
Setelah mereka berpisah dan mengambil jalur perjalanan masing- masing, liliana dan tami ta tiba-tiba mendengar suara jejak kaki yang sangat banyak dan...
“husttt...jangan bergerak, sepertinya mereka sedang mencari kita” bisik liliana sembari menunduk untuk menghidari pengawal desa.
Tami ta yang mendengar ucapan liliana menjadi sangat takut, Karena tami ta pernah kabur dan ditemukan kembali sehingga ia menerima siksaan yang sangat menyakitkan seperti siksaan neraka.
Setelah suara tapak kaki menjauh, tami ta bernapas lega sambil memeluk liliana dan berujar “Terimakasih karena sudah menolongku, sepertinya mereka tidak menemukan aura kita”.
Mendengar perkataan tami ta yang sangat membingungkan liliana bertanya “Aura? Apa maksudmu dengan aura dan menemukan kita?”. Tami ta yang mendengar ucapan liliana memandang liliana dengan tatapan aneh.
“Jangan bilang kamu tidak tau apa itu aura” ujar tami ta dengan tatapan menyelidik.
“ahh itu, aku...aku memang tidak tahu” ujar liliana dengan gagap dan pandangan kebawah.
Mendengar perkataan liliana membuat tami ta cengo dan berkata “Baiklah liliana karna aku lagi senang aku akan menjelaskannya. Nah Aura merupakan pancaran energi yang mengelilingi makhluk hidup, berbentuk radiasi warna halus. Lalu hubungannya dengan pelarian kita adalah bahwa penduduk desa bisa mendeteksi aura kita kemanapun kita pergi. Itulah alasan kenapa saya masih tetap didesa terkutuk itu”.
Mendegar penjelasan tami ta mebuat liliana heran dan berkata “Berarti aura kita tidak terdeteksi gitu ya makanya mereka ngak nemuin kita?”.
“Nahh iya benar sekali dan aku rasa para gadis yang tadi sudah dibawa kembali kedesa terkutuk itu. Dan aku pikir kamu yang menyamarkan aura kita.” Ujar tami ta dengan yakin.
Mendengar ucapan tami ta tidak membuat hati liliana tergerak untuk menyelamatkan para gadis itu, liliana sebisa mungkin tidak ingin terlibat lebih jauh dengan orang-orangnya yang ada dizaman ini.
Kemudian tami ta memandu perjalanan agar bisa segera keluar dari hutan dan segera menuju kota.
Mereka melakukan perjalanan selama 3 hari dan beberapa kali mereka berhenti dipenginapan yang murah untuk istirahat mengembalikan stamina mereka.
Selama diperjalanan pula mereka mengakrabkan diri dan saling mengenal, namun ada satu hal yang tidak diceritakan liliana kepada siapapun yaitu liliana bukan berasal dari zaman ini.
Tami ta berjalan kearah sebuah rumah yang sangat besar dan mewah yang dijaga oleh banyak pengawal.
Liliana yang heran hanya mengikuti tami ta tanpa bertanya, kemudian tami ta segera berkata kepada penjaga “Buka gerbangnya dan panggilkan tuan besar Xiu meng” dengan tatapan yang mengintimidasi.
Pengawal yang mendengar itu berkata “kamu siapa dan urusan apa ingin menemui tuan besar?, jika bukan urusan yang pentig silahkan pergi dari sini” usir pengawal dengan sombong.
Tami ta yang mendengar perkataan pengawal menjadi emosi dan berkata “Sepertinya kamu pengawal baru disini, kenapa pula ayah mempekerjakan orang tidak malu seperti mu” ujarnya.
Kemudian tami melihat kepala pengawal dan berteriak memanggil “Pengwal To cheng....kemari”. mendengar suara yang memanggil namanya ia menoleh dan melihat seorang gadis yang bermuka jelek dan segera mendekatinya.
__ADS_1
“iya nona, darimana nona tahu nama saya?” ujarnya dengan tatapan menyelidik, kemudian ia berteriak “ Ohhhh nona tami.....apaakah ini dirimu?” ujarnya kemudian.
Tami ta yang mendegar itu segera mengangukkan kepala, belum sempat tami ta berbicara pengawal To Cheng segera berlari untuk memanggil tuan besar.
Melihat kelakukan pengawal To cheng yang aneh atau terlalu semangat membuat liliana, tami ta, penjaga gerbang terbengong.
Pengawal To Cheng yang sangat antusias berlari dengan sangat cepat menghampiri tuan besar, Tanpa mengetuk pintu aula To Cheng langsung mendorong pintu dan berkata “ Tuan... lapor... hosh...hosh” dengan nafas yang putus-putus.
Melihat tingkah kepala pengawal yang tidak sopan tuan besar Xiu meng berakata dengan dingin “Dimana sopan santunmu .....”, kemudian tuan besar berujar “Apa yang kamu laporkan, sepertinya ini sangat penting sehingga membuat kesopananmu menghilang”.
Mendengar perkataan tuan besar membuat nyali pengawal menjadi ciut dan menyadari kebodohannya. Dengan pandangan menunduk ia berlutut dan berkata “ Lapor tuan, diluar ada nono muda Tami ta”.
Mendengar ucapan pengawal tuan besar tanpa mendengar secara lengkap langsung berjalan kegerbang utama untuk menghampiri putrinya.
Setelah melihat dua orang gadis yang berpenampilan lusuh ia kemudian meyipitkan matanya untuk menajamkan penglihatannya.
“Putriku....ohhh putriku yang malang, kemana saja kamu selama ini? Apakah kamu tidak merindukan ayahmu yang sudah renta ini? Kenapa kamu seperti ini, siapa yang melakukanya?” ujarnya dengan sederet pertanyaan kepada tami ta sambil memeluk putrinya sangat erat.
“Ayah...aku merasa sesak” ujar tami ta sembari berusaha melepas pelukan dari ayahnya.
Mendengar gerutuan dari tami ta tuan besar xiu meng melepas pelukannya dan melihat putrinya yang cemberut dan berkata “kamu masih tetap putriku yang manja”.
Pelayan wanita menyiapkan air hangat dikamar mandi kemudian keluar menyiapkan satu set pakaian diatas ranjang dan bertanya “Nona, nanti saya bawakan makanan kekamar atau makan diruang makan?”.
Mendengar pertanyaan pelayan liliana menjawab “Aku ingin makan dikamar saja, bibi bisakah sampaikan salamku kepada tuan besar dan nona tami ta dan katakan juga bahwa saya ingin istirahat sejenak tanpa diganggu” ujar liliana.
“baik nona nanti saya samapaikan, saya ijin keluar nona” Ujar pelayan wanita.
“bailklah silahkan bibi” jawab liliana, kemudian liliana mandi dikamar mandi dan selama liliana mandi makanan sudah diantarkan kekamar liliana kemudia pelayan keluar dengan cepat tanpa mau mengganggu liliana.
Setelah menyelesaikan ritual mandi nya liliana segera keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk, kemudian dia menghampiri jendela kamar dan membuka gorden untuk menghirup udara.
“segar sekali udara disini, wahh pemandangan dari sini sangat indah” ujar liliana tanpa memperhatikan seorang pria yang menatapnya dengan takjub.
Tempat tinggal sementara liliana berada disebelah barat rumah utama, Pemadangannya mengarah langsung ketaman dan dari kamar liliana bisa memandang prajurit yang sedang berlatih. Tempat tinggal sementara liliana juga agak tinggi sehingga bisa memandang pemandangan dengan leluasa.
Setelah puas memandang liliana menutup gorden dan berjalan keranjang untuk memakai baju yang telah disediakan.
__ADS_1
“Omoooo baju apaan ini? Bagaimana aku bisa memakai baju yang sangat tertutup begini” desahnya dengan pelan.
Karna tidak ada pilihan liliana terpaksa memakai baju yang diranjang kemudian ia mulai memakan makanan yang telah disedikan pelayan sebelumnya.
“Arggg kenyangnya, sudah lama aku tidak makan makanan seenak ini. Betul kata pepatah -perut kenyang hatipun senang.” Setelah mengucapkan hal itu liliana mengaplikasikan skincare dan langsung terlelap.
Sementara dimeja makan berkumpul satu keluarga untuk makan, kemudian tuan besar xiu meng berkata kepada putrinya “Apa yang sebenarnya terjadi kepadamu nak”?.
Tami ta yang mendegar pertanyaan yang dilontarkan ayahnya ia menghela napas panjang dan berkata “Sebenanarnya ini sangat berat untuk kuingat ayah hiks...hiks hiks..” lirihnya dengan air mata menguncur dan tenggorokan tercekat.
Liu meng yang mendengar tangisan adik satu-satunya pun mencoba menghibur dengan mengalihkan topik pembicaraan ia tahu adiknya sangat tertekan.
“Adik teman yang kamu bawa itu kenapa ngak ikut bergabung untuk makan?” ujar liu meng.
“Sepertinya dia juga sangat kelelahan, dia sudah memberitahukan itu kepadaku dan adikmu melalui pelayan tadi” ujar tuan besar xiu meng.
Liu meng yang mendengar jawaban dari tuan besar xiu meng menjadi kesal dan ia berujar “Ayah... aku bertanya pada adik, bukan sama ayah” gerutunya dengan bibir mayun.
Tuan besar yang mendengar protes dari anaknya terwa dan berkata “ hahahaha sepertinya putraku sedang perhatian dengan gadis muda....Dan kamu liu meng harusnya peka sedikit”.
“Aku bukan perhatian ayah, hanya saja aku ingin menjadi tuan rumah yang baik. Terus maksud ayah ngak peka karna apa? Ujar liu meng sembari melihat kearah ayahnya.
“Lihatlah adikmu yang menangis dan ingusnya keluar kemana-mana harusnya kamu membantu dia mengelapnya bukan bertanya kepadanya mengenai gadis muda itu” ujar tuan besar xiu meng sembari melihat tami ta meng.
Mendengar perdebatan ayah dan saudara laki-laki satu-satunya tami ta menjadi terhibur dan berkata “hahahahah ayah.... kakak kalian sangat lucu, aihhh ini sangat menghibur. Dan lagi tidak ada ingus dihidungku” ujarnya dengan kesal.
Kemudian liliana melanjutkan perkataanya “ dan untuk temanku dia punya nama, mmm walapun namanya agak aneh...iya aneh. Namanya liliana” .
Mendengar perkataan putinya, tuan besar xiu meng berkata “ Namanya tidak aneh putriku, namanya memang agak asing, tetapi dibenua lain banyak nama yang seperti itu”.
Setelah menyelesaikan makan malam keluar itu pun beranjak kekamar masing-masing, namun sebelum benar-benar meninggalkan meja makan tuan besar xiu meng berkata “putriku jika kamu sudah siap menceritakan semuanya temui aku diruang kerjaku” ujarnya lalu berjalan keluar dari ruang makan.
Malam sudah sangat larut dan seseorang berjalan dengan sangat hati-hati dan menyelinap kesebuah kamar, ia membuka pintu dengan pelan dan...
Jangan lupa dukung terus karya aku ya
Semangat untuk kita
__ADS_1
Salam hangat dari author...