
Namun saat pintu akan ditutup tiba-tiba salah seorang dari kerumuman berkata “Tapi
semalam aku melihat pria yang difoto masuk kedalam kamar ini. Mungkin saja
kakek ini menyembunyikan buron didalam kamarnya” ucapnya sembari menuduh.
Mendengar ucapan salah seorang dari kerumumann itu membuat jantung mijin deg-deg an.
Kemudian mijin berkata “Kakek sudah tua nak, jadi ngak mungkin kakek berbohong.
Tapi kalau kalian tidak percaya bisa diperiksa tapi harus cepat ya nak. Soalnya
kakek mau cepat-cepat istirahat” kemudian mijin pura-pura berbatuk.
Mendengar ucapan mijin yang menyamar menjadi kakek-kakek membuat mereka mengurungkan
niatnya untuk memeriksa kamar mijin. Kerumuman langsung berpencar menjadi
beberapa kelompok untuk mempercepat pencaharian.
Setelah kepergian orang-orang yang mencarinya, mijin segera mengemasi barang-barangnya
dan segera mencari rumah yang disewakan didaerah tempat tinggal para bangsawan.
Mijin merasa tempat bangsawan menjadi salah satu pilihan yang bagus untuk menetap
sementara waktu.
Sementara di mansion keluarga meng, liliana mendapatkan pelatihan yang sangat berat
sehingga kemampuannya meningkat secara seingnifikan.
Selama pelatihan liliana dilaksanakan membuat hiu jang (ksatria yang melatih liliana),
tami ta, liliana, dan liu meng menjadi sangat dekat.
Pelatihan liliana ini sangat membuat hiu jang lebih bisa mengenal dan melakukan
pendekatan dengan tami ta cinta masa kecilnya. Pelatihan ini juga tidak
disia-siakan oleh liu meng untuk mengenal lebih dekat sosok liliana.
Dipelatihan juga bukan hanya liliana yang berlatih tetapi mereka ber empat menjadi petarung
bebas untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam bertarung.
Tami ta karna kelelahan langsung istirahat langsung tiduran direrumputan dibawah
pohon rindang. Pelayan Pribadi tami ta yang melihat hal itu langsung melebarkan
tikar dibawah pohon kemudian menyuruh nona tami ta untuk berpindah ke tikar
yang sudah disediakan pelayan nya.
Kemudian hiu jang dan liu meng pun tiduran untuk menghilangkan rasa lelahnya. Liliana
yang melihat itu berkata “Aku akan membuat camilan yang sangat enak, jadi
kalian tunggu bentar ya” kemudian liliana berjalan dengan cepat kedapur yang
disusul pelayan pribadinya.
“Nona...nona mau buat apa kedapur? Biar aku saja yang buat nona” ucap pelayan pribadi
liliana karna ia takut liliana terluka, Kemudian pelayan itu menambahkan “Dapur
itu kotor nona, biarkan aku saja” ucapnya dengan cepat.
“aku akan buat camilan yang sangat enak dan belum pernah ada disini, jadi kamu bisa
bantu aku meyediakan bahan-bahannya aja oke” ucap liliana sembari terus
berjalan kedapur.
__ADS_1
Pelayan yang sudah terbiasa dengan sikap liliana yang menganggap derajat mereka sama
hanya bisa geleng-gelengkan kepala. Kemudian pelayan berkata “ Baiklah nona,
tapi ijinkan aku disamping nona untuk membantu nona” ucapnya kemudian.
“Heheheheh baiklah, kamu paling pengertian deh, okay butuh bahan-bahan yang ini” ucap
liliana sembari menulis bahan-bahan dan mulai membuat juice jeruk dan tambahkan
es batu, kemudian liliana membuat Kripik ubi dengan bumbu racikan sendiri.
Setelah selesai membuatnya ia menyuruh beberapa pelayan untuk menyajikannya dan
membawakanya kelapangan pelatihan.
“Hai semuanya, aku buatkan juice jeruk dengan kripik singkong pedas balado” ucap
liliana sembari duduk bergabung dengan mereka.
tami ta dengan cepat berkata “Haa apa itu? Apa bisa dimakan? Ucapnya denga
ragu-ragu.
Tanpa menanggapi ucapan tami ta, liliana menyuruh para pelayan menyajikan camilan,
kemudian liliana berkata kepada pelayan yang membantunya “Kalo kalian mau masih
ada sisanya didapur kalian bisa berbagi”.
Mendengar ucapan lilina membuat para pelayan semangat dan berterimakasih, namun sebelum
mereka pergi pelayan pribadi liliana berdehem pelayan.
Liliana yang mengerti segera berkata “Biarkan pelayan pribadiku yang membantu kalian”
ucapnya kemudian.
segera berkata “Baik nona, terimakasih saya undur diri”.
Liliana mengangukkan kepala dan semua pelayan langsung berjalan dengan cepat kedapur
karna sudah sangat penasaran dengan camilan aneh liliana.
Melihat ketiga temannya heran dengan camilannya membuat liliana kesel dan berkata “Jika
tidak suka yaudah gausah dimakan”.
Melihat liliana kesal membuat liu meng panik dan dengan segera meminum juice jeruk yang
ada digelas, kemudian ia dengan sangat senang berkata “Ini sangat enak, belum
pernah aku meminum minuman seenak ini. Lebih enak daripada arak terbaik”.
Hiu jang dan tami ta yang penasaran dengan rasa juice jeruk dengan segera meminum
juice yang digelasnya “Waaww ini sangat enak, aku belum pernah meminum minuman
seenak ini” ucap tami dengan dengan kuat dengan binar-binar bahagia dikedua
bola matanya.
“Walaupun bentuknya aneh, tapi ini sungguh enak dan segar” ucap hiu jang. Mendengar ucapa
hiu jang membuat tami ta dan liu meng melihat kearah liliana yang sedang naik
pitam.
Dengan kesal liliana mengambil minuman hiu jang berkata “Jangan meminum minuman aneh
ini lagi” kemudian menjauhkan gelas hiu jang dari jangkauan hiu jang.
“Hahahaha bagus liliana, sekalian ngak dikasih sama dia” ucap tami ta memanas-manasi
__ADS_1
keadaan.
“iya iya minumannya ngak aneh kok, aku cuman spontan aja tadi. Sekarang aku udah
bisa minum ya” ucapnya sembari mengambil gelasnya kembali.
Liu meng melihat kripik yang sudah liliana susun diatas nakas dan ia berkata
‘Apakah aku bisa mencobanya?” ucapnya sembari menatap liliana kemudian beralih
menatap kripik ubi rasa balado.
“Bisa tapi rasanya agak pedas, karna aku pengen makan yang pedas-pedas” Ucap liliana.
Dengan antusias liu meng mengambil kripik dan berkata “ Ini sangat enak dan
pedas....pedas.. .” teriaknya dengan menjulurkan lidarhnya sangking pedasnya.
Melihat liu meng yang kepedasan membuat tami ta dan hiu jang menatap horror kepada
liliana.
“Heyy...apa-apaan tatapan kalian, aku sudah memperingatinya bahwa rasanya memang pedas” ucap
liliana dengan kesal.
Tami ta dan hiu jang segera mengalihkan pandangannya dari liliana dan segera berkata
“Kami tidak melihatmu liliana, lagian kami tahu kok bahwa itu bukan salahmu”
ucap mereka bersamaan.
Medengar ucapan mereka membuat liliana mengulum senyum dan kembali melanjutkan
aktivitasnya mengunyah kripik ubi balado.
Namun disisi lain membuat kemarahan liu meng membuncah kepada adiknya dan calon adik
iparnya. Dengan tatapan tajam setajam silet ia melirik kearah hiu jang,
seakan-akan tatapan itu mengatakan aku akan membalasmu.
Dengan muka pucat pasi hiu jang segera ijin melarikan diri dengan berdalih akan
melatih para prajurit.
Setelah kepergian hiu jang membuat tami ta merasa lega karna sedari tadi ia menyadari
bahwa tatapan hiu jang sangat berbeda.
Tami ta POV
Aku sangat merasa tidak nyaman dengan tatapan hiu jang, aku sangat mengerti bahwa
tatapan itu adalah tatapan penuh cinta. Aku sudah menaruh hati kepadanya beberapa
waktu yang lalu, namun karna aku sadar bahwa aku tidak pantas dan tidak layak
untuknya sebaiknya aku mengubur dalam perasaanku. Dia adalah pria yang baik dan
berhak mendpatkan gadis yang baik dan yang paling penting masih bisa menjaga
kehormatannya.
Aku merasa sangat hina dan semua ini karna laki-laki bejat itu, aku akan membalas
semua rasa sakit hatiku kepadanya sehingga ia merasakan kehidupan bagaikan
dineraka.
Tami ta POV end.
Setelah mereka menghabiskan waktu kebersamaan bersama, liliana segera menyuruh pelayan mengatakan kepada tuan meng untuk bertemu dengannya.
__ADS_1