Behind A New World Untuk Liliana Su

Behind A New World Untuk Liliana Su
BAB 13 KELUARGA MENG


__ADS_3

Liu meng adalah putra tunggal dikelurga meng, Asal-usul keluarga meng sangat dirahsiakan bahwa anak-anak dari tuan besar xiu meng tidak mengetahui asal-usul keluarganya.


Liu meng mempunyai kekukatan angin dan bisa bertelportasi sehingga dalam melaksanakan perdagangan liu meng selalu menggunakan kekuatan teleportasinya.


Liu meng adalah pemuda yang sangat menarik, tanpan, dingin, dan susah jatuh cinta. Dia hanya akan menyayangi adik satu-satunya dan ayahnya.


Malam sudah sangat larut dan seseorang berjalan dengan sangat hati-hati dan menyelinap kesebuah kamar, ia membuka pintu dengan pelan dan...


“Astaga gadis ini tidur dengan sangat tidak anggun samasekali, tapi walaupun bergitu dia sangat imut” batinnya dengan senyum samar dibibirnya.


Kemudian lie meng berjalan menghampiri liliana dan ia melihat dengan sangat jelas wahah yang cantik, bibir yang tipis dan merah, hidung yang mancung, kulit yang segar, bulu mata yang lebat, dan alis yang rapi. Kemudian liu meng berujar “dia sangat sempurna, baru kali ini aku melihat gadis yang begitu mempesona dan kecantikannya dapat meruntuhkan semua benua”.


Tanpa sengaja ia melihat penampilan tidur liliana dengan jelas, piyama tidur liliana berbeda dengan baju tidur dizaman ini. Piyama tidurnya sangat tipis dan halus, memliki motif yang imut.


Keadaan tidur liliana sangat menggoda untuk dilewatkan, namun liu meng yang tak ingin ketahuan mendatangi kamar liliana segera keluar dari kamar.


Setelah liu meng sampai dikamarnya ia sangat senang karna bisa melihat liliana tidur dengan nyaman.


“mmm sepertinya aku harus berusaha mendapatkan cintanya tapi apakah dia mau denganku yang hanya anak seorang pedangang? Sementara diluar sana pasti banyak yang menginginkanya” batin liu meng.


Liu meng pun ketiduran sembari memikirkan cara mendapatkan cinta liliana.


Pagi haripun segera tiba, Seorang pelayan memasuki kamar liliana dan menyiapkan air hangat di bath up dan membuka gorden agar matahari memasuki ruangan.


Liliana yang terkena sinar mataharipun bangun “hoaamm....hoaam, astaga ternyata matahari sudah naik” ujarnya kemudian seraya melihat aktivitas pelayan yang menyiapkan pakaian untuknya.


Setelah selesai melakukan tugasnya pelayan berkata “nona air hangat sudah saya siapkan, pakaian nona saya letakkan disini, apakah nona butuh bantuan saya untuk mandi?”.


Mendengar ucapan pelayan itu liliana segera menggelengkan kepala danberkata “ saya bisa mandi sendiri” seraya bangkit dari duduknya dan ingin masuk kekamar mandi.


Namun pelayan kembali bersuara “ Nona untuk sarapan nona sudah ditunggu diruang makan, setelah siap mandi nona langsung menuju kesana. Ini pesan tuan besar nona”.


Mendengar perkataan pelayan ia pun bersuara “Baiklah bibi, bibi bisa meninggalkan saya sendiri disini. Nanti saya akan langsung keruang makan” ujarnya.


Setelah menyelesaikan ritual mandi liliana mengaplikasikan skincare kewajahnya kemudian ia memakai liptin dan bedak dioles dengan tipis.


Liliana yang sudah selesai berjalan keruang makan, saat akan memasuki ruangan seorang pelayan menuntun liliana duduk kekursi, namun sebelum duduk liliana sudah menjadi pusat perhatian karna ia tampil dengan sangat cantik.


Sebelum duduk liliana memberi salam dengan melambaikan tangan “Halo good morning semuanya” ujarnya.

__ADS_1


Namun semua orang yang mendengar ucapan liliana namun masih membalas ucapan liliana dengan gerakan yang sama.


Melihat semua orang terbengong liliana kembali melanjutkan ucapannya “Aihhh sepertinya aku terlambat sehingga paman dan semuanya jadi tertunda sarapannya”.


Mendengar ucapan liliana dengan suara yang halus dan ringan membuat mereka tersdar dan mempersilahkan liliana duduk.


Kemudian ritual sarapan diselesaikan dengan cepat, namun setelah mereka tuan besar xiu meng membuka suara “liliana aku ingin berbincang-bincang denganmu sebentar, jika kamu ada waktu luang kamu bisa menemuiku ditaman bunga didekat danau” ujarnya dan lalu keluar dari ruang makan.


Setelah mendengar ucapan tuan besar liliana segera berdiri dan berpamitan untuk ketaman, namun sebelum liliana keluar sebuah suara terdengar “Tunggu liliana, biarkan aku yang mengantarmu sekalian memperkenalkan mansion ini kepadamu” ujar liu meng yang mengambil kesempatan.


Mendengar suara itu liliana berkata dengan tenang “Baiklah tuan muda, aku rasa aku juga belum mengenal tempat ini. Dan aku sangat berterima kasih kepada tuan muda karna bersedia mengantarku”.


Liu meng yang mendapatkan kesempatan untuk dekat dengan liliana langsung menggandeng tangan liliana dan berkata “disini bergandengan tangan adalah hal yang biasa dan kuharap nona tidak keberatan akan hal itu” ujar liu meng.


“Hahahahaha baiklah tuan muda, aku rasa aku bukan orang yang kaku” ujarnya liliana kemudian.


Mendengar tawa liliana yang sangat indah dan menawan membuat liu meng semakin jatuh hati kepada liliana.


Sepanjang perjalanan mereka bercerita dan mengakrabkan diri, liliana orang yang sangat humoris dan mudah beradaptasi sehingga membuat keduanya langsung dekat.


Tuan xiu meng yang melihat kedatangan liliana denga putranya menyipitkan penglihatannya tanda ketidakpercayaan nya.


Mendengar perkataan ayahnya liu meng hanya bisa melaksanakan tanpa membantah kemudian “Baiklah ayah, Liliana aku pergi duluan ya. Sampai jumpa nanti” ujar liu meng lalu berbalik badan dan pergi.


Liliana yang medengar ucapan liu meng hanya mengangukkan kepala dan tuan xiu meng hanya berdehem.


Setelah diam untuk beberapa menit, tuan xiu meng membuka suara “Aku tidak ingin basa basi nak, Aku sebagai seorang ayah tami ta meng mengucapkan banyak terimakasih kepadamu” ujarnya seraya menatap liliana.


Liliana yang mendengar itu mengiyakan “iya tuan saya ikhlas menolong tami ta, kebetulan saya juga waktu itu memasuki desa itu” ujarnya kemudian seraya menerawang.


Tuan Xiu meng kemudian berkata “Aku tidak tau apa yang telah dialami putriku disana dia tidak sanggup mencaritakannya. Nak jika boleh aku ingin kamu menceritakannya kepadaku, aku merasa menjadi ayah yang buruk jika tidak tahu apa yang telah dialami putriku."


Liliana menghela nafas dan berkata “Mungkin jika aku diposisi tami ta aku tidak tahu apakah aku masih hidup atau depresi”.


Mendengar ucapan liliana membuat jantung tuan besar xiu meng semakin sakit.


Tiba-tiba datang dua orang pelayan yang membawa teh dan camilan setelah menyelesaikan tugasnya pelayan berlalu kedapur untuk mengerjakan pekerjaan yang lain.


“Baiklah tuan saya akan menceritakan semua yang terjadi kepada tami ta didesa itu, tapi saat aku bercerita tuan tidak boleh memotongnya” ujar liliana.

__ADS_1


Tuan besar yang mendengarkan liliana mengiyakan, kemudian ia meminum teh untuk merilekskan tubuh dan perasaan nya.


Liliana bercerita


Flasback


“Waktu itu aku dikerjar oleh beberapa orang dan aku secara tidak sengaja bertemu dengan seorang warga ditengah hutan, Dengan keberanian apenuh aku bertanya penginapan yang dekat.


Warga yang saya temui membawa saya kesebuah desa yang sangat suram dan beraura negatif, kemudian saya diarahkan kesebuah kamar yang sederhana dan seorang pelayan yang sangat kaku dan kosong melayani semua keperluanku.


Karna saya ingin mengetahui tempat ini saya mencoba mendekati pelayan itu dan mulai bercerita kisahku, hal itu membuat dia tertarik dan kamipun semakin dekat dan dia memperingatiku untuk keluar dari desa segera.


Namun karna aku orang sudah sulit percaya aku mencaritahu kebenaran cerita dari pelayan yang mengatakan bahwa ia hampir pernah dijadikan tumbal persembahan untuk disembelih, namun karna ia merusak wajahnya maka dia tidak dijadikan tumbal namun menjadi wanita pemuas nafsu semua pria didesa.


Jujur aku sangat sedih mendengar hal yang menimpanya. Saat pelayan tida datang menemuiku aku langsung mencari dia keseluruhan sudut desa dan aku menemukan hal yang sangat menakutkan, itu...itu sebuah latar persembahan dan meja sembelih dengan banyak organ manusia yang bergantungan.


Aku syok dan mencari pelayan, aku menemukannya dengan keadaan yang sangat buruk. Wajahnya bengkat, bibir berdarah, kaki bekas cambukan, dan keadaanya sangat acak-acakan.


Kemudian aku menyusun rencana untuk melarikan diri dengan mengalihkan perhatian penjaga dan membakar seluruh desa, namun desa itu kembali kekeadaan semula. Dan pelayan yan kuceritakan membawa kami kemansion ini.


Back to story


Dan pelayan yang aku ceritakan adalah tami ta” ujar liliana dengan bola mata yang berkaca-kaca.


Tuan besar liu meng yang mendengar itu menahan tangisannya dan jantungnya serasa diremas-remas.


Kemudian dia berujar “Putriku yang sudah kurawat sejak kecil mengalami hal sangat buruk, aku...aku..hiks..hiks tidak menyangka bahwa putriku akan mengalami itu”.


“Aku hidup dengan tenang sementara putriku sangat menderita, aku sungguh tidak tahu akan mengatakan apa kepada ibunya jika bertemu nanti..oohh dewa ini sungguh tidak adil untuknya “ raung tuan besar xiu meng.


Namun cerita mereka didengar oleh...


Halo readers semua, author lagi ulangtahun pada 02/03 kemarin...


Haaa tapi sedih banget ngak ada yang inget samasekali, Orang yang lee harapin pun ngak ingat sama ultahnya lee.


Ehhh ternyata dia ingat hanya saja dia ingin memberikan surprise untuk lee...


Jangan lupa dukung karya lee dengan like, komen, dan juga tambahin kefavoritenya ya

__ADS_1


Semangat untuk kita dan salam hangat dari lee ya


__ADS_2