BELENGGU CINTA [ BALAS DENDAM ]

BELENGGU CINTA [ BALAS DENDAM ]
[ Keritis nya tuan dan nyonya Fernandez. ]


__ADS_3

Dengan kesadaran nya yang masih tersisa.ia menelpon suaminya agar cepat datang yang sudah ia kirim lokasi nya.


Yang saat ini ia pikirkan adalah.bayinya,yang entah kemana hilangnya.bahkan untuk menggerakkan badannya saja ia tidak mampu.


Setelah berapa saat kemudian.seorang pria bertubuh tinggi dan tegap.menghampirinya,


"Sayang.kau bertahan lah.aku akan membawa mu ke rumah sakit."lalu pria itu membopongnya ala bridal style.masuk ke dalam mobilnya.


Namun saat pria itu akan masuk.langsung di cegah oleh berapa orang.


"Mau apa kalian,"ucap pria itu dengan nada dingin.yang tak lain adalah klarenzo Alexander Graham.suami dari Anindita Valencia.


"Haha.tentu saja ingin nyawa kalian."ucapnya dengan tegas di selingi oleh tawanya.


Walaupun mereka berjumlah banyak,Klaren tidak pernah takut untuk melawannya.


Tanpa pikir panjang,mereka mengeroyok.klaren dengan brutal.ia sudah mendapatkan tugas untuk menghabisi nyawa nya.


Dan salah satu dari mereka menembakan peluru nya tepat di bagian perutnya dan dada kirinya.


klarenzo yang sudah tidak kuat lagi menahan sakitnya hanya bisa pasrah,jika takdirnya sampai di sini.


Karena Anindita yang masih mendapatkan kesadaran, walaupun tubuhnya penuh dengan luka dan darah.


Anin pun mendekati suaminya.dan ia menggenggam tangannya setelah berada di sampingnya.


"Sayang.kau harus pergi dari sini,dan jagalah anak-anak kita.aku tidak ingin mereka kehilangan kasih sayang dari orang tuanya.aku mohon Anin rawatlah anak-anak kita dengan baik walaupun tanpa kehadiran ku di sisi kalian. " Ucap klarenzo dengan lemah.


"Ga sayang.kau harus kuat,demi anak-anak kita.kau taukan Zayn sangat menyayangi mu.lalu aku harus berkata apa jika kau pergi dari sisinya."ucap Anindita.


"Halah.banyak dramatis,lebih baik kalian berdua pergi saja."Ucap salah satu anggota mereka dengan dingin.


'DOR'


'DOR'.Dua kali tembakan mengenai tubuh mereka.dan seketika mereka menutup matanya secara perlahan.


...FLASHBACK OFF...


"Jadi.."ucap Sintya terpotong dan ia langsung menutup mulutnya dengan tangan.


"Ia.dulu kau menitipkan anakmu kepadaku.tapi dengan teganya aku menyerahkan kepada wanita yang tidak ku kenali."Anindita berkata dengan sedih.sambil terduduk lemah."Dan saya juga tidak bisa menyelamatkan anaknya Fara."Teriak histeris terdengar ke mana-mana.


Mereka yang tidak tega.melihat Anin begitu rapuh.langsung saja berlari memeluk nya.


Anin yang melihat trio somplak langsung berkata."sayang.sini sama oma."ucap anin dengan lembut kepada cucunya.


dengan patuh trio gesrek.mendekati oma nya.dan merekapun saling berpelukan.

__ADS_1


"tidak ku sangka ternyata aku sudah memiliki cucu sebesar ini."ucap anin dengan sedih.tentu sedih lah.apa lagi ia saat ia tidak bisa melihat pertumbuhan anak-anak nya.


lalu ia mengalihkan pandangannya ke arah putrinya."Camel.apa kamu tidak kangen sama,mamah.papah,"Kata Anindita kepada putrinya.


Ya Camellia adalah anak dari Anindita dengan suami keduanya,yang bernama klarenzo.


Namun.camellia hanya diam saja tak bergeming,ia masih syok dengan keadaan semua ini.


Andrean.yang berada di samping istrinya, memegang pundaknya,agar istrinya tersadar dari lamunannya.


Camellia yang merasa suaminya memegang pundaknya langsung menatapnya dengan tatapan tanda tanya.


"Apa kamu tidak dengar nyonya Anin dan tuan klarenzo memanggil nama mu."ucap Andrean kepada istrinya.


"Apa.?"Satu kata yang terucap dari bibir Camellia


Lalu Anindita mendekati putrinya.namun saat ia akan memeluknya.justru putrinya menolak pelukan ibunya.


Semua orang yang berada di tempat itu sangat terkejut dengan penolakan yang di lakukan Camellia terhadap orang tuanya.


"Ada apa camel? ,, apa kau tidak kangen sama mamah dan papah."Suara berat dari klarenzo kepada anaknya.


"Tidak"ucap Camellia dengan dingin.


Lalu ia.pergi dari hadapan mereka menunju ke luar mansion.


Anin dan klarenzo saling bertatap karena terkejut mendengar perkataan Andrean.


Zayn melihat orang tuanya penuh tanda tanya langsung menjawab tatapan itu."Pah.mah dia mantu mu"ucap zayn.kepada orang tuanya.dan Zayn pun menceritakan tentang awal permulaan pernikahan mereka,bahkan ia juga menceritakan tentang peryakit yang di derita oleh adiknya.


Tentu.saja perkataan zayn.membuat Anindita hampir jatuh.dan Untung nya.ada klarenzo di sampingnya.


Seketika.mansion terasa sepi setelah kepergian Camellia dengan suaminya.


"Kaka ipar.apa kau tidak ingin berkenalan dengan ku."zeyyen alrenzo.berkata dengan lembut kepada Kaka iparnya.sambil mencairkan suasana yang terasa berada di kuburan.


Namun bukannya mendapatkan jawaban.ia palah terkena lemparan bantal sofa.siapa lagi pelakunya,kalau bukan kakak'nya yang paling nyebelin.


"Papah.liat Kaka,dia melemparkan aku bantal."zeyyen mengadu dengan manja kepada papahnya.


"Hahaha.teryata om zey cemen.apa ga malu tuh sama rambut gondrongnya om,"ucap zavier dengan di selingi tawanya oleh ketiga trio somplak.


Mereka pun juga tertawa.mansion yang dulunya sudah mati seketika hidup kembali dengan adanya tiang keluarga yang hadir kembali.


Kalau tidak ada sosok ibu di keluarga rasanya, seperti rumah tanpa tiang penyangga.karena ibu, adalah panutan bagi generasi nya.


"Permisi tuan.nyonya, mengganggu waktu kalian.tapi ini ada kiriman."ucap menjaga mansion.

__ADS_1


"Taruh saja di sini pak."ucap klarenzo kepada penjaganya,lalu klarenzo menyuruh anaknya untuk membuka kotak itu,


Dengan patuh dua Z.membuka bingkisan itu,dengan perlahan dan saat kotak itu di buka,betapa terkejutnya ia.


"Apa isinya Zayn.?"Klaren berkata dengan suara khasnya.kepada anaknya.


"Isinya adalah...


***


Sementara itu di rumah sakit,banyak dokter dan suster keramas.saling berlalu lalang untuk mengecek kondisi tuan dan nyonya Fernandez.


"Gimana, perkembangan tuan Fernandez. suster."dokter seteng baya berkata kepada suster di depannya.


"Masih belum ada kemajuan dok."ucap suster yang mendampingi dokter.


"Lalu kondisi Nyonya Olivia."tanya dokter itu lagi.


Suster ngesot, menjawab dengan sama.belum ada perkembangan,mengenai tuan dan nyonya Fernandez.


"Kau.patau terus, keadaan nya.jika dalam dua kali Dua puluh empat jam.belum ada perubahan,dengan berat hati kita akan melepaskan seluruh alat medis."ucap dokter itu dengan tegas.


Para suster yang berada di tempat itu.hanya bisa mengangguk kan kepalanya saja.karena mereka juga tidak bisa melakukan apa-apa.


Lalu salah satu perawatan mengambil handphonenya.untuk berbicara dengan keluarga Fernandez.


Tut Tut Tut Tut Tut


Setelah berapa kali panggilan, akhirnya mengangkat juga.


"..."


Perawat itu pun menceritakan tentang keadaan tuan dan nyonya Fernandez,yang semakin keritis dan ia juga menceritakan tentang penyambutan alat bantu yang yang terpasang di dadanya.


...----------------...


"Tidak ini tidak mungkin "


...----------------...


SAKSIKAN TERUS KELANJUTAN CERITA BELENGGU CINTA BALAS DENDAM.


DAN JANGAN LUPA LIKE, KOMEN END VOTE YGY.


TOLONG BERIKAN SARAN DAN PENDAPAT DARI KALIAN.


( TERIMA KASIH )

__ADS_1


__ADS_2