Behind A New World Untuk Liliana Su

Behind A New World Untuk Liliana Su
BAB 4 KEMBALI KE KOTA


__ADS_3

Jack bangun jam 05.00 dan melihat kekasihnya yang tertidur diranjang yang terpisah dengannya walaupaun didalam kamar yang sama dia merasa sangat bahagia. Jack berjalan keranjang kekasihnya dan duduk tepat ditepi ranjang.


Dia duduk memperhatikan wajah cantik kekasihnya, ia perlahan lahan menyentuh bibir mungil dengan perlahan-lahan, kemudian dia menaiki ranjang dan mengedus leher kekasihnya dengan hasrat yang membuncah.


“Sayang bangun” bisik jack sambil mengedus leher lialiana, ia melilitkan tangan keperut rata kekasihnya.


Karna merasa terganggu liliana terbangun dan terkejut melihat sang kekasih yang ternsenyum puas melihat wajah bantal liliana. Namun liliana hanya terbengong hanya karena mengagumi ketampana dan kesempurnaan wajah kekasih hatinya yang bak pahatan dewa Yunani.


“Sayang aku tau aku tampan, tapi hapus iler mu itu “ kata jack dengan senyum mengejek yang kentara diwajah tampannya.


“ ahh i..ya... iya ternyata sudah pagi, ayok kamu harus bersiap-siap sayang. Kamu sebentar lagi harus berangkat hmm” kata liliana dengan gugup karna detak jantungnya yang berdisko ria.


Setelah menyelesaikan ritual mandi, Liliana menghampiri jack ke meja makan dan bergabung untuk sarapan bersama.


Kemudian jack memberikan kalung liontin yang sangat mahal kepada kekasih hatinya, kalung liontin itu terdapat foto mereka saling memeluk dan foto orangtua liliana.


Kemudian liliana membuka linotin itu “sayang...hiks...hiks makasih, ini sanat indah dan berharga, aku menyayangi kalung ini karna ini dari kamu sayang. Hnn disini ada juga foto-foto orang yang kusayangi” kata liliana kemudian memeluk jack dengan sangat erat.


“Iya sayang, aku sangat mencintaimu. Sini biar kupakaikan” bisik jack tepat ditelinga liliana. Kemudian jack memakaikan liontin itu kepada kekasihnya, kemudian mereka berpelukan kembali.


Kepulangan jack untuk kembali kekota diantar oleh liliana sampai sebuah helikopter milik keluarga SU, Sebenarnya jack tidak ingin meninggalkan kekasihnya dipulau ini namun liliana kekeh untuk tinggal dipulau tersebut.


“Sayang pergilah, bukankah kamu akan menghadiri rapat penting” kata liliana seraya melepas pelukan kekasihnya.

__ADS_1


“Aku ngak ingin berpisah denganmu sayang, ku mohon ikutlah denganku” jawab jack dengan wajah yang memberengut kesal.


“Aku akan kembali sayang, tapi gak sekarang. Kumohon mengertilah... lagian aku tidak akan lama disini” kata liliana kemudian.


“Baiklah sayang, jaga hatimu untukku ya sayang” kata jack dengan melespaskan pelukannnya.


“hmm sayang, aku yang seharusnya mengatakannya itu padamu baby. Disini tidak ada laki-laki tampan, masa iya aku tebar-tebar pesona sama paman ma sayang,,,,hmmm yang ada nanti bibi ma menjambakku” kata liliana sembari mengerucut-kan bibirnya dengan memasang muka sebal.


“Hahahaha baiklah cintaku, Aku akan jaga hatiku dan ku harap kamu juga sayang, aku pergi dulu” kata jack dan melangkahkan kakinya kedalam helikopter.


Helikopter pun pergi meninggalkan pulau tersebut, Namun jack merasa hatinya tidak tenang, ia merasa seakan-akan ini adalah pertemuan terakhir dengan kekasihnya. Hatinya tidak tenang namun ia tidak bisa menetap disana karna jack memiliki tanggungjawab yang besar untuk mengelola usaha keluarga SU.


“Aku mencintaimu liliana, kumohon jangan pernah melupakanku. HatikuPernah terluka dan kuharap kamu wanita yang terakhir dihidupku. Aku Menyayangimu dengan sepenuh hatiku” batin jack dengan menatap pulau yang semakin jauh dari pandangan matanya.


Sementara Liliana juga sebenarnya merasakan firasat buruk, Hatinya tidak tenang seakan-akan ada hal yang akan terjadi kepadanya.


Ketika malam telah tiba dan bintang bertebaran di langit yang gelap tinggallah lilina bersama bibi ma dan suaminya di pulau tersebut.


Bibi MA menyiapkan makan malam untuk nona muda, kemudian menyajikan makan malam tersebut dimeja makan dan memanggil liliana untuk makan malam.


“ tok..tok....tok Non... non liliana waktunya makan malam, Ayok malam non” kata bibi ma sembari mengetuk pintu kamar liliana sebanyak tiga kali.


Liliana yang baru mandi keluar dari kamar mandi dan menyahut panggilan bibi ma dan menggosok-gosok kan handuk ke rambutnya agar cepat kering “ Baik Bi, bentar ya bi”

__ADS_1


Liliana keluar dari kamarnya dan melihat kearah jendela kamarnya “Sepertinya aku melihat seseorang diluar, siapa itu ya ?? apa mungkin paman ma?”~ batin liliana.


Liliana berjalan dan menghampiri meja makan, ia duduk kemudian bibi ma mengambilkan makanan untuk lilina. “ini non dimakan makananya” kata bibi ma sehingga membuyarkan lamunan lilina.


“ha..iya bi. Ehhh bibi sudah makan” kata liliana sembari menelisik penampilan bibiliana yang terlihat rapi.


“Su..sudah non” kata liliana dengan terbata-bata.


“Jadi bibi liliana akan kemana? Penampilan bibi sangatlah rapi, Apa bibi akan berkencan dengan paman?” kata liliana dengan tatapan yang menyelidik.


“Ha iya nona, aku ingin berkencan dengan suamiku” kata bibi ma dengan memaksakan denyumnya, “kalo sudah tidak ada lagi saya akan pergi kedapur non” kata bibi MA kemudian.


“Baik lah bi, semoga lancar ya bi ngedate nya” kata liliana dengan senyum sumringah.


Setelah selesai makan liliana meningalkan meja makan dan langsung menuju kamarnya, “aku merasa sangat aneh dengan paman dan bibi ma, sepertinya mereka menyembunyikan sesuatu. Ada apa dengan bajunya tadi, hmmm seperti baju zaman dahulu” .~Batin liliana, kemudian ia terkekeh.


“ini sangat lucu, haaahh kuarasa kau terlalu berpikir terlalu jauh. Lia kamu harus tenang dan selalu berpikir positif” batin lilina kemudian ia mengambil sebuah buku dan membawanya ketempat tidur.


Akhirnya liliana ketiduran sambil memeluk buku yang dibacanya, kemudian bibi ma dan suaminya keluar dari tempat pesembunyiannya, “suamiku akhirnya ia ketiduran juga, sudah saatnya kita meninggalkan tempat ini” sembari memandangi wajah cantik nonanya.


“Iya istriku, tugas kita untuk menjaga penyelamat dunia kita sudah selesai. Aku rasa utusan itu akan segera datang untuk menjemputnya” kata paman Ma sembari memeluk istrinya dan keluar dari kamar liliana.


Sementara dibelahan kota lain jack merasakan gelisah yang luar biasa, Handphone liliana tidak aktif, kemudian setelah ia menelusuri pulau yang telah dibeli oleh almarhum tua SU ia melihat data-data tentang pulau yang sangat janggal.

__ADS_1


“Ini sangat aneh, kenapa titik kordinat pulau itu tidak ada lagi?? Aku tidak salah lihat, kemarin titik koordinat-nya masih ada, apa-apaan ini....”jack marah dan membuang semua berkas-berkas yang ada dimeja kerjanya.


“Liliana sayang tunggu aku, aku akan segera menjemput mu dari pulau aneh itu” kata jack frustasi sambil menyugarkan rambutnya kebelakang.


__ADS_2