
Kemudian kakek biyan meletakkan gelang disamping liliana kemudian ia menghilang dan menyatu dengan kegelapan dan keheningan malam, namun.....
Gelang yang diletakkan disamping lilina mengeluarkan cahaya samar kemudian redup dan gelang itu langsung terpasang secara otomatis pergelangan tangan kiri liliana.
Ketika hari mulai cerah, liliana terbangun dari tidurnya dan sejenak ia duduk sembari mengumpulkan semua kesadarannya.
Setelah beberapa menit berlalu, liliana tersadar bahwa ia harus membersihkan luka kakek biyan agar cepat sembuh, namun ia tidak mendapati keberadaan kakek biyan.
“Hoam...aku masih mengantuk, kemana kakek biyan? Apa kakek biyan meninggalkan sendirian? “ cicit liliana sembari mengawasi keadaan sekitar.
Kemudian liliana membereskan barang-barang nya ke dalam tas dan bergegas kearah barat untuk mencari keberadaan paman ma dan bibi ma.
“Sepertinya semua orang menghilang secara tiba-tiba, ini sungguh aneh. Aku harus segera keluar dari pulau ini” monolog liliana dengan mengangguk-anggukkan kepala.
SEMENTARA kakek biyan yang sudah meyelesaikan misinya untuk memberikan gelang giok putih kepada penyelamat yang terpilih sudah selesai dan kembali ke lembah suci.
“Aku sudah menyelesaikan tugasku, aku berharap gadis itu bisa melalui semua rintangan dan segera menemukan portal yang akan membawanya kesini” batin kakek biyan
Kemudian kakek biyan berjalan kearah sebuah kolam dan melihat aktivitas yang dilakukan oleh liliana di bumi. Kemudian kakek biyan berjalan ke pintu batu untuk melakukan tapa agar kekuatannya semakin meningkat.
Kakek biyan kemudian memposisikan dirinya dengan duduk seperti lotus untuk melakukan per-tapaan yang akan meningkatkan kekuatannya.
BACK To Story
Setelah menjelajahi hutan yang sangat rimbun liliana merasa sangat lelah, ketika ia akan beristirahat liliana melihat sebuah pohon yang sangat unik.
“Aku sangat lelah, aku merasa berputar-putar ditempat yang sama. Okay liliana jangan terlalu memporsir tenagamu nanti bisa semakin kurus, kan gak lucu” kata liliana didalam batinnya.
__ADS_1
Kemudian liliana menghampiri sebatang pohon yang sangat aneh menurutnya. “Pohon ini sangat aneh, hmmmm no...no... bukan aneh tapi unik” lirih liliana dengan mengelilingi pohon tersebut.
Tanpa liliana sadari gelang yang ada dipergelangan tangan kiri nya mengeluarkan cahaya samar.
Tiba-tiba cahaya keluar dari pohon aneh itu dan liliana tersedot.
“Aaaa....aaa tolong” teriak liliana kemudian brukk..” auhhh pinggangku” teriak liliana dengan suara cempreng nya sehingga burung-burung dihutan beterbangan.
Liliana kemudian sadar bahwa ia berada ditempat yang sangat asing namun sangat indah. “Aku berada dimana? Apa aku udah disurga?” batin liliana sembari mengedarkan pandangannya kesemua arah.
Kemudian liliana memastikan bahwa ia masih hidup dengan mencubit tangannya dan memastikan barang-barangnya “syukurlah aku ternyata masih hidup”.
Trak...sebuah suara dari ranting pohon yang terinjak membuat liliana semakin was-was “Siapa disana? Hey pengecut jangan sembunyi” kata liliana dengan memasang kuda-kuda untuk menghajar penjahat ataupun binatang buas.
Kemudian seorang pria keluar dari semak-semak, Wajah tampan, rahang tegas, kulit eksotis, rambut pirang, badan tegap. Dengan sorot pandangan yang tajam pria tersebut mengawasi liliana.
“Nama Gue liliana, loe siapa?’ kata liliana dengan bahasa gaul dan gaya yang sombong.
Kemudian pria itu meniru cara perkenalan liliana “ Sama saya Robert” kemudian mencium tangan liliana.
Dengan amarah yang menggebu-gebu liliana menarik tangannya dan berkata “hey tuan Robert... jangan sembarangan mencium tangan seorang gadis muda” kata liliana dengan tatapan marah.
“Hahahaha kamu sangat lucu nona... itu salam perkenalan ala bangsawan” kata robert dengan pandangan menyelidik penampilan liliana, kemudian ia melanjutkan perkataannya “Sepertinya nona bukan dari wilayah ini, penampilan nona sangat aneh tapi sangat seksi” kata robet dengan tatapan nakalnya.
“Heyy tuan robert jaga pandangan anda, itu sangat tidak sopan dna untuk penampilanku tidak ada yang salah” kata liliana dengan cepat kemudian menendang perut robert dan berlari sangat kencang.
“Bruk... ouhhh ini sangat sakit, kenapa gadis itu sangat suka kekerasan” lirih robert dengan memegang perutnya yang sangat sakit. Kemudian robert memandangi arah berlarinya liliana kemudian ia membatin “ Sepertinya aku jatuh cinta, aku harus mendapatkan gadisku dan mengurungnya dikamar”.
__ADS_1
Setelah berlari dengan cukup jauh, liliana melirik kebelakang dan melihat tidak ada tanda-tanda bahwa ia diikuti.
“Huhhhh...aku merasa sangat sial, tapi syukurlah aku bisa lari dari laki-laki mesum, tampang ganteng tapi kenapa ia sangat mesum” lirik liliana kemudian.
Kemudian liliana melihat sebuah gubuk, kemudian liliana menghampiri gubuk itu untuk beristirahat sementara. “Sepertinya tidak buruk juga untuk bermalam disini” batin liliana.
Kemudian liliana menyalakan api unggun sebagai penerang, karena Gubuk dekat dengan sungai ia pun bergegas ke sungai untuk mandi dan menangkap ikan.
“segar bangat airnya ini mungkin karna aku ngak pernah mandi atau karna sungai ini belum pernah disinggahi orang. aaaa ikannya juga banyak, aku harus bisa menangkapnya untuk makan malam ini” batin liliana dengan tekad yang kuat.
Setelah liliana makan malam, ia langsung tidur karna sudah sangat kelelahan seharian.
Sementara Robert sangat kesulitan mencari keberadaan liliana, Seharian robert ikut dala pencarian dengan mengerahkan seluruh pasukannya sendiri.
Roberth adalah salah satu bangsawan yang sangat ditakuti karna ia terkenal dengan kekutan nya, pasukan yang besar, pengaruh keluarga yang masih disegani. Robert juga tida bisa diperintahkan oleh siapapun karna robert termasuk bangsawan yang kebal dengan hukum.
Sementara di istana yang megah seorang pria bertopeng sudah tidak sabar menemukan gadis yang akan ia jadikan sebagai permaisurinya.
“Sepertinya gadisku sudah memasuki portal itu, aku merasakan ada goncangan walaupun sangat tidak terasa” batin pria bertopeng.
Kemudian pria bertopeng membuka surat yang berisikan ramalan tentang gadis penyelamat, kemudian ia meremas surat itu. “Gadis kecil ku hanya untukku seorang, kenapa ramalan itu mengatakan bahw ia bebas memilih belahan jiwanya. Aku harus segera mengurungnya dikamarku sebelum para pangeran ataupun kesatria lain menemukannya” kata pria bertopeng dengan suara pelan sembari memandangi sebuah lukisan gadisnya.
Dengan wajah yang datar pria bertopeng berjalan ketaman yang dekat dengan kediamannya, ditaman ia berjalan ke dekat dengan danau untuk menjernihkan pikirannya.
Pria misterius memiliki banyak tugas yang diemban sehingga ia tidak memiliki kesempatan yang banyak untuk mencari keberadaan liliana.
Jangan lupa dukung karya saya ya readers.....
__ADS_1