
“Kak tubuhku terasa sangat panas....ahh” ucap liliana sembari berusaha menutup mulutnya
menahan sesuatu yang ia rasakan. Namun hal itu bukan hanya liliana yang
merasakannya.
“Liliana sepertinya kita masuk kedalam ruangan yang salah, ini ruangan tempat pengantin
baru melakukan hubungan suami istri” ucap liu meng dengan muka memerah menahan
hasratnya.
“Jadi kita ahh ... harus bagaimana kak? Aku
sudah tidaj bisa menahan diriku lagi” ucap tami ta dengan muka merah dengan
diiringi ******* kecil.
Sebenarnya kita tidak bisa keluar dari ruangan ini sebelum fajar tiba, ini ruangan yang
dirangcang khusus. Tapi aku ada solusi untuk mengatasi ini” ucap liu meng,
kemudian ia menambahkan “aku tidak akan melakukan yang lebih,”.
Karna liliana sudah tidak bisa menahannya terpaksa ia harus mengiyakan solusi dari
liu meng. Dengan menahan ahasrat yang besar liu meng mengangkat tubuh liliana
diatas pangkuannya sehingga bagian tubuhnya yang menonjol langsung terhimpit.
Liliana yang merasakan sesuatu yang menggangjal dibokongnya hanya bisa menahat urat
malu, kemudian liu meng menuntun liliana bergerak diatas tubuhnya. Dan liu meng
mengecup leher liliana dan sesekali meremas dada liliana.
Karna efeknya yang sangat besar membuat kedua sejoli hanya bisa memepercepat
aktivitasnya tanpa melakukan hubungan suami istri.
Liliana bergerak dengan tempo yang cepat diatas pangkuan liu meng dan liu meng semakin
meremas kuat bokong lialiana. “Ahhhh..ahhh hmpp” akhirnya kepuasan mereka
dapatkan dengan saling menyentuh tanpa melewati batas. Mereka yang keringatan
segera tidur agar cepat bangun sebelum ada yang melihat mereka esok hari.
Pagi hari telah tiba dan liliana yang terbiasa bangun cepat langsung membuka kedua
kelopak matanya dan ia terkejut melihat liu meng tidur disebelahnya. Dengan
panik liliana memeriksa bajunya ia bernafas lega “huhhh syukur lah Tuhan,
Ternyata aku masih memakai baju lengkap”.
Kemudian liliana dengan segera bangun dan meninggalkan liu yang berpura-pura tidur.
Kemudian liu meng membuka kelopak mata dan senyum-senyum mengingat kejadian
semalam.
Flasback
Sebelum liu meng mengikuti liliana keaula pertemuan, ia telah membuat sebuah jebakan
agar ia memiliki waktu dengan liliana. Setelah ia mempersiapkan ruangan kedap
suara dengan sihir, liu meng meninggalkan ruangan dan tanpa diketahui oleh liu
meng seseorang menyalakan dupa untuk meningkatkan gairah bagi yang
menghirupnya. Seseorang yang menyalakan dupa itu yang tak lain adalah seorang
kepala pengawal yang ingin menghabiskan waktunya bersama dengan kekasihnya yang
merupakan seorang kepala pelayan. Hubungan keduanya belum diketahui oleh tuan
besar meng karna mereka takut dihukum.
__ADS_1
Flasback end
“Siapa yang telah menyalakan dupa diruangan ini? Disatu sisi itu menguntungkan bagiku
sehingga saya memiliki waktu yang sangat intim dengan liana, tapi jika saja
yang datang bukan liana pasti sudah terjadi bencana. Aku harus menyelidiki
masalah ini tanpa diketahui oleh siapapun” batin liu meng.
Kemudian liu meng meninggalkan ruangan dan kembali kepaviliun nya untuk membersihkan
diri.
Lilina kembali kepaviliun dan menyuruh dayangnya untuk membantu ia membereskan barang bawaannya,
setelah ia menyusun barang bawaannya ia menitipkan surat kepada dayang agar
surat itu ia samapaikan kepada tami ta.
Liliana berjalan kegerbang mansion dan melihat seekor kuda putih yang telah dipersipkan
untuk keberangkatannya. Liliana kemudian menaiki kuda dan berbalik sebelum
meninggalakn mansion dan melambaikan tangan kepada beberapa pengawal dan
pelayan yang mengantar kepergian liliana dalam melanjutkan petualangannya.
“Sampai jumpa semuanya dan terimakasih sudah mengantarku, Semoga kita bertemu lagi”
ucap liliana sembari memacu kudanya.
“Sampai jumpa juga nona dan semoga nona diberkati oleh dewa” ucap pengawal dan pelayan
dengan serentak.
Penjaga gerbang berkata “Padahal nona sangat baik sekali, dia tak pernah merendahkan kita”.
“Ia juga sangat serasi dengan tuan muda, sangat disayangkan mereka tidak menikah”
celetuk salah satu pelayan.
dayang liliana sembari melangkahkan kakinya ke ruang makan untuk menyampaikan
surat dari liliana.
Kepergian liliana yang sangat mendadak dikarenakan ia malu akan kejadian semalam dan
bingung harus bersikap kepada tuan muda liu meng sehingga ia memutuskan
melanjutkan perjalanan tanpa berpamitan.
Diruang makan semua sudah berkumpul mereka hanya menungu kedatangan liliana untuk
sarapan.
“Tumben liliana belum kunjung datang, ada apa dengannya ya?” ujar tuan besar xiu meng
dengan tenang.
Mendengar ucapan sang ayah membuat tami ta langsung menjawab “Hmmm pasti dia ketiduran
lagi, liana dangat susah bangun ayah”.
Mendengar adik dan ayahnya yang berdebat membuat liu meng mengingat kejadian yang
membuatnya memantapkan hati untuk mendapatkan hati liliana. “Kenapa liana belum
datang ya, apa mungkin dia malu??” batinnya liu meng.
Namun tiba-tiba seorang pengawal memberitahukan bahwa dayang liliana didapan aula
makan, tanpa basa-basi tuan meng langsung mempersilahkan dayang tersebut masuk.
“lapor tuan, hamba datang ingin menyampaikan pesan dari nona liliana” ucapnya membari
bersujud tanpa berani mengangkat kepalanya.
__ADS_1
“Katakan” ucap tuan xiu meng dengan tenang.
Dayang pun menjelaskan “Baik tuan, nona liliana meninggalkan mansion untuk melanjutkan
perjanalannya,,,,” namun tami ta langsung berdiri “ Apaaa? Kenapa ia tidak memberitahukan
nya padaku, lancang.....” teriak tami ta.
Pelayan itu pun gemetaran dan tuan besar xiu meng segera menghentikan tindakan tami ta “Jaga
sikap kamu putriku dan kamu lanjutkan “ ucapnya.
Tami ta segera duduk kembali dan dayang itu melanjutkan penjelasan sembari
menyerahkan surat itu kepada tuan besar xiu meng.
Setelah itu mereka kembali kepaviun masing-masing, Tuan besar xiu meng merasa
berterimakasih kepada liliana karna pergi tanpa diketahui oleh tami ta. Semua
ini ia lakukan agar tami ta tidak memaksakan diri mengikuti liliana.
“Maafkan aku putriku aku harus melakukan ini agar kamu tidak memaksaku menginjinkan mu
mengikuti liliana, Liliana gadis yang sudah ditakdirkan dan tidak semua orang
bisa bertahan disisinya karna akan banyak bahaya yang menantinya” Batin tuan
besar xiu meng.
Kemudian tuan besar xiu meng membuka gulungan surat yang telah liliana tulis, Surat
tersebut berisikan rasa trimaka kasih liliana untuk tempat tinggal dan semua
yang yang telah dilakukan oleh tuan besar xiu meng. Namun diakhir surat ada
kalimat yang mengganggu pikiran tuan besar xiu meng “Aku adalah putri dari
gadis masa depan itu”.
Kemudian tuan besar xiu meng mengingat semua kenangannya dengan gadis cantik dan unik
yang ia temui, “Setidaknya aku tahu bahwa kamu selamat dan kembali keduniamu”
batinnya.
Tok...tok..tok “ayah bisakah kita bicara sebentar?” tanya liu meng dari balik pintu. Xiu meng
yang mendengar itu menjawab “iya putraku, silahkan masuk” jawabnya.
“Aku rasa kamu ingin menyampaikan sesuatu, apa itu?” ucap tuan besar xiu meng
setelah melihat putranya masuk dan duduk disofa.
“Ayah aku ingin menyusul liliana, aku mengkhawatirkan dia” ucapnya langsung.
“Dia bukan wanita lemah dan melanjutkan perjalanannya sudah menjadi keputusannya,
biarkan lah dia mencari jati dirinya sendiri” ucap tuan besar xiu meng.
Mendengar jawaban sang ayah membuat liu meng langsung berkata “ Tapi ayah aku sangat mencintainya,
aku jatuh hati padanya, jantungku selalu berdebar-debar saat berada didekanya
ayah. Aku mohon ijinkan aku menyusul kepergiannya..”.
“Ayah sangat mengerti perasaanmu nak, aku akan merestui hubungan kalian jika kau
berhasil mendapatkan hatinya. Namun kamu harus menahan diri terlebih dahulu,
biarkan ia melakukan petualangannya sendirian karna ia sangat istimewa” ucapnya
kemudian.
Mendengar keputusan tuan besar xiu meng membuat liu meng hanya bisa mengiyakan dan hanya
bisa bertindak secara diam-diam.
Kemudian mereka mengakhiri pembicaraan mereka dan kembali pada aktivitas masing-masing.
__ADS_1
Jangan lupa dukung karya aku ya readers
Like,coment, dan jadikan favorite ya..