BALAS DENDAM SANG PRESDIR

BALAS DENDAM SANG PRESDIR
18. Peristiwa 22 tahun yang lalu.


__ADS_3

Sore berganti malam. keluarga Daniel sedang duduk bersama di meja makan yang di pimpin oleh Daniel sebagai kepala keluarga. Lidya sedang mencuri pandang mengagumi ketampanan suami nya itu.


"Kak, aku sudah selesai aku kekamar duluan banyak tugas." ucap April lalu pergi malangkahkan kaki nya namun bukan kekamarnya melainkan ke ruang kerja Daniel.


"mama juga sudah kenyang mama duluan ya, kalian terusin saja makannya." ucap mama Irma lalu pergi meninggalkan meja makan, namun sebelum pergi mama irma memberi kode dengan mengedipkan sebelah matanya ke arah putranya.


"baik ma, selamat malam." jawab Daniel lalu ia melirik Lidya. Tangan Daniel meraih tangan Lidya.


"maaf aku terlalu sering membuatmu kesepian, tapi belakang ini pekerjaan ku sedang menumpuk ditambah lagi beberapa hati kemarin harus ditinggal karena..


"tidak apa apa mas, aku ngerti kok," jawab Lidya memotong kalimat Daniel.


"terimakasih sudah mau mengerti. aku janji jika pekerjaan ku sudah selesai dan selebih nya sudah dapat aku serahin pada Sekretaris Ray maka kita akan HONEYMOON." ucapanya memberi harapan.


"baik mas, aku akan mempersiapkan diri sebelum hari itu tiba. terimakasih " senyum merekah penuh bahagia tergambar di wajah Lidya.


"kamu naik duluan aku harus menyelesaikan perkerjaan ku, sudah banyak email masuk dari Ray." ucap Daniel dengan tangan yang kini mengusap lembut wajah Lidya. membuat gadis itu cetar cetur tak menentu.

__ADS_1


Lidya menurut ucapan suami nya, kini kaki nya sudah menapaki anak tangga, dengan suasana hati nya yang sedang ditaburi bunga bunga cinta.


Daniel memasuki ruang kerja nya mendapati mama dan adiknya sedang menatap nya dengan tatapan ingin memangsa, terlebih April yang rasa penasaran sejak sore tadi sudah ditahan, namun sang kakak masih saja bermesraan dengan istri bohongan nya itu.


"jangan bilang kakak jatuh hati pada tuh mak lampir." oceh nya.


"kakak mu ini bukan lelaki gampangan sayang." sahut nya santai.


"serah kakak saja, sekarang waktunya kak, april sudah tak sabaran." rengeknya.


"bagaimana ya, kakak bingung memulai dari mana." Daniel mimijit alis nya.


"siapa Lidya, siapa monika, dan kenapa kakak tiba tiba menikahi Lidya, semua akan terjawab disini," Sebelum memulai Daniel menarik nafas nya dalam dalam mengingat betapa pilu nya kehidupannya dan ibunya 22 tahun yang lalu.


"saat itu kakak masih berusia 6 tahun dan kamu baru saja terlahir didunia ini, saat itu lah penderitaan ini bermula. sebenarnya Hendra Dermawan adalah HENDRA IRAWAN ayah kandung kita yang sekarang menjadi Hendra Dermawan."


"Dulu saat mama melahirkan kamu dirumah sakit, istri simpanan papa juga sedang melahirkan monika., istri simpanan papa itu bernama Aurel Sarasmita. seorang model papan atas, yang sangat disayangi oleh nenak Rani.

__ADS_1


saat itu butuh orang penjamin untuk mama, saat persalinan akan di segera di laksanakan berulang kali kakak menghubungi semua anggota keluarga Irawan namun tidak ada satu pun yang menjawab. Ternyata saat itu mereka sedang sibuk mendampingi Aurel mama nya Lidya.


sampai pada akhirnya Kakek Irawan mengirimkan pesan sebagai tanda penjaminan agar persalinan segera di lakukan, dan biayanya segera di transfer oleh kakek ke bagian administrasi rumah sakit, sehingga persalinan dilaksanakan dan kamu pun lahir kedunia dengan selamat." Lagi lagi Daniel harus menarik nafas demi meredamkan sakit hati nya.


berbeda dengan Irma yang sedari tadi sudah menitikkan air matanya.


"satu hari, dua hari, tiga hari setelah kamu lahir, kakak menunggu kehadiran papa, atau pun anggota keluarga lainnya. berharap agar kamu segera di Khomatkan. Namun penantian kakak berujung sia sia, sampai mama dan kamu sudah di perbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit tidak ada yang datang menjenguk. bahkan menyuruh supir rumah menjemput pun tidak ada. kakak berlarian keluar rumah sakit mencari taksi. beberapa menit menunggu sebuah taksi kosong berhenti tepat di depan kakak, dan dengan sekuat tenaga aku membantu mama pulang." tampak tangan Daniel mengusap wajah nya


"sesampai nya di rumah keadaan rumah begitu ramai, kakak kira sebagai surprise penyambutan untukmu dan mama, tapi ternyata kami di suguhkan pemandangan yang lain, yang membuat hati pedih. kehadiran kita bahkan di abaikan oleh seluruh penghuni rumah.


Mereka sangat sibuk dengan bayi mungil yang seumuran dengan mu, mugkin hanya berbeda jam nya saja. Mama menahan isak tangis nya, berusaha menarik tangan papa, bermaksud berbicara empat mata dengannya namun tangan mama di tepis sangat kencang oleh nenek Rani sampai membuat mama tepental di lantai."


Bersambung....


🏵🏵🏵


balik di aku dulu gaeass

__ADS_1


jangan lupa like komen dan vote nya sayang ku


love you. 🙏💕


__ADS_2