Behind A New World Untuk Liliana Su

Behind A New World Untuk Liliana Su
BAB 9 MEMUSNAHKAN


__ADS_3

Tami ta dibawa kesebuah ruangan yang sangat gelap, kemudian ia didorong kedalam sebuah kamar yang sangat temaram.


Brukkk.....pintu ditutup dengan kencang ”Auuhhhh punggungku sakit” rintih tami ta.


Sebuah suara kemudian terdengar dari sudut ruangan yang remang-remang “Aku sudah memperingatkanmu untuk tidak buka suara, namun sepertinya kamu sangat tidak tau diri” Ujar tetua desa yang berparas tegap, tinggi, alis tebal, bibir tebal, dan kulit kecoklatan.


Dengan marah tami ta berteriak “bajingan.... lepaskan aku, kamu seharusnya sudah puas menyiksaku”.


“ hahahaha kamu sangat manis jika marah sayang...uhhhhh takutnya” jawab tetua desa kemudian dengan pura-pura takut.


“Aku akan membalasmu, Akan kumusnahkan tempat ini” teriak tami ta sambil berlari untuk menyerang tetua, namun belum sempat ia menyerang tetua ia sudah terlebih dahulu terkapar akibat tendangan tetua yang sangat kuat.


“arrgghh bajingan gila” lirih tami ta.


Dengan sangat kasar tetua desa yang bernama mijin menarik atasan tami ta sehingga terkoyak dan melepas bajunya dengan sembarangan.


“kamu akan menjadi budak disini dan akan selamanya menjadi budak, itulah akibat tidak menurut kata-kataku, dan seharusnya kamu menerima lamaranku” bisiknya kepada tami ta.


Tami ta hanya menangis menahan rasa sakit yang ia terima saat ia diperkosa dengan sangat brutal, Tami ta merasakan getaran yang sangat besar dan melepaskan semuanya.


Setelah melakukan hal bejat tersebut mijin memakaikan kembali pakaiannya dan berkata dengan sangat santai “Aku dengar gadis yang bernama liliana itu sangat cantik dan langka, aku rasa kamu sudah tidak berarti lagi dan aku akan menggantikan pun.


Liliana pasti menerimaku dengan hati senang setelah melihat parasku yang tampan dan juga orang yang berpengaruh.


Mendengar hal tersebut tami ta bersuara dengan pelan “Kamu akan segera mendapatkan pembalasan yang setimpal, Liliana juga bukan gadis bodoh yang bisa kamu manfaatkan bajingan”.


Mendengar perkataan tami ta, mijin dengan emosi menendang perut tami dengan kuat dan meninggalkanya sendirian dengan menahan rasa sakit.


Mijin mengunci pintu dan memberikan kunci kepada penjaga.


Sementara liliana yang mendengarkan cerita tami ta tidak langsung mempercayai semua perkataannya, namun liliana mencari kebenarannya sendiri.


Dengan sangat hati-hati liliana keluar dari kamar tempat ia menginap dan berjalan dengan santai agar tidak ada yang menyadarinya.


Setlah sampai ditaman ia melihat sebuah danau kecil ditengah-tengah taman yang dihiasi oleh bunga lily yang merupakan bunga kesukaanya.


“Wahh ini sangat cantik dan indah” ujar liliana dengan berjongkok sembari menghirup aroma bunga yang sangat indah.


Kemudian liliana berbaring diremrumputan tepi danau dan memandangi bintang-bintang dan rembulan yang menyinari gelapnya malam.


Tanpa liliana sadari semua aktivitasnya sudah diamati oleh tetua yang bernama mijin.


Mijin tersenyum melihat semua aktivitas liliana, kemudian ia berujar “Gadis itu sangat cantik melebihi semua keindahan dan kecantikan yang pernah aku temui”.


“Gadis cantik ngak baik sendirian ditengah kegelapan malam” Ujar mijin sembari memandangi wajah cantik liliana.


Liliana yang tadinya sempat memejamkan mata kembali membuka kedua kelopak matanya dan menoleh kesamping dan mendapati mijin.

__ADS_1


“siapa kamu dan ngak usah SKSD samaku” cetusnya dengan muka garang.


Melihat sifat dan kelakukan liliana yang terkesan jutek dan bar-bar bukan membuat mijin marah melainkan menjadi sangat tertarik.


“Aku mijin, kamu pasti liliana.... ahhh aku lupa apa itu skkd?” Ujarnya kemudian.


“hahhahah bukan skkd bodoh, tapi sksd (Sok kenal sok dekat) . kamu pasti salah satu warga disini” ujar liliana kemudian dengan menahan rasa geli diperutnya.


Medengar pertanyaan liliana, mijin pun langsung mengiyakan bahwa ia adalah salah satu warga.


“Aihhh baiklah mijin karna sepertinya udah larut dan semakin dingin aku akan kembali kekamarku” Ujar liliana sembari berdiri dan berjalan kembali kekamarnya tanpa menghiraukan perkataan mijin.


“liliana tunggu.....Bisakah kita bertemu besok?” Teriak mijin.


Liliana yang mendengar itu hanya melambaikan tangan dan meneruskan langkah kakinya agar segera meninggalkan lokasi.


Sesampainya dikamar liliana memikirkan strategi agar ia bisa keluar dari desa ini, “Apa aku bisa melarikan diri dari sini? Huhhh aku tidak boleh menyerah Aku harus bisa kembali...Hmmm sepertinya aku harus menyelamatkan tami ta agar dia bisa menuntunku keluar dari sini” batin liliana.


Dengan semangat liliana menyusun barang-barangnya kedalam ransel dan ia duduk dengan tenang dan menajamkan pendengarannya.


“Aku bisa mendengar nafas seseorang diruangan sebelah, sepertinya aku diawasi aku harus meningkatkan kewaspadaanku, Sepertinya tempat ini memang aneh dan menyeramkan”.


Setelah menyusun strategi untuk meninggalkan desa liliana membaringkan tubuhnya diperaduan dan memasuki dunia mimpi.


Liliana terbangun ketika mendengar suara ketukan pintu, dengan malas ia membuka pintu dan melihat pelayan mengisi bathtub dengan air panas.


“pelayan kenapa kalian yang datang mengerjakan tugas tami ta, kemana tami ta?” tanya liliana dengan rasa penasaran yang menggebu-gebu.


Setelah menyelesaikan pekerjaannya pelayan tersebut meninggalkan kamar liliana dan bergegas mengerjakan pekerjaan lainnya.


Liliana yang melihat pelayan seperti menyembunyikan sesuatu membuat liliana semakin penasaran, kemudian liliana menyelesaikan ritual mandinya dan segera memakan makanan yang sudah ada diatas meja.


Untuk menghilangkan rasa bosan liliana menjelajahi setiap sudut desa kemudian ia melihat sebuah ruangan yang sangat dijaga ketat dan sangat beraura negatif.


“Hmmm sepertinya ruangan itu sangat mencurigakan, kenapa setiap sudut dijaga sangat ketat. Aku harus menyusup dan mencari keberadaan tami ta” batinnya sembari menatap ruangan itu secara intens.


Liliana berjalan dengan sangat santai dan pelan, kemudian ia memasuki ruangan pengawal dan mencuri sepasang seragam pengawal.


“Aku harus menyamar menjadi pengawal agar bisa memasuki ruangan tanpa dicurigai”.


Setelah melakukan penyamaran liliana berjalan dengan santai dan berbaur dengan beberapa pengawal. Kemdudian liliana berkata “Tadi aku melihat seorang gadis berjalan disekitar lorong itu” ujar dengan menunjukkan lorong yang mengarah kesebuah taman.


Pengawal yang mendengar perkataan liliana saling memandang satu sama lain dan mengangukkan kepala kemudian berujar “Hussstt jangan ada yang denger..... mungkin gadis yang kamu maksud adalah salah satu gadis tawanan yang akan dijadikan tumbal”.


Mendengar perkataan pengawal kedua bola mata liliana melebar dan hampir saja ia berteriak kaget.


Secepat kilat liliana mengubah ekspresinya menjadi semula agar pengawal tidak curiga kepadanya.

__ADS_1


Dengan asal liliana mengucapkan “Aku melihatnya dengan beberapa pengwal tadi” dengan pura-pura berekpresi wajah berseri-seri liliana.


Pengawal bertubuh pendek yang mendengar dan melihat ekpresi liliana tergelak dan berkata “tenang kawan nanti jika kamu menginginkan gadis itu tinggal meminta kepada kepala pengawal, aku jadi tidak sabar menginginkan mereka dibawah kungkunganku hahahaha”.


Pengawal yang berkulit hitam yang mendengar perkataan temannya menanggapi “kita bisa gantian malam ini, kepala pengawal sudah menjanjikan seorang tawanan untuk menemani kita diranjang” ucapnya sambil menjilati bibirnya.


Liliana merinding mendengarkan celotehan kedua pengawal, kemudian liliana menimpali dengan mengalihkan pembicaraan “Aku dengar ada seorang gadis yang memasuki desa ini, aku rasa dia sangat dijaga dengan ketat” ujarnya dengan menundukkan kepala sambil berjalan.


Mendengar hal tersebut pengawal berkata “Jangan terlalu banyak mengetahui hal yang tidak seharusnya kamu ketahui, baiklah sekarang waktunya kamu menjaga ruangan ini jangan sampai ada yang masuk”.


Setelah kedua pengawal mengatakan hal tersebut mereka pergi meninggalkan liliana sendirian untuk berjaga.


Melihat situasi yang sangat tenang dan aman melancarkan aksinya liliana membuka ruangan dengan pelan kemudian mengendap-endap dan melihat sebuah lukisan yang aneh.


“Lukisan itu terlihat tidak biasa, kalo di film itu biasanya ada ruangan rahasia disini dan mungkin saja ada tombol yang bisa aku tekan dibalik lukisan” batin liliana.


Saat akan menyentuh lukisan tangan liliana tidak sengaja tersenggol kelengan sebuah patung dan tiba tiba.....drett.....sebuah pintu terbuka dengan sendirinya.


*


Tanpa pikir panjang liliana memasuki ruangan dan pintu dengan sendirinya tertutup. Sebuah ruangan yang sangat seram terlihat, Ruangan bercat hitam yang dipadukan dengan warna merah sehingga terkesan misterius, kemudian ruangan dihiasi oleh ornamen-ornamen yang aneh dan rumit, kemudian setiap sudut ada pajangan kepala hewan, dan yang paling menakutkan adalah sebuah altar persembahan seperti tempat sembelih dan tempat tampung darah.


Liliana sangat ketakutan dan hampir saja pingsan, dengan menyalurkan rasa hangat keseluruh tubuhnya liliana mencari sebuah pintu agar ia bisa kembali.


Setelah mencari dengan sangat lama ia menemukan tombol dibawah altar persembahan dan ia menekan tombol dan pintu terbuka kembali.


“Huffhh aku selamat ini sungguh menyeramkan”, kemudian liliana melihat sebuah pintu dan membuka pintu dengan pelan, liliana melihat tami ta yang sangat mengenaskan.


Rambut berantakan, baju yang robek dimana-mana, kulit yang memar dan mata yang bengkak.


“Tami ta...hei ayok bangun, kamu kenapa? “ ujar liliana sembari menepuk-nepuk lengan tami ta.


Tami ta yang mendengar suara liliana membuka kelopak matanya dan berkata “ Liliana kamu harus segera meniggalkan desa ini, mereka akan menjadikanmu tumbal tinggalkan saja aku” ujarnya dengan suara yang sangat pelan.


Mendengar ucapan tami ta membuat liliana menangis dan berkata “aku hany akan pergi bersama mu tami ta, kamu sudah aku anggap kakaku sendiri.


Jadi kita harus berjuang bersama” lirih liliana sembari memeluk tami ta yang lemah.


Tanpa disadari oleh tami ta ia telah disembuhkan liliana dengan kekuatan penyembuhannya dan liliana berkata dengan tekad yang kuat “kumohon malam ini datanglah ketaman sebelum penjaga bergantian untuk berjaga”.


Tami ta yang merasa sudah baikan mengangukkan kepala dan liliana berkata “aku ingin memusnahkan tempat ini” ujar liliana dengan menatap dalam kedua bola mata tami ta.


Tami ta dan liliana menyusun rencana untuk memusnahkan tempat ini yaitu dengan membakar desa ini.


Tami ta akan menuangkan minyak tanah diatas tumpukan jerami dan lumbung makanan, kemudian liliana akan menyalakan api sembari membuka sel tawanan kemudian ia bertemu dengan tami ta di taman.


Jangan lupa untuk dukung selalu karya aku ya.....

__ADS_1


Jaga kesehatan dan selalu setia membaca novelku ya readers...


Dukung terus dengan like, komen, dan favorite


__ADS_2