![BELENGGU CINTA [ BALAS DENDAM ]](https://asset.asean.biz.id/belenggu-cinta---balas-dendam--.webp)
Semakin hari kondisi Zayn semakin memburuk bahkan para dokter sudah berusaha semaksimal mungkin agar kondisi Zayn kembali normal, namun harapan mereka sia-sia, karena kondisi Zayn tak ada perubahan nya.
Sementara Zayn, sedang mempertaruhkan nyawanya agar kembali ke keluarga'nya. dia berusaha mati-matian agar bisa selamat melawat peryakit,
Lain dengan anggota keluarga anderson dan Bagaskara.saat ini mereka sedang merayakan pernikahan Azalia dan Fadhil Shariq.
Azalia, yang saat itu merasa marah karena kedekatan Zayn dan Alena, dia pun dengan terpaksa harus menerima tawaran Fadhil untuk menikah dengannya.
"Sayang, akhirnya kau bisa menikah dengan pria yang sangat mencintaimu. Semoga kau akan bahagia dengan pilihan kamu,"
"Iya, sayang semoga kau akan bahagia dengan pilihan kamu,"Walaupun ia merasa karena mantu kebanggaan nya akan menikah dengan pria asing.
Namun ia tetap berdoa agar pernikahan Azalia yang saat ini bisa bahagia.
"Mama. Bunda, Azalia sudah di panggil oleh penghulu,"Ujar seorang wanita kepada Sintya dan anindita.
"Tapi Bun. Dimana kaka?"Azalia bertanya tentang keberadaan kakak'nya yang tak hadir dalam pernikahan nya.
Sintya yang mendapatkan pertanyaan seperti itu hanya diam, ia takut jika kalau Azalia akan sedih,
"Bunda pasti menyembunyikan sesuatu dari Azalia?"
Anindita yang melihat situasi semakin panas langsung merendam nya. "Aza. Lebih baik kita turun, karena ga baik ijab qobul di tunda."
Dengan terpaksa Azalia menuruti perintah mama anindita, karena ia tak ingin menunda balas dendam kepada mantan suaminya.
Sebelum Bener-bener pergi ia menanyakan sesuatu kepada sahabatnya, "Apa Zayn sudah datang?"
Gracia menggelengkan kepalanya, tanda Zayn belum datang ke acara ijab qobul Azalia.
***
"Tuan sebaiknya kita harus cepet bertindak karena kita tak memiliki banyak waktu lagi?"
Zahair merasa sedih, dengan kondisi kakak'nya yang terus menurun. Ia berdoa semoga ada mukjizat,
"Tuan. Saat ini nyonya Azalia akan melangsungkan pernikahan dengan Fadhil."
Zahair merasa marah kepada anggota keluarga nya. Bisa-bisanya mereka menikah kan Azalia di saat kondisi kakak'nya sedang kritis.
"Berapa persen kakak saya bertahan dok?"Zahair bertanya kepada sang dokter yang berada di depannya.
Lalu sang dokter menjawab, bahwa Zayn sangat tipis untuk bertahan hidup,
Zahair pun menatap Alena, "Ale. Sebaiknya kau ikut denganku"
Asisten dari Zayn lalu bertanya, mau kemana Zahair membawa Alena.
Zahair hanya menjawab singkat, bahwa dirinya akan mengatakan semuanya kepada anggota keluarga nya.Ia sambil menarik tangan Alena.
**
__ADS_1
Kedua anak Adam dan hawa sedang duduk di hadapan sang penghulu. Untuk mengucapkan ijab qobul.
Anindita yang sejak tadi gelisa. Entah apa yang ia rasakan, membuat ia tak Kosen dalam pernikahan mantu'nya.
"BISMILLAH HIROHMAN NIROHIM"
"YA FADHIL."
"YA"
"SAYA NIKAHKAN DAN KAWINKAN ENGKAU DENGAN AZALIA CLARA NATHANIA BAGASKARA BINTI ARGA PUTRA BAGASKARA, DENGAN MASKAWIN UANG TUNAI SEBESAR 3 TRILIUN, SATU SET PERHIASAN, DAN SEPERANGKAT ALAT SHOLAT DI BAYAR TUNAI"
"SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA AZALIA....."
Sebelum menyelesaikan ucapannya. Sudah lebih dulu di hentikan oleh seseorang.
"BERHENTI..!!"
"ZAHAIR!"
Ucap mereka secara bersamaan, mereka tak menyangka yang menghentikan pernikahan Azalia adalah Zahair.
Zahair lalu menatap wajah mereka satu persatu, dengan mata elangnya yang siap menerkam mangsanya. "Begini'kah cara kalian, membalas jasa Zayn?"
"Apa yang kau katakan zah?"Anindita berkata kepada anaknya.
Zahair menatap mereka dengan sinis, "Ma. Bukannya kau seorang ibu kan, jadi seharusnya kau merasakan penderita yang Zayn alami saat ini."Dengan kesedihan ia berkata kepada semua orang.
Lalu datanglah seorang wanita penuh dengan kewibawaan dengan rambut panjangnya.
Azalia pun yang melihat Alena, langsung mendekati nya. "Buat apa kau kesini? Oh atau kau di suruh oleh Zayn untuk datang ke mari? Di mana suami mu itu?"
"AZALIA!!"Zahair membentak kakak iparnya.
PLAK' Satu tamparan mendarat di pipi Zahair, dengan begitu keras. "Sejak kapan kau jadi kasar begini za?"Bentak anindita.
Zahair hanya memegang pipi yang terkena tamparan dari ibu'nya. Mungkin tamparan ini tak begitu sakit, saat dimana ibunya memutuskan hubungannya dengan Zayn, yang saat dimana dia membutuhkan perhatian dari anggota keluarga nya.
"Ma. Mungkin tamparan ini tak begitu sakit di bandingkan mama, memutuskan antara mama dan kak Zayn, yang saat ini membutuhkan perhatian. Apa lagi kak Zayn sedang mempertaruhkan hidupnya."
DEHG'
Jantung mereka berdetak dengan sangat kencang, Mereka tak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Zahair.
"A-apa maksud kamu zah?"
"Aza. Aku cuma ingin mengatakan bahwa Zayn sangat mencintaimu, dan Zayn tak pernah sekalipun menikahi ku."
Alena, pun menceritakan tentang hubungan antara dirinya dengan Zayn. hanya sebatas dokter dan pasien, dan Zayn meminta dirinya untuk berpura-pura untuk menjadi kekasih'nya agar anggota keluarga nya membenci zayn.
"Azalia. Saat ini Zayn sangat membutuhkan kalian, karena kemungkinan besar kecilnya Zayn untuk selamat sangatlah kecil."
__ADS_1
Tanpa mereka duga ada seorang anak laki-laki berlari ke arah Alana dan Zahair.
"Om, Tante. Gimana kondisi Daddy apa Daddy baik-baik saja?"
"Kau dari mana Daddy kamu sedang tak sehat sayang."
Zavier, berkata ia mengetahui kalau kondisi Daddy tak baik-baik saja, dari hasil pemeriksaan yang ia temui di ruang kerjanya.
Azalia, menatap anaknya, lalu ia berkata kenapa anaknya tak memberi tau kepada dirinya.
Zavier hanya menjawab kalau dirinya tak pantas memberi tau Keluarga'nya sebelum daddy'nya mengatakan nya sendiri.
"La-lalu dimana Zayn berada?"Anindita bertanya kepada Zahair.
"Saat ini Zayn berada di rumah sakit, dan kondisi nya, sudah sangat kritis."Ucap Zahair.
Anindita pun meminta, Zahair untuk mengantarkan dirinya ke rumah sakit, ia ingin melihat kondisi anaknya.
Saat mereka akan pergi keluar, ada suara bariton yang menghentikan langkah mereka.
"Lalu gimana pernikahan aku dan Azalia?"
Azalia dengan suara dingin berkata. "Maaf dhil aku tak bisa menikahi kamu, karena aku masih mencintai Zayn."
Setelah berkata seperti itu mereka semua pergi ke rumah sakit.
**
"Gawat dok, denyut nadi, tuan Zayn sudah mulai melemah?"Ucap sang suster.
Lalu sang dokter menyuruh suster untuk memanggil dokter lain, karena kondisinya Zayn sudah semakin melemah.
Suster itu lalu pergi menemui petugas medis, karena dokter Leonard sedang membutuhkan bantuan nya.
Dengan cepat berapa dokter pergi ke ruang dimana Zayn di rawat.
**
"Devan!!"
Devan yang saat itu sedang duduk dengan muka yang di tutupi tangannya. langsung bangkit setelah mendengar suara. Dari keluarga Anderson dan anggota lainnya,
Dengan bertepatan pintu ruang UGD di buka.
"Kami sangat bersalah..."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
SAKSIKAN TERUS KELANJUTAN CERITA BELENGGU CINTA BALAS DENDAM.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN END VOTE.