
Namun saat pria bertopeng ingin mencium bibir liliana, kedua bola mata liliana terbuka dan....”Ummmm aku sangat lapar” lirih liliana dengan menguap beberapa kali.
Dengan perut yang sangat keroncongan dan malas yang mendarah danging membuat liliana duduk untuk mengumpulkan kesadaran dan semangatnya.
Berbeda dengan liliana yang terlihat sangat konyol sekaligus menggemaskan, Pria misterius malah merakan getaran yang sangat luar biasa keras didadanya.
“Aku sangat ingin mengurungmu hanya untuk kunikmati seorang diri” ujar pria misterius dengan pandangan yang tidak lepas dari wajah bantal liliana.
Liliana yang sudah berhasil mengumpulkan kesadaran dan niatnya langsung berdiri menghampiri tasnya, kemudian dia membuka kemasan mie instan dan menuangkan air panas dari mini termos.
Kemudian liliana menghabiskan makan malamnya dengan hikmat, namun pandangan konyol pria bertopeng masih belum lepas dari semua aktivitas yang dilakukan oleh liliana.
Setelah kenyang liliana kemudian melanjutkan tidurnya dan langsung terlelap memasuki mimpi indah yang menantikannya.
Kemudian pria bertopeng pun merebahkan badannya disamping liliana dan memeluk liliana dengan sangat erat.
Matahari menampakkan diri dengan malu-malu dan cahaya nya dengan malu-malu menggangu tidur pulas gadis cantik.
Dengan rasa malas yang kentara liliana bangun dan berendam didalam kolam. Setelah menyelesaikan ritual mandinya ia pun bergegas meninggalkan gua.
Sementara jiwa pria bertopeng masih terlelap dan menyadari pujaan hati pergi meninggalkan goa. Kemudian seekor kupu-kupu mengitari dan menggangu tidur pria bertopeng.
Dengan rasa malas yang mendera pria bertopeng membuka kelopak matanya dan menyadari sang pujaan hati telah pergi meninggalkan nya tanpa sepatah kata.
Kemudian Pria bertopeng memaksa diri untuk memasuki raganya namun ia terpental, “aku harus segera mengejar liliana” lirihnya dengan mengusap-usap darah yang keluar dari mulutnya.
Liliana yang sudah menenpuh perjalan sangat jauh menemukan sebuah pemukiman yang sangat aneh menurutnya, Semua masyarakatnya sangat kaku dan dingin. Dengan mengumpulkan semua keberaniaanya liliana menghampiri salah satu warga didekat gerbang desa untuk bertanya.
__ADS_1
“Halo pak, selamat pagi. Aku mau bertanya jalan kekota arah mana ya pak?” tanya liliana
Dengan ekspresi kaku bapak penduduk asli pun menjawab “jalannya masih jauh neng, sekitar 5 hari lagi baru sampe. Tapi bisa juga hanya 2 hari jika menempuh jalan kecil dibelakang desar” sambil menunjuk sebuah jalan yang terlihat sangat gelap.
Kemudian bapak penduduk asli menambahkan “Tapi kalo hari udah gelap begini temapat itu sangat berbahaya, lebih baik jangan melanjutkan perjalanan dulu” ujar bapak penduduk asli sembari melihat jalan yang sangat suram.
Liliana kemudian mengarahkan pandangannya kejalan yang ditunjuk bapak penduduk asli dan bergidik ngeri. “Pak apakah disini ada penginapan?” tanya liliana kemudian.
“Ada nak, mari saya antar sekalian saya juga mau pulang” jawab bapak penduduk asli dengan kilat aneh dimatanya.
Tanpa liliana sadari dia akan dijadikan tumbal persembahan terhadap penjaga kramat didesa. Desa sangat dijaga ketat oleh beberapa warga dan suasana disesa sangat suram dan beraura negatif.
“kamu bisa menginap di rumah ini dan bisa menggunakan semua barang yang ada. Untuk makanan akan ada seorang wanita yang akan mengantarnya” Ujar bapak penduduk desa sembari menyerahkan sebuah kunci kepada liliana.
Tanpa menunggu waktu yang lama liliana masuk kedalam rumah dan merebahkan dirinya dikasur yang sangat empuk. Dan Bapak penduduk desa memberitahukan kepada tetua bahwa ia menemukan tumbal yang sangat cantik, putih bersih, dan masih perawan.
“Permisi nona, Saya ingin mengantarkan makanan untuk nona” ujar wanita muda itu dengan memperhatikan liliana.
Dengan ramah liliana mempersilahkan wanita muda itu masuk untuk menaruh makanan, “Silahkan masuk kak” ujar liliana.
Melihat sikap liliana yang ramah dan tidak sombong membuat wanita muda itu menjadi kebingungan. Selama bekerja menjadi pelayan didesa wanita itu tida pernah mendapatkan perlakuan baik, sehingga perlakuan liliana mencubit hati nuraninya untuk berkata jujur.
“Namaku liliana kak, Siapa nama kakak” Ujar liliana dengan menyodorkan tangannya untuk perkenalan. Kemudian wanita muda itu menjawab “Namaku tami na” ujarnya dengan heran memandangi tangan liliana.
Setelah berbincang-bincang mereka sudah kompak, mereka makan bersama walaupun tami ta makan dipaksa oleh liliana.
Secara tiba-tiba tami ta menanyakan “Liliana sebenarnya kamu hendak mau kemana? Dan mengapa singgah disini” tanyanya dengan berbisik-bisik.
__ADS_1
Melihat sikap tami ta yang terlihat sangat was-was membuat liliana menanjamkan pendengarannya. Ia mendengarkan percakapan suara yang mengatakan bahwa ia akan dijadikan tumbal.
Dengan kedua bola mata yang melotot liliana memegang kedua tangan tami ta dan berkata “apakah aku akan dijadikan tumbal persembahan” katanya dengan suara yang sangat dingin.
Melihat ekspresi wajah liliana yang sangat menakutkan tami ta menjawab “ia, mereka akan menjadikanmu tumbal, melihat kebaikan mu aku tergerak untuk menyelamatkanmu.
Aku juga sama seperti dirimu” ujarnya dengan mata berkaca-kaca dan menceritakan kisahnya.
Flasback
“Tolong....tolong....tolong ...” dengan berlari sambil berteriak tami ta dikejar oleh orang berjubah hitam, kemudian tami ta melihat desa dan dia berteriak minta tolong. Kemudian penduduk tersebut menolong tami ta dan membawanya masuk kedalam sebuah rumah.
Setelah itu tami ta mendapatkan perlakuan yang sangat istimewa, namun setelah ia mengendap-endap memasuki sebuah ruangan yang sangat gelap dan hanya diterangi oleh lilin. Dengan mengumpulkan semua keberaniannya ia memasuki ruangan tersebut dan melihat seorang wanita yang dikelilingi oleh 7 pria, kumudian wanita itu disetubuhi secara bergilir sampai meninggal. Setelah wanita itu meninggal semua laki-laki itu menyayatkan pisau keleher wanita dan darah merembes keluar, darah tersebut ditampung dalam wadah kemudian mereka membuat sebuah ritual dengan membaca mantra. Melihat hal tersebut jantung tami ta berdegug dengan sangat cepat sehingga membuat dia ketakutan hampir mati ditempat. Mendengar mantra yang diucapkan tami ta pun pingsan.
Tami ta pingsan selama 2 hari dan dia sudah dipasung layaknya orang yang mempunyai sakit kejiwaan, kemudian mukanya dirusak dengan menggunakan pisau.
Setelah 2 tahun dijadikan tawanan ia kemudian menurut dan dijadikan pelayan wanita, Walaupun ia menjadi pelayan ia juga harus menjadi pemuas nafsu warga disini.
Tami ta merupakan seorang anak tunggal seorang pedagang kaya raya, ia tersesat saat melakukan perdangangan dan terpisah dengan rombongannya karna para perampok menyerang kreta kudanya.
Itulah awal ia menjadi budak ditempat ini”
Back To story
Mendengarkan cerita tami ta membuat liliana menangis, Liliana merasa hidup tami ta sangat berat namun masih bisa tersenyum.
“Aku harus keluar dari sini dan membawamu juga, kita akan membalas perlakuan mereka” ujar liliana sembari menatap dalam kearah tami ta.
__ADS_1
Mendengar tekad liliana semangat dalam diri tami ta pun bangkit dan berkobar dan berkata “Terimakan liliana aku akan membantu mu dan membalas semua dendamku kepada mereka” setelah mengucapkan hal tersebut, Pintu dikettk dari luar dan mengatakan bahwa tami ta dipanggil oleh tetua desa.