
Entah mengapa hari ini sangat mendung, padahal selama satu minggu ini cuaca cerah dan perkiraan cuaca juga cerah tetapi saat keberangkatan liana dengan jack ke pulau untuk liburan cuaca tiba-tiba mendung. Namun karna sudah menjadwalkan liburan hari ini terpaksa mereka tetap melanjutkan liburannya.
“ Jack, apakah kamu sudah menghubungi penjaga pulau? Aku tidak ingin ada kekurangan dengan liburan kali ini” kata liliana sambil memainkan ponsel kesayangan nya
“Liana yang tenang ya”
“Aku hanya ingin liburan tanpa gangguan jack, aku sangat menantikan hari ini. Aku akan menata hatiku untuk memulai hidupku kembali...” Liliana menghela nafas panjang, kemudian melanjutkan kata-katanya.
“Aku akan memulai kehidupanku disana, selama aku tinggal disini aku tak akan bisa berpikir jernih, Jack aku tidak ingin melupakan mendiang ayah dan ibu hanya saja aku akan melanjutkan kehidupanku tanpa terus terbayang-bayang dengan kenangan kami dulu” Liliana manarik kedua sudut matanya yang masih terlihat basah, dia berusaha untuk tidak mengingat kenangan yang dialaminya
“Baiklah liana, tapi aku akan menatap disana selama seminggu untuk memastikan keamanan mu” jack menjawab sambil menatap kebawah
Setelah menempuh perjalanan selama 4 jam akhirnya mereka sampai dan langsung disambut pasangan suami istri sebagai penjaga dan pengurus villa di pulau tersebut. Kemudian jack dan liana beristirahat dikamar yang sama dengan ranjang terpisah karna di villa hanya memiliki satu kamar yang luas dan satu kamar dibelakang untuk penjaga villa.
Liliana dan jack pun semakin hari semakin dekat, jack selalu menjadi sandaran bagi liana sejak liana kecil. Benih-benih cinta pun tumbuh diantara keduanya seiring berjalannya waktu. Pada hari keempat, mereka berencana jalan-jalan ke tepi pantai, Bibi Ma (penjaga villa) meyiapkan bekal untuk dibawa oleh jack dan liliana jalan-jalan
__ADS_1
“Jack, bibi ma sudah menyiapkan bekal diatas meja. Aku akan mengambil camera ke kamar” kata liliana seraya berjalan ke kamar
“ iya sayang, ups iya liana” jawab jack spontan
Liana hanya tersenyum menanggapi jawaban jack karna ia merasa jack hanya menggodanya walaupun hatinya juga berbunga-bunga
“Jack aku lagi serius kamu selalu menggodaku, hmmm ayok cepat bawa bekal kita sebelum matahari semakin terik” kata liana sambil membawa kamera, berjalan mendahului jack.
Jack hanya pasrah membawa semua bekal dan ditinggalkan liana, Jack melihat ke depan dan menemukan objek yang dia cintai dengan penampilan yang menggoda iman. Liana memakai tentop yang menampilkan perut rata dan memakai hotpants yang menampilkan kaki mulus dan panjang
Liana mengernyit kening dengan heran, “ Jack, bukankah pulau ini hanya milik keluarga su? Tidak akan ada orang jack, lagian wajar kalo ke pantai memakai pakaian seperti ini” jawab liana sambil melihat jack yang berlari mengejarnya
“oiya aku lupa liana” jawab jack dengan muka memerah melihat lekuk tubuh liana, ia menelaah ludah dengan kasar
Setelah 30 menit berjalan mereka sampai ditepi pantai yang sangat indah, liana berjalan kearah pohon dan ia membantu jack menata bekal yang mereka bawa, Mereka tiduran sambil menikmati kesejukan alam yang sangat memanjakan mata.
__ADS_1
Liana membayangkan masalah yang menimpanya, mulai dari pacarnya yang selingkuh dengan sahabat baiknya dan Kecelakaan orangtunya yang mengakibatkan kematian. Tanpa dia sadari air matanya mengalir membasahi wajah mulusnya. Jack terkejut dan menoleh kearah liana
“Liana, keluarkan segala beban mu, menangis lah untuk hari ini dan tida untuk besok. Aku siap menjadi sandaran mu liana” kata jack sambil memeluk liana
“Jack, aku sungguh payah”
“Aku kehilangan orang yang aku sayangi jack, Orangtuaku meninggalkanku untuk selamanya, Pacarku selingkuh dengan sahabatku hiks...hiks..hiks” kata liana sambil menangis di pelukan jack
“Liana, menangisi untuk hari ini, luapkan segalanya. Aku mohon jangan menangis untuk laki-laki brengsek itu, aku terluka mendengarnya liana aku.... aku mencintaimu liana” kata jack dengan menatap dalam kedua bola mata liana
Liana Termenung mendengarkan pengakuan jack, kemudian mendongak kan kepala dan melihat kedalam bola mata jack. Tidak ada kebohongan
“Sejak kapan jack??” kata liliana sambil melepaskan pelukan jack dan merebahkan badannya dan menatap kelautan yang luas dan lepas
“Maafkan aku liana, aku tau aku tidak pantas untukmu. Tapi aku mencintaimu sejak pertama bertemu denganmu, aku berpikir ini hanya sementara tapi aku tak bisa menyangkal bahwa aku semakin mencintaimu. Aku bisa gila bila melihatmu menangisi laki-laki brengsek itu” kata jack sambil merapikan pakaiannya dan berdiri memunggungi liana.
__ADS_1