![BELENGGU CINTA [ BALAS DENDAM ]](https://asset.asean.biz.id/belenggu-cinta---balas-dendam--.webp)
Langkah demi langkah Zayn mendekati sang mamah, dan ia pun memeluk mamah'nya dengan sangat erat, seperti enggan untuk melepaskan pelukannya dari Mamah'nya ada rasa rindu yang mendalam di hati Zayn akan kasih sayang dari seorang ibu. ia berharap di kehidupan selanjutnya takan pernah kekurangan kasih sayang dari orang tua nya.
Setelah puas memeluk sang mama ia beralih ke ibu mertuanya.
Zayn meminta izin kepada ibu mertuanya, bahwa dirinya ingin memeluk Sintya, "Bu, maafkan aku selama ini terlah menyakiti ibu, dan Zayn berjanji akan menyelamatkan Azalia dari tangan fadhil. Ini akan menjadi tanda bukti rasa sayang aku terhadap Azalia, karena Azalia adalah tulang rusuk ku, aku akan berkorban demi bisa menyelamatkan tulang rusuk ku."
Sintya merasa bersalah karena terlah menikahkan Azalia dengan Fadhil. Lalu ia berkata kepada mantu'nya itu. "Bawalah cintamu, karena setelah ini akan menjadi kebahagiaan buat kalian."tutur sang Sintya.
Zayn menganggukkan kepalanya ia akan berusaha untuk bisa menyelamatkan istrinya. Walaupun ia harus gugur di Medan perang.
Satu persatu Zayn berpamitan kepada anggota keluarga nya, Mulai dari Valsena, violet, Abraham, dan Steven. Sekarang Zayn beralih kepada papa tirinya. Yang dulu pernah menemani dirinya saat masih kecil.
Namun saat Zayn sudah berada di depan klarenzo, klarenzo membuang muka, seakan-akan ia memiliki rasa kebencian yang ada pada hati'nya.
Zayn lalu berkata kepada papanya. "Pa. Maafkan lah Zayn jika Zayn ada salah, dan Zayn juga sangat berterima kasih karena papa klarenzo, mau merawat ku walaupun aku bukan anakmu, mungkin papa akan bahagia setelah anak yang mama kandung terlah lahir, tapi pesan aku hanya satu pa. Jagalah mama, jangan sampai mama menangis hanya karena papa."
Setelah Zayn berkata seperti itu, ia pun meninggalkan ruang itu, langkah yang ia ambil, mengingatkan ia tentang masa kecilnya, saat di mana keluarga Masih ada di sisinya.
**
"Ayok kak kejar aku, kalau bisa"
"Kakak, Akan mengejar kamu sampai dapet."
Saat dua anak kecil sedang kejar-kejaran datanglah sosok pria yang membuat mereka menghentikan langkahnya.
"Papa!"Teriak kedua anak kembar itu kepada papanya.
Sang papa Jang baru pulang kerja langsung memeluk anaknya, ia tak merasa lelah jika sudah bersama kedua anaknya.
**
Tiba-tiba senyum Zayn mengembang di wajahnya, dengan langkah cepat ia keluar dari istana Anderson, sebelum pergi, ia berbalik ke arah mansion'nya. "Selamat tinggal!!"
Setelah berkata seperti itu ia pun menyuruh adik-adiknya segera berangkat tepat di mana Azalia di sekap.
Kali ini Zayn yang mengemudikan mobilnya karena ia ingin segera sampai di tempat nya. Namun hatinya masih saja merasa gelisah, karena tak tenang.
**
HAHAHA' Seorang misterius tertawa bahagia karena ini adalah saat yang di tunggu-tunggu untuk bisa menghancurkan keluarga mereka.
"Apa kalian sudah siap?!"
"Sudah mr!!"
"Bagus!!"
__ADS_1
Ia terlah mengarahkan anak buahnya di setiap lokasi di mana Zayn akan berhenti.
Ia sudah menantikan ini tiba. Karena di hari ini akan ada pertumpahan darah yang akan membanjiri tempat itu. Dan ia juga sudah mempersiapkan seribu anak buah.
"HAHAHA..! ZAYN INI SUDAH WAKTUNYA UNTUK KAU PERGI KE ALAM BAKA."
LALU DATANGLAH SOSOK MISTERIUS YANG SUDAH TERLIHAT TUA. NAMUN DENGAN ADANYA SOSOK PENDAMPING IA MENJADI MISTERIUS YANG MENAKUTKAN.
"KALIAN HARUS SEGERA MEMBUNUH MEREKA? KARENA WAKTU KALIAN TAK BANYAK.!!"
Mereka menganggukkan kepalanya, lalu mereka pergi dengan pasukannya untuk memulai pertarungan nya dengan Zayn.
**
Saat sudah sampai Zayn, Zahair, zayyen, dan Leonard keluar dari mobilnya lalu mereka berjalan kedepan rumah yang terlihat sangat bagus.
"Ini Adalah rumah impian Fadhil, yang menginginkan hidup bersama dengan Azalia."Ujar fayra.
"Apa kalian sudah siap?!(Zayn berkata dengan dingin dan tegasnya,
Zayn yang merasakan keadaan nya semakin memburuk langsung menetralkan kondisi nya. Agar mereka tak mencurigai nya.
"Siap..!!"
Lalu mereka berlari memasuki halaman rumah itu, dan perkelahian pun di mulai antara anak buah Zayn dan anak buah fadhil.
Zayn pun dengan cepat langsung masuk kedalam untuk mencari keberadaan istrinya.
Saat sudah sampai di lantai atas ia mengecek pintu ruangan, satu persatu.
Pilihannya jatuh ke pintu berwarna merah, warna darah yang sangat pekat. Ia juga mendengar teriakkan seorang wanita yang Amat ia kenali.
Dengan marah ia mendobrak pintu itu, dengan sekali dobrakan pintu hancur.
Dan menampakan sosok wanita yang akan di lecehkan oleh Fadhil.
Fadhil Yang sudah melepaskan pakaiannya merasa terkejut dengan kehadiran Zayn di kamarnya.
"Dasar bedebah, akan aku Hancurnya dirimu Fadhil."
Zayn mendekati Fadhil, lalu memukulnya bertubi-tubi, karena apa yang dia perbuat membuat ia sangat marah,
Fadhil pun membalas pukulan nya kepada Zayn, sampai ia mengeluarkan darah seger di mulutnya,
**
Di kediaman Anderson sedang terjadi kegelisahan karen mereka merasakan firasat yang sangat buruk. Mulai jatuhnya bingkai foto pernikahan Zayn dan Azalia, dan yang membuat mereka takut adalah Suara grombolan burung gagak.
__ADS_1
"Aku berharap mereka semua akan baik-baik saja?!"Ucap anindita.
"Aku juga berharap seperti itu, agar mereka pulang dengan selamat."
"Semoga Tuhan senantiasa menjaga mereka."
"BAHAYA..!!!"Ucap seorang yang baru saja datang di Istana Anderson, siapa lagi kalau bukan eyang diajeng, dia baru saja mendapatkan kabar dari orang itu, bahwa keturunan Anderson sedang dalam bahaya, dan salah satu dari mereka mungkin tak akan selamat.
"Bahaya kenapa bu?"
Eyang diajeng pun menceritakan bahwa saat ini seluruh pasukan dari Mr/Mrs sedang mengarah ke Bogor, tempat di mana Zayn sedang berada.
Anindita yang mendengar itu langsung lemas seketika, seakan-akan tak ada tulang di tubuhnya.
"Sayang?"Klarenzo menuntun istrinya ke arah sofa.
***
Kembali lagi ke Zayn, yang sedang bertarung melawan Fadhil.
"Aku tak akan pernah memaafkan kamu Fadhil...!!"Teriak Zayn, lalu memukul kembali wajah dan tubuhnya,
Fadhil merasa kesakitan akhirnya tumbang tak sadarkan diri.
Melihat Fadhil sudah tak bergerak Zayn mendekati Azalia, dan menanyakan apa dia baik-baik saja, dan apa ia sudah menyentuh tubuhnya.
Azalia hanya menggelengkan kepalanya, bahwa dirinya belum sempat di apa-apain.
Dengan bahagia Zayn memeluk tubuh istrinya ia sangat bahagia,. karena istrinya belum sempat di apa-apain.
Saat mereka berpelukan Zayn melihat Fadhil sedang mengarahkan pistolnya, dan sasaran nya tuh ke arah azalia. Dengan gesit ia juga mengarahkan pistolnya tepat di jantung Fadhil.
Mereka sama-sama menembakan secara bersamaan, peluru Zayn tepat mengenai jantung Fadhil, dan peluru Fadhil mengenai punggung kanan Zayn.
Karena sebelum peluru itu mendekati mereka, Zayn sudah memutar tubuh mereka. Jadi Zayn lah yang terkena.
"Zayn!!"
"Fadhil!!"
...----------------...
...----------------...
...----------------...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN END VOTE YGY
__ADS_1