Behind A New World Untuk Liliana Su

Behind A New World Untuk Liliana Su
BAB 16 BUKAN SEORANG JENIUS


__ADS_3

Setelah melakukan perawatan kecantikan selama satu minggu liliana dan tami ta mendapatkan hasil yang sangat memuaskan.


“Liliana....dimana kamu bestie” teriak tami ta saat melihat wajahnya dicermin. Dengan girang tami ta berlari kekamar liliana untuk bertemu.


“Brak....Ouchh “ Lirih tami ta saat berlari dan mendobrak pintu dengan kuat.


“Astaga lilianaa....., kamu masih tidur jam segini. Kamu bisa membuat citra para gadis bangsawan hancur” teriak tami ta dengan dengan mondar mandir sembari berpikir cara membangunkan liliana.


Liliana yang tidurnya sangat pulas tidak mendengarkan kekacauan yang terjadi dikamarnya, hal itu membuat tami ta kesal.


“Sepertinya aku harus mencari cara yang tepat untuk membangunkan pemalas ini” Batin tami ta dengan senyum iblis yang tercetak dibibirnya.


“Ahhhaaa aku tahu cara membangunkannya. Hahahaha”batin tami ta, kemudian ia beteriak dengan sangat kencang “Kebakaran....kebakaran....”.


Liliana yang mendengar teriakan kebakaran langsung kelabakan dan berlari tanpa memperhatikan semua ekpresi pelayan yang melongo.


“Kebaran....kebakaran.... dimana kebakaran ......”teriak liliana sembari lari keliling didalam kamarnya.


“Uwahahaha.....liliana kamu sangata mudah tipu “ ucap tami ta sembari berusaha menahan tawa.


Mendengar ucapan tami ta, liliana langsung mengerti bahwa ia sedang dijahili oleh tami ta.


Dengan jutek liliana berkata “Hmmm ada apa mengangguku pagi-pagi sampe mendobrak pintuku kamarku”.

__ADS_1


Mendengar ucapan liliana, tami ta sesegera mungkin mengembalikan ketenangannya dna menjawab “Aku kesini hanya mengunjungi sahabatku yang sangat kaku, ahhaa aku punya kabar baik liana” ujarnya kemudian dengan riang.


“Aku sudah tau kabar baik itu, Biar kutebak pasti karna wajahmu sudah membaik kan” kata liana sembari melihat wajah sahabatnya yang sudah membaik.


“Iya kamu benar, selain kamu jenius dalam pengobatan ternyata kamu juga bisa menebak dengan benar” Ucap tami ta dengan riang.


“Heii...heii aku bukan jenius, ini hanya kebetulan saja” ucap liliana dengan kesan dibuat galak. “Sekarang kalau sudah silahkan pergi ya, aku mau lanjut tidur lagi” ujarnya kemudian.


Tami ta yang mendengar ucapan liliana menganga tak percaya dan berkata “ Haaa kurasa kamu sudah kemasukan dengan setan pemalas, hei hei bestie ini waktunya kita keluar dari mansion”.


“Sepertinya itu rencana yang tidak buruk, okay tunggu beberapa saat. Aku mau mandi dan siap-siapan dulu” jawab liliana kemudian ia bergegas kekamar mandi dan berendam untuk membersihkan tubuhnya.


Tami ta yang sudah mendapatkan jawaban pesetujuan liliana sesegera mungkin kembali kekamarnya untuk bersiap-siap kepasar dan membeli segala keinginannya.


Saat berjalan kekamarnya ia berpasasan dengan sang ayah tepat dilorong sebelum kamarnya. “Tunggu putriku, kamu dari mau kemana ? sepertinya akhir-akhir inii kamu sering mengurung diri didalam kamar” tanya tuan xio meng.


“Sepertinya putriku sangat senang, ehhh tunggu wajahmu sudah membaik? Siapan yang menyembuhkanya putriku? “ Tanya sang ayah sembari menatap tidak percaya melihat perubahan wajah sang putri yang sudah kembali kesedia kala.


“Ohh aku lupa memberitahukan ayah, ayah sangat sibuk sihh hingga perubahan putrinya sendiri tidak tahu”celetuk tami ta.


Medengar celetukan putrinya, Tuan xio meng merasa bersalah karna akhir-akhir ini ia tidak memiliki waktu untuk putrinya. Ia pun berkata “maafkan aku sayang, aku sudah tidak memperhatikanmu. Aku ayah yang buruk” Tuan xio meng pun menghela nafas berat.


“Ayah aku tidak bermaksud berkata seperti itu aihhh itu hanya gurauan ku saja ayah. Ayah adalah orang paling hebat dan pahlawan untuk ku. Jadi ayah jangan pernah berkata seperti itu Okayy!.” Ucap liliana sembari memeluk sang ayah.

__ADS_1


Kemudian sang ayah berkata “ jadi siapa yang menyembuhkan mu nak, ayah ingin memberikannya hadiah yang banyak”.


“Aku juga sudah menawarinya hadiah namun ia hanya ingin dilatih ayah, Liliana yang menyembuhkanku ayah, itulah mengapa aku meminta salah satu ksatria melatih dia bela diri ayah” ujar tami ta.


Saat tuan besar xio meng ingin melanjutkan perkataannya, tami ta langsung memotong perkataan sanga ayah dan berkata “Ayahh.... aku harus siap-siapan nanti kita bicara lagi okey” kemudian tami ta berlari kekamarnya dengan tergesa gesa.


Xio meng yang melihat punggung putrinya sudah menjauh pun membatin “Sepertinya gadis itu sangat istimewa dan jenius, dia bisa menyembuhkan putriku dalam kurun waktu satu minggu. Aku harus berbicara secepatnya mengenai manusi dari masa depan itu atau mungkin dia juga keturunannya. Mereka memiliki kemiripan secar fisik namun sekap mereka sangat bertolak belakang” sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.


Tuan besar xio meng segera sadar dari lamunannya dan kembali berjalan menuju tempat pelatihan ksatria untuk memastikan kemampuan liliana.


“Liliana sangat cocok dengan putraku, hmm sepertinya aku harus membantu mereka agar dekat dan bisa saling mengenal dan jatuh cinta “ batin tuam xio meng sembari senyum senyum sendiri.


Pengawal yang melihat kedatangan tuan besar sangat heran dan semakin gemetaran melihat senyum tuan besar yang tidak biasa.


Pengawal POV


Sepertinya tuan besar kemasukan roh jin, kenapa pagi-pagi di senyum-senyum sendiri. Semoga aku tidak sial hari ini, ini sangat membuatku ketakutan.


Tuan besar yang melihat pengawal segera mengembalikan sikap dinginnya dan berkata “Panggilkan ksatria yang melatih liliana agar segera menghadap kepadaku” perintah tuan besar xio meng.


Pengawal yang diperintahkan langsung menjawab “siap laksanakan tuan” lalu lagsung belari ke tempat pelatihan pengawal.


Kemudian setelah ksatria menghadap sang tuan besar ia mendapatkan pertanyaan yang....

__ADS_1


Jangan lupa dukung karya aku ya readers


Like, coment, dan jadikan favorite ya..


__ADS_2