
Namun cerita mereka didengar oleh Liu meng sehingga membuat amarah didadanya berkobar, dia mengepalkan tangan dengan sangat kuat kuku-kuku menancap kulit telapak tangan sehingga darah mengalir dari telapak tangannya.
Dengan amarah yang membuncah liu meng meninggalkan taman dan segera pergi kearah hutan untuk menemui organisasi yang ai bentuk.
Liu meng memang bukan seorang pangeran namun liu meng merupakan seseorang yang sangat berpengaruh didunia gelap.
Seluruh penjuru dunia gelap sangat mengenal organisasi pembunuh bayaran yang sangat ditakuti bernama black wolf yang dipimpin oleh liu meng dengan gelar fire wolf.
Setelah beberapa saat berlalu tiba-tiba tuan besar xiu meng berkata” Aku tahu kamu bukan berasal dari dunia ini” sembari memandang ekspresi liliana.
Liliana yang mendengar ucapan tuna besar xiu meng langsung menegang sesaat kemudian ia mengubah ekspresinya menjadi tenang dan berkata “Apa maksud tuan” aku kurang paham” ujarnya.
“Hahahahah anak muda..... kamu jangan mengelak, semua sudah jelas terlihat dari ekspresimu” ujarnya sembari manahan tawa.
Liliana yang mendengar itu hanya diam dan tetap mempertahankan sikap tenang tanpa ekspresi.
Melihat sikap liliana tuan besar xiu pun berkata “ Kamu bukan yang pertama kali datang kedunia ini, kamu yang kedua dan yang pertama itu adalah seorang wanita yang sangat anggun dan cantik”.
Kemudian tuan besar xiu berkata “jika kamu ingin mengetahuinya besok akan kuberitahu, mmm ini sudah siang dan aku ada urusan, aku pergi dulua ya nak dan terimakasih untuk informasimu yang tadi” ujarnya kemudian ia berdiri dan meninggalkan liliana sendirian ditaman.
Liliana hanya bisa memandangi punggung tuan besar dengan berbagai macam pertanyaan dibenaknya.
“Sepertinya matahari sudah naik, aku harus segera kembali kekamarku.” Ujar liliana sembari meninggalkan taman.
Sementara Tami ta menyendiri didalam kamar meratapi nasib buruk yang menimpanya “Aku harus membalas dendam dengan bajingan itu, apapun yang terjadi aku harus membuatnya menderita” ujarnya.
Tami ta melihat wajahnya yang sangat jelek dicermin kemudian ia meraung marah dan meraih cermin dan memecahkannya kelantai.
“Arggggghhh wajahku tak secantik dulu lagi hiks...hiks...aku tidak bisa menerima ini” lirihnya dengan suara yang sangat pelan dan sesegukan.
Saat liliana melewati kamar tami ta ia mendengar semua tangisan dan juga amarah tami ta membuat liliana tidak tega untuk segera meninggalkan mansion keluarga meng.
__ADS_1
Tok...tok...tok “Tami ta buka pintunya, ini aku liliana” ujarnya liliana.
Tami ta diam sebentar kemudian ia berkata “Pergilah dan tinggalkan aku sendirian liana, aku butuh waktu aku sudah seperti monster. Aku malu terhadap diriku sendiri” liirhnya dengan sesegukan..
Mendengar itu membuat liliana emosi dan berkata “Heiii bodoh kenapa kamu meratapi apa yang terjadi, bukankah kamu ingin balas dendam haaa” teriak liliana dengan suara keras.
“Gimana aku mau balas dendam liana, wajahku saja sangat jelek seperti monster” lirihnya menjawab bentakan liliana.
“Aku bilang buka pintunya.....jika dalam hitungan tiga belum kamu buka, aku akan menggantungmu dengan kepala dibawah ditengah alun-alun kota” teriak liliana dengan muka garang.
Medengar ucapan liliana yang sangat menyeramkan membuat tami ta terpaksa membuka membuka pintu “kenapa kamu sangat menyebalkan liana, cepat masuk sebelum ada yang melihat wajahku yang sangat serem” ujarnya sembari menarik cepat tangan liliana dan menutup pintu kemudian.
Semua tindakan mereka dilihat oleh tuan besar xiu meng yang ingin membujuk tami ta keluar dari kamar karna pelayan pribadi tami ta melaporkan bahwa tami ta mengamuk dan mengunci diri sendiri dikamar.
“Hmmm sepertinya aku tidak perlu khawatir dengan keadaan putriku saat ini, gadis itu bisa membuat putriku yang keras kepala menurut dan patuh “ batinnya kemudian tuan besar xiu meng berbalik dan pergi kembali keruang kerjanya.
Liliana berkata “Tami ta aku bisa menyembuhkan wajahmu kembali, tapi...”, dengan cepat tami ta menjawab “Aku akan melakukan apapun yang penting wajahku kembali seperti dulu” ujarnya dengan cepat dan memotong ucapan liliana.
Liliana cemberut dan menutup mulut tami ta yang berkomat-kamit dengan telapak tangannya “heiii diam dulu....kamu sangat berisik sekali .Aku belum selesai berbicara dan kamu seenaknya memotong pembicaraanku” ujar liliana, kemudian ia melihat tami ta yabg cemberut dan diam.
Sebelum liliana keluar ia berbalik dan berkata “ Ini tidak gratis tami ta okay, aku ingin kamu menyuruh ksatria mengajariku bela diri . jika kamu setuju datanglah besok dengan bahan-bahan yang sudah kutulis”.
Tami ta dengan heran membaca daftar nama tumbuhan yang ditulis liana “Aku kira ia akan memintaku untuk menyetujui kalo ia ingin menikah dengan abangku, bukankah semua wanita tergila-gila pada dia. Atau setidaknya minta koin emas dan perhiasan “ Gumam tami ta dengan heran.
Dengan cepat tami ta menyerahkan list yang dikertas kepada kepala pelayan untuk segera mencari bahan itu.
Malam pun berlalu namun semua penghuni mansion menghabiskan waktunya makan dikamar masing-masing karna sangat sibuk dengan kegiatan masing.
Lilina duduk jendela kamarnya dan memandang kelangit “Malam ini sungguh gelap dan sunyi, namun bintang-bintang bersinar menerangi malam yang gelap. Cahayanya sangat indah dan itu membuatku rindu dengan papa dan mama” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
“Sepertinya aku sangat cengeng akhir-akhir ini, sebaiknya aku tidur agar cepat bangun besok pagi” batin liliana dan ia menutup jendela dan berbaring untuk tidur.
__ADS_1
Pagi hari pun tiba dan seorang pelayan memasuki kamar liliana dan ia menyedikan air hangat di bath up dan menyediakan pakaian berwarna putih diatas ranjang.
Liliana yang terganggu pun langsung bangun dan melihat pelayan dan berkata “kenapa kamu sangat cepat sekali datang? Ini masih sangat pagi” ujar liliana dengan muka mengeluh.
Karna pelayan itu sudah dekat dengan liliana itupun berkata “ Nona liliana ini sudah terik dan matahari sudah sangat tinggi, Sebentar lagi nona muda tami ta akan datang”.
“haaaa mau ngapain anak itu kemari” ujar liliana dengan pandangan menyelidik kearah pelayan.
“Apa nona lupa untuk menyembuhkan nona tami ta, astaga nona bagaimana ini? “ ujar pelayan dengan ekspresi kaget.
“Hahahahaha tidak usah khawatir, aku bisa mengatasinya. Tapi aku kelaparan bibi, aku mau makan dikamar saja ya” ujar liliana kemudian ia melarikan diri memasuki kamar mandi.
Melihat tingkah liliana yang sangat lucu dan bar-bar membuat pelayan menggelengkan kepalanya dan ia mengambil makanan untuk liliana.
Setelah menyelesaikan ritual mandi lilian melihat sarapannya diatas meja dan langsung memakannya.
Setelah makan lilina duduk dan menunggu kedatangan sahabatnya “Hmmm lama sekali dia” ujarnya.
Tiba-tiba pintu kamarnya dibuka dengan kasar dan masukla tami ta dengan senyum yang sangat lebar dan berkata “Sepertinya kamu sangat menantikan kedatangannku”.
Liliana yang sudah naik pitam karna tekejut berkata “ Heii.... dimana sopan santunmu, kamu bertamu tapi serasa seperti dikamar sendiri. Ahhhh sudahlah aku bisa gila jika terus meladenimu” ujarnya kemudian.
“Hahahahaha liana kamu bisa emosi ternyata, Okay sekarang mau bagaimana bahan ini?” Ujar tami ta.
Liliana kemudian mengikat rambut tami ta dan melap wajahnya dengan air hangat, kemudian mengaplikasikan masker daun lidah buaya yang sudah dihaluskan kewajah tami ta.
Kemudian ia juga mengaplikasikannya kewajahnya dan berkata “Ini namanya kita maskeran, Kita harus menunggu sampe maskernya kering” ujar liliana.
Tami ta hanya menuruti liliana, kemudian liliana mengeluarkan 1 bungkus kream yang bisa meregenerasi kulit dari tasnya dan menunangkan kedalam wadah dan mengaduk hingga tercampur secara merata.
Setelah itu mereka tiduran ditaman yang sudah dibuat alasnya, Dibawah pohon yang rindang mereka membaca buku sebagai kesibukan masing- masing namun....
__ADS_1
Jangan lupa dukung karya lee dengan like, komen, dan juga tambahin kefavoritenya ya....
Semangat untuk kita dan salam hangat dari lee ya