
Sebuah Mobil dengan kecepatan tinggi melaju melintasi jalanan kota yang macet, didalam mobil tak henti-hentinya seorang gadis menangis. Liliana merasakan kesedihana yang mendalam ketika mendengar kecelakaaan orangtunya.
Setelah sampai dirumah sakit liliana sudah disungguhi berita yang membuatnya hancur, nyawa kedua orangtuanya tidak dapat terselamatkan sehingga liliana pingsan. “Maafkan saya nona muda” jack membatin
Setelah pemakaman kedua jenazah kedua orangtua liliana, Jack pergi kerumah sakit untuk menemani nona muda yang harus dijaga dengan segenap hatinya. “Jack dimana kedua orangtuaku?” liliana bertanya.
“Maafkan aku nona, Tuan besar dan nyonya sudah dikebumikan. Nona harus bisa ikhlas agar tuan besar dan nyonya bisa pergi kesorga dengan tenang” jawab jack
Liliana hanya diam dan termenung mendengarkan jack, setelah setengah jam berlalu liliana membuka suara kembali. “Jack, temani aku berziarah kemakam orangtuaku” hiks...hiks..hiks aku akan mencoba mengihklaskannya.
Tiga hari telah berlalu dan liliana diperbolehkan pulang dari rumahsakit, Liliana dan jack pun pergi beziarah, liliana menumpahkan segala kesedihannya dipusara kedua orangtunya.
Jackpun mangantar liliana pulang kekediaman keluarga SU karna jack masih harus keperusahaan untuk mengelola perusahaan tuan besar su samapai liliana siap mengelola perusaahan yang dibangun ayahnya dari nol.
__ADS_1
“Aku harus semangat menjadi kehidupan ini” Liliana Su mendesah dan mengelilingi kediaman yang sudah lama ia tinggalkan. Setelah mengelilingi kediamannya ia menaiki tangga untuk bersiap tidur dikamar lamanya. Setelah menguap beberapa kali liliana pun ketiduran sampai sore.
Matahari sudah terbenam dengan sempurna, namun seorang gadis masih betah bergelut dengan selimut dan bantal dalam mengarungi indahknya.
Jack pun pulang langsung menaiki tangga untuk mengecheck keadaan nona mudanya, “Liliana... lilinana... “ jack terus memanggil liliana namun tak ada sahutan nona mudanya.
Karena khawatir dengan liliana, jack berlari kelantai namun yang dipanggil ternyata masih tidur. “Hufffh ternyata masih tidur, nona kelihatannya sangat kelelahan” jack membatin
Jack kembali kekamar liliana untuk mengajak gadis yang diam-diam ia cintai untuk makan malam, namun ia masuk kekamar gadis itu tanpa mengetuk pintu dan langsung menampakkan pemandangan yang memalukan untuk liliana dan menankjubkan untuk jack.
“Ma maaf..maaf nona, aku tak sengaja” jack langsung memalingkan wajahnya kesembarang arah agar menghindari tatapan nona. Dia berusaha menormalkan detak jantungnya yang berdisko ria.
Liliana POV
__ADS_1
“Ini sungguh memalukan, kenapa aku sungguh ceroboh..... apa yang harus aku lakukan. Aku harus pura-pura tidak mengingatnya”
Back to Strory
Jack dan liliana makan malam bersama dengan suasana yang wkwkwk canggung. Kemudian liliana mengungkapkan keinginanya
“Jack, aku berencana liburan kepulau yang baru dibeli oleh ayah. Aku ingin mengajakmu jika kamu tidak sibuk” kata liliana dengan mengembangkan senyum terpaksa karna masih merasa kehilangan
“Aku akan ikut menemani nona, kebetulan minggu depan aku akan ambil cuti selama satu minggu, Untuk keperluan nona saya akan mengurusnya. Nona minggu depan apa tidak masalah?” kata jack sambil menatap liliana dengan tatapan yang dalam
“Jangan menggilku nona jack, panggil aku seperti oragtuaku memanggilku. Untuk minggu depan aku rasa itu waktu yang bagus jack, aku sudah siap wisuda tinggal meneruskan wasiat ayah saja. Aku .. hiks.... aku belum sempat mengabari ayah dan ibu kalo aku akan wisuda 2 hari lagi” kata liliana dengan air mata yang terus menetes
“ no nona ehhh maaf liana jangan sedih, kamu harus mengihklaskan kepergian tuan besar dan nyonya, mungkin Tuhan punya rencana yang lebih indah” jack menjawab dengan terbata-bata karna dia belum pernah menenangkan gadis yang bersedih.
__ADS_1