BELENGGU CINTA [ BALAS DENDAM ]

BELENGGU CINTA [ BALAS DENDAM ]
BAB 22


__ADS_3

Saat ini seorang pria, sedang duduk di bangku kebesarannya. Sambil memandang ke arah jendela. Dengan tatapan yang begitu tajam penuh kebencian.


"Zayn Erlangga Alexander A, kan ku pastikan kau akan merasakan apa yang aku rasakan, kau tunggu saja aku akan menghancurkan keluarga mu!!."gumam'nya.


"Tuan," Panggil seorang.


"Ada, apa?!" Jawab'nya.


"Tuan. Ini data yang kau minta."ucapnya.


"Bagus sekali kerja mu. Aku bangga pada mu Rey."Ucap tuannya kepada asistennya.


Lalu dia mengambil map itu dari tangan asistennya. Dan ia langsung membacanya, tapi dia terkejut saat melihat map itu cuma berisi berapa kata saja. "Rey, apa ini? Kenapa data yang dia miliki cuma sedikit saja?"katanya.


Reyhan sang asisten dari Jonathan, sudah berusaha mencari tahu. Tentang data-data yang di miliki oleh Zayn, tapi hasilnya nihil. Ia tak menemukan informasi mengenai zayn.


Ya pria itu adalah Jonathan, yang sering di panggil dengan sebutan Johan oleh orang-orang tersayangnya dan istri yang pernah dia cintai. Namun nama itu seakan-akan lenyap seketika. Dengan penghianatan yang di lakukan oleh istrinya, bahkan tidak ada orang lagi yang menyebutkan nama itu termasuk keluarga nya.


"Apa segitu kemampuan mu rey? Aku tau kau seorang hacker yang handal."kata Jonathan.


"Maaf tuan, saya sangat sulit sekali menembus pertahanannya?"Kata Reyhan.


"Siapa dia sebenarnya ? Bahkan orang tuanya saja tidak tercantum."gumamnya.


"Tuan, bukankah tuan William adalah ayah biologis tuan Zayn?"kata Reyhan.


"Dan kemungkinan besar dia mengetahui tentang keluarga nya."sambungnya. Saat mendengar gumaman, tuanya.


"Tidak. Papah ku tidak mengetahui nya. Sudahlah sebaiknya kau berusaha menemukan data lengkapnya."Kata Jonathan.


Reyhan, hanya menganggukkan kepalanya saja. Ia akan berusaha semaksimal mungkin agar ia bisa menembus pertahanan yang di miliki oleh tuan Zayn.


"Dan aku ingin kau menemukan nya sebelum tanggal mainnya?"Kata Jonathan dengan dingin.


Reyhan. Mengiyakan permintaan Jonathan, ia pun berlalu pergi dari hadapan tuannya.


"Brengsek. Kau, Zayn!!."


*****


' Kembali ke rumah sakit.'


Seorang. Wanita baru saja melepas rindu, kepada keponakan yang selama ini dia sayang.


"Kau, apa kau istri dari putra ku?!"tanya wanita itu sambil mendekat ke arahnya.


"Iya sayang, dia mantu mu."Jawab Oma Anna. Saat tau tidak ada seorang pun yang mau menjawabnya.

__ADS_1


"Jadi kau, orang yang terlah mencelakai putra ku?!"tanya fara. Dengan nada tegasnya.


"Ii-iya nyonya. Waktu itu saya tidak sengaja."ucap zevanya dengan nada gugupnya. Dan takut nya.


"Gara-gara kau? Putra ku jadi kaya gini. Liat apa yang akan aku lakukan untuk mu."bentaknya.


"Cukup fara. Dia tidak bersalah!!." Kembali membentak anaknya.


"Ibu? Kau membentak ku cuma gara-gara wanita ini."kata Fara kepada ibunya.


Fara. Tak habis pikir sama ibunya, yang begitu membela orang yang sudah mencelakai keponakannya.


Ia, pun berkata. Memang kalau buah tidak jatuh dari pohonnya. Jika ayahnya saja seorang pembunuh, maka anaknya juga akan mengikuti jejak ayahnya.


*PLAK* Satu tamparan keras mendarat di pipi nya. Nyonya leanna menampar wajah anaknya, sudah cukup dia menghina cucu mantu'nya. Sekarang tidak lagi.


David. Yang melihat, kakaknya di tampar langsung berkata. "Kaka, tidak papa?"


Fara. Hanya menggelengkan kepalanya saja, sambil memegang pipinya yang terasa panas.


Tapi tidak sampai di situ, ia kembali berkata lagi. "Sakit ko. Di pegangin terus pipinya?"


Karena geram dengan tingkah laku David. Ia langsung menjitak kepala adiknya. "Jika kau tidak diam!! Akan ku jadikan ibu sebagai rempeyek!!"


David. Kembali berkata kepada kakaknya, dengan suara lirih. "Kalau itu aku setuju kak."


"DAVID. FARA, ibu mendengar apa yang kalian bicarakan?"kata nyonya Anna dengan ketus.


"Hehe. Teryata ibu mendengar apa yang kita bicarakan?"kata Fara.


"Dan ya. Tadi aku cuma menguji mental nya saja. Ga lebih."sambungnya kepada sang ibu. Lalu ia beralih ke arah mantunya.


"Aku tau semuanya. Maka dari itu bunda minta maaf atas kelakuan putraku yang bodoh itu."ucap Fara kepada mantunya. Sambil melirik ke arah anaknya.


"Ga papa ko nyonya. Aku menang melakukan kesalahan, besar kepada kalian."ucapnya.


"Ya, kamu memang melakukan kesalahan sampai putraku menikahi wanita secantik dirimu."ucap Fara.


Walaupun, Zayn tidak mengatakan sesuatu. Ia sangat tau bahwa dia sudah mencintai dirinya.


Fara pun berkata dengan tegas. Kepada mereka, Mulai saat ini harus panggil dirinya dengan sebutan bunda. Dan itu tidak ada bantahan.


Mereka, hanya menganggukkan kepalanya. Tanda setuju dengan perkataan Fara.


Lalu Fara, memeluk tubuh mantu'nya dengan sangat erat. "Kenapa sifat kamu sama seperti orang aku kenal. Bahkan yang dia miliki ada pada dirimu. Cuma tatapan matanya saja yang berbeda."Batin'nya. Sambil meneteskan air matanya. Saat dia mengingatkan pada seorang ada ada di dekatnya, lalu seorang masuk ke ruangan mereka. Dan mengganggu acara pelukan mereka.


"Permisi tuan. Ini dokumen yang anda minta?"ucap ucap kendra. Ya, yang datang adalah Kendra asisten pribadi Zayn. Kendra tidak menyadari ada orang lain di tempat itu.

__ADS_1


"Apa-apaan, ini?"tanya fara. Lalu Fara melihat ke arah pria yang memberikan dokumen perkejaan kepada anaknya. Mereka saling bertatapan.dan


*DEG* Mata mereka saling bertemu. Entah kenapa mata itu sangat mirip sekali dengannya. Dan aku merasakan bahwa kau adalah pria yang selama ini di cari oleh seorang. pikir Fara, saat melihat wajah Kendra.


Pria itu juga sama terkejutnya. Dengan wanita yang ada di depannya."Ma-mamah. Kau mamah Anindita?"gumam Kendra dengan terbata-bata.


Fara pun menjawab. Bahwa ia bukan mamah Anindita, melainkan bunda Fara. Dan ia juga berkata, bahwa kendra boleh memangilnya dengan sebutan bunda.


Kendra, yang mendengar perkataan Bunda Fara. Merasa kecewa, teryata wanita yang di depannya bukan mamah Anin, melainkan bunda Fara.


Tau, akan kekecewaan Kendra. Fara langsung memeluk tubuh Kendra, agar dia merasakan kasih sayang dari seorang wanita yang dia rindukan.


Dengan senang hati, Kendra membalas pelukan bunda Fara. "Walaupun kau bukan mamah Anin. Tapi kau sangat mirip dengan mamah Anin."


"Ken, kapan aku keluar dari tempat terkutuk ini. Aku sudah bosan?"Ucapnya dengan nada dingin nya.


"Kau tak perlu mengeluh seperti ini. Karena aku sebagai seorang teman yang baik aku akan mengabulkan permintaan mu."Ucap pria yang baru saja datang bersama kedua sahabatnya.


"Gimana kabar anda Nyonya Fara."kata pria itu.


"kau ini terlalu berlebihan leon."Kata Fara kepada leonard.ya pria itu adalah dokter Leon.


Zayn, menatap tajam kearah sahabatnya. Seakan-akan berkata. "Kenapa,. kau mengenal bunda?"Itulah yang di denger oleh Leonard saat menatap mata, tuannya.


Fara yang tau, langsung melerai. Perdebatan mereka, karena bukan saatnya bertanya-tanya.


Setelah, itu mereka bersiap-siap. Untuk meninggalkan rumah terkutuk bagi Zayn.


*****


saat ini seorang misterius sedang marah besar akibat rencananya untuk membunuh musuhnya gagal.dan dia tidak menyangka bahwa bahwa rencananya ini akan membuat keluarga mereka bahagia akan kepulangan SEO wanita yang sangat dia benci.


"brengsek. Kenapa mereka harus bahagian? Ini tidak boleh terjadi, jika ini terjadi aku akan menghancurkan semuanya."gumamnya dengan marah.


Misterius itu pun tertawa jahat. Karena ia tidak akan membiarkan, musuhnya hidup dengan bahagia. Walaupun itu kebahagiaan kecil.


***


Seorang paruh baya. Yang sedang duduk di bangku kebesarannya, sambil berkutat dengan laptopnya. Dengan seorang pria yang sedang duduk di depannya. "Apa kau sudah menemukan nya?"


...----------------...


SAKSIKAN TERUS KELANJUTAN CERITA BELENGGU CINTA BALAS DENDAM.


DAN JANGAN LUPA LIKE END KOMEN DI BAWAH SINI.


MAAF CERITANYA MASIH AGA MEMBINGUNGKAN DAN TULISANNYA MASIH KURANG JELAS. SOALNYA BARU PERTAMA.

__ADS_1


MOHON BERIKAN SARAN YANG BAIK. DAN DUKUNGAN NYA.


...*TERIMA KASIH*...


__ADS_2