Behind A New World Untuk Liliana Su

Behind A New World Untuk Liliana Su
BAB 18 MENEMUI TETUA LEMBAH SUCI


__ADS_3

Pria bertopeng memutuskan untuk secepatnya membersihkan para penghianat yang berada diistana nya.


“Jayson sudah waktunya para penghianat untuk kamu eksekusi, aku ingin dalam 2 hari ini semuanya sudah bersih. Kirim semua bukti penghianatan ke Pengadilan dan umumkan akan ada diadakan pengadilan terbuka untuk semua rakyat” perintah liu cheng dengan tegas.


Tanpa medengar jawaban jayson, pria bertopeng langsung meninggalkan taman dan pergi beristirahat.


Jayson yang mendengar perintah sang Kaisar langsung segera melaksanakan perintah tanpa bertanya lebih lanjut.


“Keluarlah” ucap jayson sembari menunggu pengawal bayangan keluar dari tempat persembunyiannya.


“Apa yang bisa kami kerjakan tuan” ujar pengawal bayangan secara serentak.


“Hmm segera cari bukti yang dapat memperkuat hukuman untuk para penghianat ini” ujarnya sembari memberikan gulungan surat. Kemudian jayson menambahkan “Aku ingin malam ini sudah berada dimejaku” ujarnya dengan dingin.


Mendengar ucapan jayson sebagai tuan kedua bagi pengawal bayangan langsung segera menjawab “ Baik tuan”, kemudian pengawal bayangan menghilang dan melaksanakan tugas-tugasnya.


Kemudian jayson pergi kuruang kerjanya sendiri untuk mengerjakan pekerjaan yang sangat menumpuk. Gulungan-gulungan surat menumpuk diatas mejanya.


“Sial aku harus berkencan dengan gulungan-gulungan ini” Ucap jayson dengan kesal.


Sementara pria bertopeng atau liu cheng akan pergi kelembah suci namun sebelumnya ia harus meciptakan mutan yang mirip dengannya dan bisa dikontrol dari jarak jauh.


Liu cheng menghabiskan waktu 2 hari menciptakan mutan hingga terbentuklah mutan yang sangat mirip dengannya, perbedaannya hanya terletak pada bagian perut yaitu bekas luka. Semua penghianat pun sudah dieksekusi didepan semua rakyat sebagai bentuk pemeritahan raja yang transparan dan adil. Semua orang mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya tanpa memandang kasta.


Pejabat yang korupsi dijatuhi hukuman mati, pengasingan, dan penyitaan aset sesuai dengan perbuatan yang dilakukan.


Liu cheng menyuruh jayson sang tangan kanan menghadap keruang kerjanya.

__ADS_1


“Saya datang menghadap tuan” ucap jayson dengan tegas sembari menundukkan kepalanya.


Melihat sang tangan kanan dan sekaligus sahabatnya liu cheng segera berkata “Jangan terlalu formal padaku saat kita hanya berdua, kita adalah teman. Bangunlah “ ujar liu cheng sembari kembali fokus kepada dokumen-dokumen yang menggunung.


Mendengar perkataan liu cheng membuat jayson segera berdiri dan langsung duduk disofa yang ada diruangan. Kemudian ia berkata “Ada apa kamu memanggilku, aku masih banyak sekali pekerjaan yang belum selesai. Berkas-berkas sialan itu membuatku harus diruangan sepanjang hari”.


Mendengar keluhan jayson membuat liu cheng menghentikan pekerjaanya dan berkata “Aku akan pergi kelembah suci dan tidak tau kapan akan kembali, namun aku akan usahakan secapat mungkin kembali”.


Jayson yang mendengar itu langsung berkata “Kamu sangat menyebalkan, aku baru saja akan meyelesaikan perkejaanku, aku butuh waktu untuk kerumah keindahan. Aku ngak mau ngerjakan semua pekerjaanmu yang belum siap itu” kemudian jayson melirik liu cheng dengan tatapan kesal dan sinis.


“Aku hanya ingin memastikan kepada tetua lembah suci mengenai ramalan itu, Gadis ramalan itu sudah tiba dan tidak bisa kujangkau” ujar liu cheng sembari menerang.


Mendengar ucapan liu cheng membuat jayson luluh dana berkata “Baiklah aku akan selalu mendukungmu, tapi bagaimana dengan kekosongan penguasa nantinya?” kemudian jayson melihat wajah liu cheng tenang sehingga membuat jayson menebak-nebak jawaban liu cheng.


Mendapat pertanyaan dari jayson membuat liu cheng memandang sudut ruangan sehingga membuat jayson mengikuti arah yang dilihat liu cheng.


Melihat kelakukan jayson yang aneh menurut liu cheng membuat ia berdehem. “Hem...hem...itu mutan yang aku ciptakan untuk menggantikan aku disingasana, Dia mutan” Ujar liu cheng.


“Baiklah aku setuju, setidaknya tidak terjadi kekosongan kekuasaan. Aku mendukungmu teman” ujar jayson, Kemudian jayson menambahkan “Aku sudah bisa pergi? Masih banyak pekerjaanku ditambah pekerjaanmu”


“bailah silahkan pergi dan jagalah keseimbangan pemerintahan selama aku meninggalkan istana” ujarnya.


“Baiklah aku undur diri” ucap jayson dan langsung pergi meninggalkan ruang kerja iu cheng.


Setelah liu cheng menyelesaikan pekerjaannya ia langsung bergegas istirahat karna tengah malam ia akan melakukan perjalana kelembah suci.


Tengah malam telah tiba dan liu cheng bagun dan bersiap-siap melakukan perjalanan jauh, semua keperluannya yang telah dipersiapkan oleh tangan kanannya ia bawa dan ia segera bergegas melakukan perjalanan jauh. 3 hari telah berlalu dan ia telah sampai digerbang pintu lembah suci dan ia disambut dengan hangat.

__ADS_1


“ Salam dari kami dan Selamat datang kelembah suci kaisar pemimpin negeri ini” Ujar semua masyarakat yang menyambut kedatangan sang kaisar.


“Salam kalian saya terima, bawa saya menghadap tetua” ujar liu cheng dengan tegas.


Liu cheng diarahkan memasuki sebuah pondok yang tertutup rapat karna tetua sedang bermeditasi didalam.


Mendengar langkah kali memasuki tempat bermeditasi membuat tetua lembah suci membuka kedua kelopak mata dan berkata.


“Kapan kamu bertemu dengannya?” kata tetua lembah suci dengan ekpresi yang tenang.


Mendat perntanyaan yang mendadak membuat liu cheng linglung beberapa detik, kemudian ia dengan cepat menguasai ketenangannnya kembali dan berkata “beberapa minggu yang lalu dan kemudia ia menghilang secara misterius” jawab liu cheng.


Mendengar jawaban liu cheng membuat tetua lembah suci merasa lega dan berkata “setidaknya ia belum bertemu dengan kalian, itulah takdirnya”.


“Apa maksud tetua?” ujar liu cheng kemudian.


Mendengar pertanyaan liu cheng membuat tetua lembah suci diam dan berkata “yang mulia kaisar kita duduk terlebih dahulu agar kita bisa berbicara dengan tenang.


Setelah mereka duduk dengan nyaman, seorang wanita berparas lembut dan anggun memasuki ruangan dan menuangkan teh dan membawa camilan. Namun wanita itu tidak dilirik oleh liu cheng karna ia hanya jatuh hati dengan keindahan gadis ramalan.


Tetua lembah suci berkata “Yang mulia kaisar sebelum saya memulai cerita saya ingin memperkenalkan diri. Saya tetua lembah suci generasi yang ke-50 dan nama saya Biyan’.


“Salam kepada kakek biyan” kemudian liu cheng menatap kakek biyan untuk menceritakan ramalan.


Kemudian kakek biyan berkata “Baiklah sudah waktunya ramalan ini saya jelaskan. Saya sudah pernah mengirimkan ramalam tersebut kekakek buyutmu, namun...


Jangan lupa dukung karya aku ya readers

__ADS_1


Like, coment, dan jadikan favorite ya..


__ADS_2