
Saat merasa mereka akan aman tiba-tiba kreta kuda berhenti dan membuat mereka semakin deg-deg an.
Kusir pun berkata “Maaf nona, ada seorang pemuda yang menghalangi kreta kuda kita. Apakah langsung saja saya usir nona?.
Mendengar perkataan sang kusir membuat mereka semakin penasaran siapa yang menghalangi jalan mereka. Dengan tenang liliana berkata “Pak kusir tanyakan kenapa dia menghalangi jalan kita?.
Mendengar ucapan nona nya membuat kusir turun dari kreta dan bertanya ”Kamu kenapa menghalangi jalan kami? Apa maumu, untunglah nona ku baik hari ini kalau tidak mungkin kamu sudah tidak bisa menghirup udara lagi” ucap sang kusir dengan kesal.
Mendengar ucapan pedas kusir membuat mijin yang tepat berada ditengah jalan berkata “Aku hanya lewat dan tidak sengaja menghalangi kreta kalian” ucapnya dengan kesal sembari pergi dengan cepat.
Namun semua interaksi sang kusir dan mijin sudah didengar oleh liliana, hal itu membuat liliana mendesah lega.
“Hufhhh syukurlah dia telah pergi tami, sepertinya dia akan selalu mencari keberadaan kita” ucap liliana sembari melihat tami ta.
Keheningan yang terjadi didalam kreta segera buyar dengan perkataan kusir “lapor nona, sepertinya orang yang menghalangi jalan kita hanya orang yang tidak sengaja nona. Perjalanan akan dilanjutkan nona” ucap kusir.
“Baiklah, silahkan lanjutkan perjalanan” ucap tami ta segera.
Perjalanan pun berlanjut dengan keheningan didalam kreta, hal ini memuat liliana yang tidak menyukai keheningan segera bersuara,”Tami ta sepertinya aku harus secepatnya melanjutkan perjalanan ku. Aku sudah sangat lama berada dirumahmu tanpa melanjutkan perjalananku”.
Mendengar ucapan liliana membuat tami ta terkejut dan berkata”Aku sudah menganggapmu sebagai adikku, jadi jangan berkata seperti itu. Kumohon jangan pergi”.
“Aku harus pergi kak tami ta, kamu kan tahu bahwa tujuanku masih banyak dan tidak boleh terlalu berlarut-larut ditempat ini” ujar liliana.
“Baiklah liliana, kamu sangat kerasa kepala. Tapi sebelumnya kamu harus lebih hebat bertarung denganku. Aku tidak bisa membiarkanmu berpergian tanpa dibekali dengan keterampilan bertarung yang bagus” ucap tami ta.
Medengar syarat dari tami ta membuat liliana senang karna dapat meningkatkan kemampuannya dengan bimbingan orang-orang hebat.
“Baiklah kakak, kamu memang yang terbaik dan aku akan mengalahkanmu demi kebebasanku..huahaaa hahaha”ucapnya sembari tertawa terbahak-bahak.
Kriett...gerbang menuju mansion keluarga meng dibuka dan mereka disambut oleh tuan besar xiu meng dan kakak tami ta meng yaitu liu meng dengan senyuman paling manis.
__ADS_1
“Selamat datang kembali adikku yang manis” ucap liu meng dengan tatapan mengarah ke liliana. Tatapan liu meng adalah tatapan hangat dan penuh cinta.
Mendengar perkataan sang kakak membuat tami ta kesel dan berkata “Yang diajak bicara siapa dan tatapan nya sama siapa”.
Medengar kekesalan putrinya dan perilaku aneh putranya membuat tuan besar xiu meng menengahi mereka da berkata “Sudahlah putriku, kamu pasti sangat kelelahan ayok kita masuk” kemudian tuan xiu meng melihat kearah liliana dan berkata “Nona liliana sebaiknya kita segera masuk kemansion”.
Mendengar ucapan tuan besar xiu meng membuat liliana segera berkata ”baiklah paman” dan segera mengikuti langkah kaki tuan xiu meng kembali kedalam mansion.
Sementara mijin yang sedang mencari keberadaan liliana merasa sangat kesal karna tidak menemukannya tadi.
“Sial aku kehilangan jejak mereka karna kusir sialan itu” ujarnya dengan muka merah padam.
Mijin yang sudah terbiasa hidup dengan dikelilingi wanita membuatnya memutuskan mengunjungi rumah bordil demi mendapatkan kesenagan duniawi.
“Selamat datang tuan dirumah keindahan bunga merak” ucap seorang wanita yang menyambut kedatangan tamu. Kemudian wanita itu menawarkan minumana kepada mijin “Tuan ingin minum arak?” bisiknya kepada mijin.
Mijin yang merasa sangat kelelahan segera mengiyakan “Aku pesan arak yang paling mahal” ucapnya sembari memeluk gadis itu dan membawanya kepangkuannya.
“Ahh...baiklah sayang, aku menunggumu” ucap mijin dengan tatapan sensual.
Setelah beberapa saat, wanita yang bernama nindi segera membawa arak dan duduk dipangkuan mijin.
“Sayang......aku tuangkan araknya ya” ucap nindi dengan muka memerah.
Kemudian mijin dan nindi minum bersama dengan nindi duduk dipangkuan mijin. Kesempatan ini tidak dilewatkann mijin dengan Cuma-Cuma, tangannya aktif meremas bokong nindi.
Karna mereka sudah sangat mabuk dan sangat bergairah, mereka memesan satu kamar di rumah bordil dan mereka menghabiskan malam yang indah bersama.
Pagi telah tiba dan membuat mijin bangun dengan kepala yang sangat sakit dan berat.
Kemudian ia mendesah kasar dan membatin “Ahhh semalam aku menghabiskan banyak sekali arak, aku menghabiskan malam dengan wanita bordil sialan itu”.
__ADS_1
Saat akan keluar dari rumah bordil mijin melihat gambar dirinya yang telah dijadikan buron. Hal itu membuat mijin kesal dan segera melakukan penyamaran.
Flash back
Saat tami ta dan liliana kembali ke mansion keluarga meng, tami ta menceritakan semua kejadian yang terjadi dipasar kepada ayahnya dan kakaknya.
“Ayah...aku sangat takut, orang yang menculik ku ada dipasar, dia sedang mencari kami” ucap tami ta sembari memeluk ayahnya dan menangis sesegukan.
Liu meng yang mendengarkan cerita adik kesayangannya langsung mengundang seorang pelukis untuk melukis wajah penjahat mijin. Setelah mereka mendapakan gambar wajah mijin, liu meng langsung menyebarkan itu ke organisasi yang ia pimpin untuk membunuh orang itu dengan upah yang sangat besar.
Wajah mijin sudah men jadi buron dikalangan masyarakat. Tulisan dibawah gambar wajah mijin yaitu “Barang siapa yang bisa membawa kepalanya dan diserahkan kepada keluarga meng, maka akan mendapatkan hadiah yang sangat besar yaitu berupa tanah, uang, dan emas.
Back to story
Tiba-tiba kamar yang ditempati mijin diketuk seseorang, mendengar ketukan itu membuat mijin sesegera mungkin membuat penyamaran menjadi seorang kakek- kakek yang bungkuk.
Melihat penampilannya sendiri membuat mijin puas dan segera membuka pintu dan berkata “Ada
apa *** pagi-pagi sudah mengganggu tidur kakek” sembari batuk-batuk berdahak.
Orang yang mengetuk pintu kamar mijin segera berkata “Maafkan aku kakek, aku kira
yang menempati kamar ini adalah orang ini” ucapnya sembari menunjukkan gambar wajah mijin.
“Cuman kakek orang satu-satunya disini nak” ucapnya.
Setelah mendengar ucapan kakek itu mereka segera meninggalkan ruangan dan kembali mencari keberadaaan mijin.
Namun saat pintu akan ditutup tiba-tiba....
Jangan lupa dukung karya aku ya readers
__ADS_1
Like, coment, dan jadikan favorite ya..