu like coment and vote nya ya kak 🙏


maaf alur cerita nya lambat dan rada gak nyambung,


salam penulis emperan


salam dari dunia halu.


💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2