
Setelah kepergian liliana dan tami ta ke pasar, tuan besar xio meng berjalan ketempat
pelatihan dan menyuruh pengawal memanggil ksatria yang melatih liliana.
Tuan besar xio meng duduk disebuah pondopo disudut lapangan latihan. Kemudian
ksatria yang dipanggil menghadap xio meng.
“Salam kepada tuan besar xio meng” ucap pengawal sembari memberi salam dengan
membungkukkan badannya.
Melihat ksatria sudah menghadap tuan xio meng berkata “Berdiri lah dan duduk bersamaku,
kamu adalah anak dari teman baik ku. Seharusnya kamu memanggilku paman”.
Mendengar perkataan tuan besar xio meng membuat ksatria yang bernama hiu jang tanpa
sungkan duduk disamping paman.
Kemudian hiu jang berkata “Akhir-akhir ini paman sangat sibuk dan hari ini baru
berkunjung ketempat pelatihan. Ada angin apa paman ingin menemuiku?”.
“huhhh aku memang sangat sibuk akhir-akhir ini. Banyak sekali yang mengusik
perdanganku dan juga penghasilanku yang lainnya” setelah berkata demikian tuan
xio meng menghela nafas kemudian melanjutkan perkataannya.
“Kamu tahu kan bahwa putriku sudah sembuh sekarang dan ia sangat dekat dengan gadis yang bernama
liliana itu. Aku hanya ingin bertanya bagaimana perkembangannya”.
Mendengar ucapan paman membuat hiu jang heran dan bertanya “Tami ta sekarang sudah
sembuh. Siapa tabib yang menyembuhkannya paman?”.
“Itulah yang membuatku heran nak, kamu tahu sendiri kan bahwa semua tabib sudah aku
undang menyembuhkan putriku namun tidak ada yang berhasil. Namun gadis itu,
maksudku liliana bisa menyembuhkannya”.
“Jadi yang menyembuhkan tami ta adalah liliana, pantasan tami ta menyuruhku mengajari
liliana untuk beladiri. Gadis itu memang sangat mengejutkan” Ujarnya kemudian.
Mendengar ucapan hiu jang membuat tuan xio meng mengingat tujuannya menemui hiu jang.
Ia segera bertanya “jadi bagaimana perkembangannya? Aku hanya ingin dia menguasai
teknik beladiri sehingga ia bisa menjaga dirinya” ujarnya kemudian.
Dengan cepat hiu jang menjawab “Dia sangat luar biasa paman, baru kali ini aku
mengajari seseorang yang dengan cepat memahami gerakan-gerakan yang sulit.
Perkembangannya sangat cepat dan aku merasa dia memiliki kekuatan yang tidak
terbatas dan sangat besar apabila dilatih dengan tepat”.
Mendengar semua ucapan hiu jang membuat tuan besar
xio meng menghela nafas dan berujar dengan lirih “Dia memang sangat mirip
dengannya”.
“mirip dengan siapa paman? Apa ada yang paman ketahui tentang dia dan tidak aku
ketahui?” ucap hiu jang dengan tatapan menyelidik ke tuan besar xio meng.
Melihat tatapan hiu jang membuat tuan besar xio meng mengalihkan pandangannya dan
segera berkata ‘Aku ingin kamu membantu dan melatih liliana dengan baik. Aku
__ADS_1
merasa berhutang budi padanya, dia menolong hidup putriku, kemudian ia
menyembuhkannya, dan yang terakhir dia selalu menemani putriku saat semua orang
menjauhinya”.
“Baik paman, aku akan melatih liliana dengan sangat baik. Tapi itu tidak gratis
paman” Ujarnya dengan senyum- senyum.
Medengar ucapan hiu jang membuat tuan besar xio meng merasa was-was dan berkata “Apa
yang kamu inginkan kali ini. Jika kamu meminta hal-hal yang aneh silahkan
urungkan saja”.
“Paman kamu sangat curigaan sama ponakan sendiri, aku hanya ingin menjadikan paman
sebagai mertuaku. Paman tahu sendiri bahwa aku sangat mencintai tami ta” Ucap
hiu jang kemudia ia melanjutkan perkataannya “Paman harus melakukan sesuatu
agar aku bisa melakukan pendekatan dengan tami ta”.
“Hmm baiklah, aku akan membantumu mendekati putriku. Jadi jangan lupa mengajari
liliana dengan keras” Ujarnya, kemudian tuan besar xio meng berdiri dan berkata
“Haa seilahkan lanjutkan aktivitasmu aku harus pergi mengurus sesuatu”.
Mendengar ucapan paman, hiu jang segera berkata “baik paman. Aku pamit paman” Kemudian
hiu jang meninggalkan pandopo dan segera bergabung untuk malatih pengawal
lainnya.
Sembari berjalan keruang kerjanya tuan besar mengingat semua kesamaan antara liliana
dengan cinta pertamanya yang menghilang secara misterius.
tidak membiarkan siapapun mengganggunya karna ia sangat sibuk.
Kemudian tuan besar xio meng membuka sebuah kotak yang ia ambil dari bawah tempat tidur
yang ada disudut ruangan.
Ia melihat gulungan yang diikat dengan tali berwarna putih, kemudian ia membuka
ikatan dan lukisan seorang wanita yang sangat cantik terpampang dengan jelas.
Matanya mulai berkaca-kaca dan ia berujar dengan lirih “Aku sangat merindukanmu,
aku...aku...sangat mencintaimu. Kamu sangat jahat, kamu menghilang seperti
ditelan bumi. Aku menemukan seorang gadis yang sangat mirip denganmu, hanya
saja bola mata kalian berbeda. Aku tahu dia adalah putrimu, aku akan menjaganya
selama ia berpetualangan disini”.
Setelah selesai meluapkan isi hatinya tuan xio meng menutup kembali gulungan lukisan
itu dan memasukkan kedalam kotak. Tuan besar xio meng menghela nafas besar dan
menutup kotak dengan berat hati dan mengembalikannya ketempat semula.
Flassback
Seorang gadis yang berpakaian aneh duduk ditepi sungaisembari melempar kerikil kecil
kesungai.
Melihat seorang gadis yang aneh dan sangat cantik membuat xio meng yang sedang berburu
segera menghampiri gadis itu dan segera berkata ‘Seorang gadis tidak boleh
__ADS_1
sendirian dihutan tanpa ditemani siapapun”.
Mendengar suara xio meng membuat diana menoleh dan segera bangkit dari duduknya dan
berkata “Tuan aku tersesat disini, aku mohon tuan tolong antar aku kevilla kuluargaku”.
Xio meng meneliti penampilan diana yang aneh menurutnya dan ia segera berkata “kamu
seorang gadis tetapi kenapa berpakaian aneh dan terbuka? Apakah kamu gadis dari
rumah keindahan?” ujarnya sembari membalikkan badan dengan muka memerah.
Mendengar tuduhan pria aneh menurut diana membuatnya sangat marah dan ia berkata dengan
marah “Hei orang aneh aku bukan gadis dari rumah keindahan. Aku seorang nona
muda yang sedang berlibur dipulau ini. Kau sangat menjengkelkan” Ujarnya
kemudian.
Karna merasa bersalah tuan besar xio meng berkata “baiklah lupakan saja perkataanku
yang tadi, jadi kemana saya harus mengantar nona, tapi nona harus memakai jubah
ini dulu” sembari membuka jubahnya dan memberikannya kepada diana.
Melihat perlakuan tuan besar xio meng membuat diana tersentuh dan kemudian ia
meyodorkan tangannya dan berkata “Perkenalkan, aku diana putri tunggal
kongklomerat di kota X. Nama kamu siapa?”.
Mendengar ucapan gadis yang bernama diana membuat jantung tuan besar xio meng berdeguk
dengan keras, kemudian xio meng berkata “namaku xio meng. Kamu bisa memanggilku
xio, Baiklah aku akan membantumu mencari rumahmu” ujarnya kemudian.
Setelah berjalan berputar-putar mereka menjadi sangat dekat, setelah mereka bercerita
banyak diana menyadari bahwa ia melakukan perjalanan waktu.
“Aku tidak tau bahwa kamu akan percaya padaku xio, tapi aku bukan berasal dari benua
ini. Aku planet yang namanya bumi” ujarnya sembari menatap xio meng.
Mendengar perkataan diana membuat langkah kaki xio meng berhenti kemudian ia berbalik dan
menatap kedua bola mata diana yang tidak menunjukkan tanda-tanda kebohongan.
Kemudian xio meng berkata “Aku sebenarnya kurang percaya, tapi aku akan mencoba mempercayaimu.
Jadi kamu sekarang bagaimana? Hari sudah gelap sebentar lagi malam, aku ingin
mawarimu tempat tinggal sementara jika kamu tidak keberatan” ujarnya kemudian.
Diana yang tidak punya pilihan segera mengiyakan ajakan dari pemuda yang baru ia
kenal. Selama dalam perjalanan membuat xio meng merasa bernafsu saat melihat
keadaaan diana, namun ia berusaha keras untuk tidak kehilangan kontrol terhadap
dirinya.
Diana tinggal dirumah xio selama ia menjelajahi waktu, Diana yang tidak tujuannya
menjelajahi waktu sehingga ia dengan tiba-tiba ditarik kemabali keplanet bumi
sehingga ia belum sempat mengucapkan selamat tinggal xio meng.
Selama mereka tinggal bersama benih-benih cinta sudah tumbuh namun mereka belum sempat
mengungkapkan ketertarikan satu sama lain.
Jangan lupa dukung karya aku ya readers
__ADS_1
Like, coment, dan jadikan favorite ya..