
Sinar matahari menembus celah gorden dan menyilaukan pandangan seorang gadis yang masih asik begelut dengan selimutnya.
“Hoam...hoam... aku masih ngantuk, Bibi ma... bibi ma” teriak liliana sembari bangun dan mengumpulkan semua kesadarannya
Kemana bibi ma ya??~ batin liliana, “mungkin bibi lagi sibuk, “sebaiknya aku mandi dan bergegas menacari bibi, mana perutku sudah sangat lapar”~batin liliana dan bergegas mandi.
Setelah selesai mandi pagi, liliana keluar dari kamarnya dan langsung pergi menuju dapur karna perutny sudah berbunyi minta diisi makanan.
“Didapur pun bibi tidak ada, huhhh sebaiknya aku memeriksa meja makan matau bibi sudah menyiapkannya” batin liliana sembari membuka tudung saji diatas meja, namun sarapan pagipun belum tersaji.
“kemana sebenarnya bibi? Makanan pun tidak dimasak bibi, apa mungkin bibi sakit ya? Pikir lilian.
Karena sudah kelaparan liliana hanya memakan roti dengan mengolesi selai coklat dan membuat segelas susu sebagai pelengkap sarapannya.
Setelah melakukan ritual sarapannya, liliana bergegas kerumah dibelakang villa untuk memastikan keadaan bibi ma dan paman ma. Namun saat tiba dirumah bibi ma, liliana sangat terkejut karna rumah tersebut sangat berantakan seperti tidak pernah dihuni selama bertahun-tahun.
“Ini sungguh aneh, Apa selama ini bibi ma dan paman tidak tinggal disini? Aku jadi merinding” ~batin liliana, semua bulu kuduk liliana merinding dan ia merasakan seperti ada yang mengawasinya.
Karena merasakan ketakutan liliana kembali ke villa tanpa melihat kebelakang. Lalu tiba-tiba muncul kakek-kakek setelah kepergian liliana “Hmm sepertinya ramalan mengenai penyelemat itu bukan dia, gadis itu tidak memiliki keistimewaan sama sekali” ~Batin kakek misterius sembari tersenyum samar dan menghilang kemudian.
DIZAMAN KUNO
“Liliana terbunuh dengan sebuah panah beracun menempus dada kirinya, sementara pelaku berbaju hitam melarikan diri dengan cepat. Gadis kecil....shh...shhh gadis kecil bangun jangan tutup matamu. Kamu harus menjadi istriku, bangunlah gadis kecil. Tidakkk.... tidakk gadis kecil” ungkap pria bertopeng dengan mata terpejam
“Bangun tuan... tuan bangun” kata jayson menggoyangkan lengan pria bertopeng
“Gadis kecil.....hosh...hoshhh “ teriak pria bertopeng dan langsung duduk diatas peraduan, “ternyata aku berpimpi buruk, ada apa ini sebenarnya? Kenapa aku bermimpi tentang gadis kecil itu” ~Batin pria bertopeng sembari menyuruh pengawal pribadinya untuk kembali bertugas.
Setelah melamun dengan waktu yang cukup banyak, pria bertopeng keluar dari kamarnya melalui jendela kamar ia langsung mengarahkan langkahnya kedalam hutan terlarang.
Sesampai dihutan terlarang ia duduk ditepi danau yang memantulkan sinar bulang yang sangat indah, “Aku akan selalu menunggumu gadis kecilku, hanya kamu yang pantas bersanding denganku, sudah lama aku menantikan kehadiranmu” ~batin pria bertopeng.
__ADS_1
Pria bertopeng kemudian tersenyum bangga dan mangatakan kepada dirinya sendiri “Walaupun kamu menolakku aku akan tetap menjeratmu agar disisiku, aku menginginkanmu untuk diriku seorang, akan kurantai kakimu gadis kecil agar tak ada seorangpun yang bisa menikmati kecantikanmu” Setelah berkata demikian, pria bertopeng tersenyum bangga dengan perkataanya sendiri.
SEMENTARA DI VILLA
Karna liliana merasakan diawasi ia segera mencari smartphone untuk menghubungi kekasih hatinya. Namun sekali lagi dewi fortuna tidak berpihak kepadanya, Jaringan di smartphone nya tidak ada sama sekali.
“Hahhh kenapa jaringannya tidak ada, Hmmm aku harus segera mencari pertolongan untuk mencari bibi ma dan paman ma. Aku yakin mereka lagi membutuhkan pertolonganku” kata liliana dengan lirih.
Liliana sesegera mungkin menyusun barang bawaanya diransel kesayangannya, Smartphone, powerbank, P3K, baju, makanan ringan, teropong, kompas, Camera dari mantan, alat sengat listrik (jaga-jaga untuk melawan binatang buas ), dan senter.
“Semuanya sudah beres” kata liliana sembari mengepang rambutnya dengan model ekor kuda, Liliana memakai hotpant, tanktop dengan jaket tebal dan topi kupluk yang baru ia beli sebelum berlibur.
Liliana menulis sepucuk surat kepada kekasih hatinya dan ia meletakkan surat itu diatas kasurnya, kemudian ia menggendong ranselnya keluar meninggalkan villa.
“Aku akan menyelamatkan bibi ma dan paman ma, Aku ngak boleh menjadi penakut. Aku selalu pemenang taekwondo jadi aku bisa mengalahkan penjahat yang menyekap bibi dan paman” kata liliana untuk mengobarkan semangat dalam dirinya.
Liliana sudah menyusuri dipesisir pantai namun ia belum mendapatkan tanda-tanda keberadaan bibi ma dan paman ma, kemudian ia memasuki hutan dengan menggunakan kompas agar ia tidak tersesat.
Belum sempat liliana menghabiskan makan malamnya, ia melihat seorang kaket yang lengannya terluka seperti luka cakaran.
“Tolong aku nak, aku diserang binatang buas” kata kakek dengan terbata-bata sambil menahan rasa perih dilengannya dan terjatuh ketanah.
“kakek jangan banyak gerak, darahnya akan semakin keluar dan memancing binatang buas kakek” kata liliana dengan cepat sembari berlari kecil menghampiri kakek dan memapahnya.
“iya nak, tolong bantu kakek membalut luka kakek” kata kakek misterius dengan terputus-putus.
“iya kakek” jawab liana kemudian ia membersihkan luka kakek misterius kemudian ia membalut luka tersebut dengan kain kasa setelah diberikan betadine.
Namun tanpa disadari liliana sudah menyembuhkan luka kakek itu dengan mengeluarkan cahaya samar dari tangannya, hanya kakek misterius yang menyadari hal itu dan kakek misterius tersenyum samar.
“Luka kakek sangat dalam jadi kakek harus menjaganya agar tidak basah ya kek. Ohh iya kek, perkenalkan nama saya liliana kek, nama kakek siapa?” Ujar liliana dengan menyodorkan tangan nya untuk berjabat tangan dengan kakek.
__ADS_1
Kemudian kakek misterius menjawab pertanyaan liliana tanpa menjabat tangan liliana namun hanya melihat dan terbengong” iya nak, kamu bisa memanggil kakek dengan kakek Biyan”
Kemudian liliana menarik kekmbali tangannya kemudian membungkukkan badan ala salam jepang kemudian menyapa ” salam kenal kakak biyan”.
Kakek biyan semakin bengong melihat kelakukan gadis cantik dan berujar “ahhh iya salam kenal nak, tegak kan punggung mu nak jangan seperti itu” dengan terbata-bata karna sangat heran melihat salam dari gadis muda itu.
“Ahh iya baiklah kek, Untunglah kakek mengingatkannya. Hahahaha ayok kita berteduh dibawah pohon besar itu kek” Ujar liliana sambil menunjuk sebuah pohon besar.
Kemudian liliana memapah kakek biyan ke pohon besar untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Liliana yang membawa tas rangsel mengeluarkan 2 kotak popmie dan mini termos, kemudian menuangkan air panas kedalam wadah popmie.
Sementara kakek biyan semakin melongo melihat semua gerak-gerik liliana, semuanya kegiatan liliana sangat manari perhatiaanya.
Kemudian liliana menyodorkan popmie yang sudah matang kepada kakek biyan “Ini makan aja kek, aku rasa kakek lapar kan?” ujar liliana kemudian ia fokus untuk makan.
“Ahh iya nak aku sudah beberapa minggu tidak makan” lirih kakek biyan sembari menerima popmie yang diberikan liliana. Kemudian kakek biyan memperhatikan cara memakan makanan aneh menurut kakek biyan.
“ ini sangat enak nak, aku baru pertama memakan makanan seenak ini” kata kakek biyan dengan sangat girang.
“ ini sudah banyak dijual kek, dimana-mana kita bisa mendapatkannya. Emang kakek tinggal dimana? Jawab liliana sembari melirik kearan kakek biyan.
“Aku tinggal ditempat yang jauh nak, kamu juga nanti akan tinggal disana” jawab kakek biyan sembari menerawang tempat tinggalnya.
Mendengar jawaban kakek biyan yang ambigu, liliana berpikir mungkin kakek biyan tinggal didaerah terpencil.
“Aihhh baiklah kek, ini sudah larut kek sebaiknya kita istirahat” ujar liliana dengan bersandar kebatang pohon kemudian menutup matanya.
Setelah 30 menit berlalu kakek biyan membuka mata kemudian ia membatin “Hmmm sepertinya ini waktunya aku pulang, aku harus memberikan gelang ini kepadanya.
Aku harus cepat menyelesaikan tugasku”
Kemudian kakek biyan meletakkan gelang disamping liliana kemudian ia menghilang dan menyatu dengan kegelapan dan keheningan malam, namun.....
__ADS_1