Behind A New World Untuk Liliana Su

Behind A New World Untuk Liliana Su
BAB 23 Tetua lembah Suci Kakek Biyan


__ADS_3

Kemudian kakek biyan berkata “Baiklah sudah waktunya ramalan ini saya jelaskan. Saya sudah pernah mengirimkan ramalam tersebut kekakek buyutmu, namun kakekmu tidak membalas surat yang saya kirimkan.


“Namun anak muda sekarang sangat baik dalam melihat sehingga datang langsung kegubuk saya yang reot ini” ucap kakek biyan. Setelah mengucapkan hal itu mereka terdiam sesaat dengan berbagai pemikiran yang berbeda.


Liu cheng berkata setelah beberapa saat menimang-nimang pertanyaannya, “kakek biyan pastinya tahu apa yang ingin saya ketahui disini tanpa harus saya jelaskan”.


“Ha ha hah kamu sangat tidak sabaran anak muda, hmmm baiklah aku akan menceritakan semuanya kepadamu anak muda” ucap kakek biyan.


Flashback


“Dahulu sebuah ramalan muncul bertepatan dengan bulan purnama penuh, Ramalan mengatakan


akan ada dewi yang suci, indah, berbeda dengan kita muncul membawa kedamaian dan peperangan jika manusia tidak dapat menahan hasratnya. Ramalan itu muncul dimimpi semua cenayang yang ada dibenua ini, Namun hal ini membuat semua raja, klan, masyarakat khawatir akan ada peperangan sehingga kaisar memutuskan


membunuh semua cenayang yang mendapat ramalan itu.


Ramalan muncul dengan genangan darah dimana-mana, semua cenayang dimusnahkan. Hal


itulah yang membuat semua cenayang mengasingkan diri dari masyarakat dan tinggal di lembah suci.


Kami para cenanyang sangat membenci semua masyarakat dan petinggi- petinggi di kekaisaran ini, namun kami yang sudah diberkati dewa harus tetap menyampaikan berita ini kepada kaisar.


Setelah ratusan tahun berlalu, muncul sebuah cahaya dari dalam hutan dan ada seorang gadis yang sangat cantik tertidur dibawah sebuah pohon besar.


Dia adalah gadis ramalan yang dimaksud, gadis yang sangat cantik namun ia tidak lama berada disini karna dia percobaan ralaman. Dia bukanlah gadis ramalan yang sesungguhnya, namun keturunan gadis itulah yang akan menjadi penyelamat dan sebagai awal peperangan jika dia berhati jahat.


“Aku dihukum untuk menjemput gadis ramalan kedunianya, dan sekarang gadis ramalan itu sudah berada disini walaupun saya belum berjumpa dengannya baginda kaisar” ucap kakek biyan sembari menarik nafas dalam-dalam.

__ADS_1


Mendengar cerita dari kakek biyan membuat liu cheng mengerti mengapa lembah suci sangat


tertutup dengan dunia luar. Ia juga menyadari bahwa masyarakat sangat susah menerima gadis ramalan kecuali kalangan yang ingin memanfaatkan kekuatan gadis ramalan.


Kemudian liu cheng bertanya “Jadi bagaimana dengan jodoh gadis ramalan itu kek, sepertinya gadis ramalan memiliki kkeistimewaan tersendiri”.


“Gadis ramalan ini sangat kuat sehingga takdir hidupnya sendiri dia yang menentukan dan selalu diberkati dewa. Ramalan mengatakan akan ada peperangan yang hanya bisa dihentikan oleh gadis ramalan, dan untuk soulmate gadis ramalan itu adalah seseorang yang belum memiliki soulmate. Akan ada beberapa orang yang belum


memiliki soulmate dan hanya gadis ramalan yang bisa memilih siapa yang menjadi soulmatenya”. Ucap kakek biyan sembari melirik sekilas kearah liu cheng.


“Berarti aku harus berjuang ekstra untuk mendapatnya, berarti kejayaan akan berada dikerajaan yang menjadi tempat ia berlabuh. Kakek aku sudah bertemu dengannya.” Ucap liu cheng kemudian.


“Baguslah kamu sangat cepat paham yang aku maksud nak, Bukan ingin egois hanya saja kerajaan yang kamu pimpin mengalami banyak masalah karna kutukan para cenayang yang telah dibantai” Ucap kakek biyan.


Mendengar ucapan kakek biyan membuat liu cheng menyernyitkan kening nya dan berkata “Kenapa


Mendengar pertanyan liu cheng membuat kakek biyan paham dan segera mungkin menjawab “ Aku


dan kakekmu adalah sahabat, aku sebenarya sudah berusia ratusan tahun dan aku abadi. Aku memiliki utang budi dengan kakekmu sehingga aku akan membalas budi nya dengan memberitahukan ramalan dan mendukung mu nak”.


“Baiklah kek saya paham” ujarnya kemudian.


Setelah mereka selesai berbicara, kakek biyan mengajak liu cheng jalan-jalan disekitar lembah suci sembari memperkenalkan semua tempat-tempat yang bersejarah.


Setelah mereka berjalan-jalan, kakek biyan meninggalkan liu cheng sendirian karna ia memiliki urusan yang harus segera ia kerjakan.


Liu cheng berjalan kesebuah danau yang dikelilingi taman yang indah, danau itu sangat tenang dan sangat indah dengan warna biru langit.

__ADS_1


Liu cheng berbaring disamping danau sembari memandang kelangit dan membayangkan wajah liliana. Rambut hitam yang sebahu dengan wangi yang sangat menenangkan dan menggairahkan. Kulit yang sangat kenyal, bersih, mulus dan sehalus porselen. Matanya yang sangat dalam sehingga sangat manarik kita, bibir mungil


dan semerah buah chery, Tubuh yang sangat indah dengan ukuran yang pas dibagian-bagian tertentu, dan suara yang sangat memikat.


Memikirkan semua tentang liliana membuat liu cheng bahagia, kemudian terlintas dipikiran liu cheng untuk membuat liliana berada dikamarnya saja tanpa membiarkan siapapun untuk melihat keindahan liliana.


Tiba-tiba semua fantasi liar liu cheng buyar karna sebuah suara yang mengganggu nya. Liu cheng menoleh ke sumber suara dan berkata “Ada apa?”.


“Maafkan aku, aku hanya igin berkenalan denganmu” ucap gadis itu, kemudian ia membungkukkan badannya dan berucap “ Aku Gea jang , nama mu siapa?” tanya gea dengan muka malu-malu.


Melihat seorang gadis dengan penampilan lembut menyapa nya membuat liu cheng terpaksa menggapinya dan berkata “Aku liu cheng” kemudian ia kembali tiduran diantara rerumputan dan mengabaikan kehadiran gea.


Melihat sikap liu cheng yang sangat cuek membuat gea tertantang menahlukkan nya dan membatin “Aku belum pernah diabaikan sebelumnya, tapi kenapa dia mengabaikanku. Lihat saja aku pasti akan menahlukkan mu sampai kamu berlutut diujung kaki ku”dengan senyum sinis.


Karna tidak mendapat respon dari liu cheng, gea segera meninggalkan danau dan mengadukan hal ini kepada ayahnya yang notabenya sebagai cenanyang yang ahli dan disegani di lembah suci.



Malam telah tiba dan beberapa hari lagi kekuatan yang ada di mutan yang menyerupainya akan habis membuat liu cheng sesegera mungkin meninggalkan lembah suci.


“Kakek biyan trimakasih karna sudah membiarkan aku menginap dan menyambutku dengan hangat, aku berharap kakek biyan bisa segera mampir ke kerajaanku”.


“Hahaha anak muda kamu sangat berhati lembut, aku mungkin berkunjung kesana jika kamu udah bisa menahlukkan gadis itu” ujarnya. Ini sudah sangat larut nak, sebainya kamu cepat melakukan perjalanan.


Mendengar ucapan kakek biyan membuat liu cheng mengingat tujuannya kembali dan segera


berpamitan kepada kakek biyan. “Saya akan segera mendapatkan hatinya kakek, aku pamit” ujarnya dan segera menarik tali kekang kuda dan berjalan dikegelapan malam untuk membelah kesunyian hutan.

__ADS_1


Dalam perjalan liu cheng merasakan firasat buruk dan...


__ADS_2