![BELENGGU CINTA [ BALAS DENDAM ]](https://asset.asean.biz.id/belenggu-cinta---balas-dendam--.webp)
Sementara itu seorang wanita yang baru saja sadar,dari pingsannya, Langsung menyusuri setiap ruangan,tapi ia tidak menemukan keberadaan, Oma atau ka kendra.di ruangannya.Ia berpikir mungkin mereka benci kepadanya,karena perkataan ibu mertuanya.
"Pasti anda.sedang mencari Kendra ya.?"tebak seorang wanita yang sedang berdiri di ambang pintu ruang perawatan. Dengan menggunakan jas dokter nya.
Wanita itu, langsung mengangguk. Mempertanyakan di mana,Kendra dan Oma Anna.
Dokter wanita yang tidak lain adalah.Febby,Dokter yang di tugaskan Kendra untuk menjaga dan merawat nya.Lalu ia menceritakan di mana Kendra berada, zevanya.
"Apa,kau tau.Gimana kondisi suamiku.?"
Zevanya berkata dengan lirih. Kepada dokter Febby. Karena ia sangat penasaran dengan,apa yang di alami suaminya.
"Saat ini kondisi tuan zayn.sedang kritis,bahkan ia harus segera mendapatkan donor darah,karena stok bank darah sedang kosong."dokter Febby berkata kepada zevanya.Febby masih tidak percaya orang yang paling berkuasa di seluruh dunia, membutuhkan darah. Bahkan setiap dokter, di tiga ratus rumah sakit sudah di kerahkan. Untuk mencari darah yang sama dengan darah dari tuan Zayn.
"Dokter.Bisakah aku pergi kesana.?"Zevanya berkata kepada dokter Febby, Walaupun zevanya sudah berapa kali di sakiti oleh Zayn,sang suami. Ia masih tetap perduli kepadanya.
Dokter Febby, pun langsung menolak permintaan zevanya. Karena kondisi yang tak memungkinkan untuk zevanya menjenguk sang suami.
Tapi, zevanya terus saja memaksa dirinya, untuk mengantarkan zevanya menemui suaminya.Dengan terpaksa dokter Febby mengantarkan zevanya.
**
Saat ini Kendra sedang berjalan menghampiri nyonya anna. Yang sedang bicara kepada seorang dokter. Tanpa di sengaja ia juga mendengar perkataan dokter ibrahim. Selaku,pemegang rumah sakit ini.Dan dokter utama yang merawat tuan zayn,lalu Kendra pun berkata kepada Oma Anna. "Kita harus meminta orang itu.?"kata Kendra.
"Apa maksudmu,Ken.?"Kata nyonya Anna.Dan orang yang berada di sampingnya, hanya diam mendengar pembicaraan nyonya nya dan asisten dari tuan mudanya.
Dokter ibrahim dan dokter violet,tau apa yang akan di bicarakan oleh Kendra.
Karena,ini adalah jalan satu-satunya,untuk bisa menyelamatkan. Tuan Zayn, walaupun ia harus terkena hukuman karena terlah membocorkan,kepada mereka.
"Apa yang kau maksud,ken?.Dia,dia siapa.?Bisa kau jelaskan.?"kata Oma Anna.Penasaran dengan apa yang Kendra ucapkan.
Sebelum, mengatakan ia menghembuskan nafas panjang nya. "Dia.Adalah ayah kandung tuan muda."ucap Kendra dengan dingin.Semua orang yang ada di situ mematung setelah mendengar perkataan Kendra.tapi tidak dengan dokter ibrahim dan dokter violet.
"Ayah kandung,zayn.?"ucap Oma anna.mengulangi perkataan Kendra.
__ADS_1
"Iya nyonya. Sebenernya ayah kandung,dari tuan muda masih hidup."kata Kendra.
"Siapa dia.?Apa dia Klarenzo Alexander Graham.?"kata Anna. Setahunya,ayah kandung Zayn sudah tiada. Saat pembantaian berapa taun yang lalu.
"Benar apa yang di ucapkan nyonya Anna,ana mungkin tuan Klarenzo hidup kembali.Jelas-jelas aku melihat sendiri jasad tuan Klarenzo."timpal David.
"Sebenarnya. Tuan besar graham bukanlah ayah kandung tuan muda."kata Kendra.
"Lalu,siapa ayah kandung Zayn?.Bisakah kau jelaskan secara detail"ucapnya dengan nada sedikit membentak. Karena Kendra terlalu bertele-tele menjelaskan siapa ayah kandung Zayn.
"Baik aku akan menjelaskan tentang siapa ayah kandung tuan muda.Tapi sebelum aku menyelesaikan cerita ku tidak ada yang boleh memotong ucapan ku.?"kata Kendra.
"Baiklah."ucap mereka serempak.
ia menghembuskan nafas panjangnya.Lalu ia menceritakan tentang siapa ayah kandung tuanya. "Dua puluh lima tahun ya lalu..."
...(FLASHBACK ON)...
Seorang wanita,sedang duduk di gazebo.Sambil memakan buah mangga yang di petik oleh bibinya.Dan satu tangan nya mengelus perutnya,yang masih rata Ia berjanji akan menjaga buah hati nya. Yang masih belum lahir,karena ia tidak ingin kehilangan untuk yang kesekian kalinya.
Lalu seorang wanita, mendekati nya dan berkata. "Teryata kau di sini,j****g.?"Wanita itu berkata dengan sinis. Kepadanya.
Wanita itu pun. Marah karena ia tidak menanggapi ucapan nya. Dengan kesal ia menjambak rambut wanita itu. "Denger ya.Anindita. Kau itu cuma wanita mu**han yang,tidak pantas untuk berada di sisi,mas Willi.?"Katanya dengan lirih. Tepat di telinga anindita.
Lagi-lagi. Dia tidak menanggapi ucapan wanita itu,ia hanya meringis kesakitan saat rambutnya di Jambak olehnya. Bahkan ia diam saja saat,dia menampar wajahnya.
"Kayanya aku harus membunuh, anak yang sedang kau kandung."Ucapnya dengan suara sinis nya.Ya wanita itu mengetahui kalau Anindita sedang hamil.
Anindita yang sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya, Langsung menggoreskan pisau yang ia pegang kepada lengan, istri ke dua dari suaminya. Ia pun lalu mendorong tubuh istri kedua, suaminya.
Olivia,hanya tersenyum misterius,karena rencananya berhasil untuk menyingkirkan anindita.
Wiliam. Yang melihat itu pun langsung terkejut atas apa yang di perbuat oleh anindita. karena marah ia pun menampar wajah istrinya. Dengan sangat keras. Bahkan sampai mengeluarkan darah dari sudut bibirnya.
"Ada apa ini.?" Tanya wanita paruh baya, Lalu wanita paruh baya mendekati mereka dengan sangat anggun. Dan arogan.
__ADS_1
"Mah,liat Anin. Dia mendorong ku,ahh."kata Olivia dengan suara sakit nya.Sambil menunjuk ke arah Anindita yang sedang berdiri.
"Ga mas,dia bohong.Ini fitnah."bantahnya.
"Wil. Sebaiknya kau bawa istri mu ke rumah sakit.Mamah takut, bayi yang ada di dalam kandungan Oliv kenapa-napa."Kata wanita paruh baya.
Tanpa menunggu waktu lagi,ia langsung membawa istrinya ke rumah sakit. Karena ia tidak ingin, terjadi apa-apa kepada anaknya.
'PLAK' 'PLAK' Dua tamparan. Mendarat di kedua pipinya. Belum reda rasa sakit yang di berikan oleh suami sama istri kedua suaminya. Dan sekarang ia harus mendapatkan tamparan untuk sekian kalinya.Dari sang mertua.
"Dasar ja**ng rendahan. Apa kau ingin melenyapkan cucuku.Oh atau jangan-jangan kau. Dendam karena kami telah membunuh janin mu."bentaknya.
"Aku ga sekeji itu. Hanya untuk balas dendam,apa lagi dengan cara mengotori tanganku sendiri."ucapnya dengan dingin.
"Kau.Kau berani melawanku.?"bentaknya. Lalu ia menjambak rambut panjang mantu'nya itu.
Anindita. Yang sudah jengah dengan perlakuan ibu mertuanya yang semena-mena terhadap dirinya. Langsung mendorongnya.
"Akh." Sampai kepala nyonya Fernandez terbentur ke sudut meja.
Tanpa di sengaja, Wiliam. Melihat pertengkaran ibunya dengan istri pertamanya. "ANINDITA APA YANG KAU LAKUKAN."bentaknya. Dengan marah dia menghampiri Anindita.
"Ma-mas Wili."gugupnya.
"Jadi ini yang kau lakukan selama ini. Di belakang aku.Atau jangan-jangan. Kau juga yang telah membunuh adik dan bayinya.?!" Wiliam, kembali membentak. Sambil menarik tangannya ke belakang dengan sangat keras. Untuk menjauh dari ibunya. Anindita pun tersungkur dan perutnya terbentur sudut laci. Ia hanya meringis menahan sakit yang ia terima.Karena tidak ingin terjadi apa-apa kepada anaknya. Lantas ia pergi dari rumahnya.
Saat ini. Ia sedang berlari agar cepat sampai di rumah sakit sambil menahan rasa sakit di perutnya, walaupun hujan deras. Ia tetap berlari agar tidak terjadi apa apa dengan anak yang ia kandung."Ga. Aku.Ga bakalan menyerah,aku harus tetap kuat demi anak yang aku kandung. Dan aku ga ingin kehilangan bayi yang kedua kalinya."gumamnya.sambil berlari. Saat ia akan menyebrang jalan ada sebuah mobil dengan melaju cukup kencang ke arahnya.dan 'BRAK' Tubuhnya terlempar cukup jauh. Namun sebelum kesadarannya bener-bener hilang,samar-samar ia melihat seorang mendekatinya. Lalu ia pingsan dan dia tidak tau siapa orang itu.
"Gimana dengan wanita itu..."
...----------------...
JANGAN LUPA SAKSIKAN TERUS KELANJUTAN CERITA BELENGGU CINTA BALAS DENDAM.
DAN JANGAN LUPA LIKE END KOMEN DI BAWAH SINI.
__ADS_1
TOLONG KASIH SARANNYA YAH.MASIH PERMULAAN SOALNYA.
...((TERIMA KASIH))...