![BELENGGU CINTA [ BALAS DENDAM ]](https://asset.asean.biz.id/belenggu-cinta---balas-dendam--.webp)
Setelah kepergian dokter dan Oma serta zevanya, saat ini tinggallah mereka bertiga."apa bisa kau jelaskan ini semua pada kami.?!"ucap mereka pada Kendra.
"Baiklah aku akan jelaskan, tapi dengan satu syarat.!"ucap Kendra.
"Baiklah apa syarat.?!"ucap mereka.
Kendra menghela nafasnya dan memulai menceritakan tentang siapa zevanya dan oma. Da kenapa Zayn mengalami kecelakaan. Semua ia ceritakan kepada mereka. Ya mereka cuma tau bahwa ayah kandungnya masih hidup.
"Bangsat!"ucap gabriel. Sambil mengepalkan tangannya.
"Akan ku hancurkan keluarga mereka, aku tidak akan membiarkan mereka menyakiti sahabat ku."ucapnya dengan berapi-api.
"Tenanglah. Tuan muda itu orang yang kuat dia bisa menahan sakitnya, tapi yang aku khawatirkan dia tau yang mendonorkan darahnya adalah ayah yang selama ini dia benci."ucap Kendra dengan dingin.
"Benar apa kata Ken, kita harus benar-benar menyembunyikan ini semua dari zay. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika dia mengetahuinya, kita tau sendiri kan jika dia marah."ucap Aksa.
"Dan kenapa? Kau tidak memberi tau kepada kami masalah sebesar ini, apa kau sudah tidak menganggap kami sebagai temanmu."sambungnya.
Sebenarnya, saat itu ia ingin memberi tau mereka. Tapi mereka sedang ada masalah sendiri, jadi ia urungkan niatnya untuk memberi tau, kepada sahabatnya.
"Ya seharusnya kau mengabari kami, walaupun kami ada masalah tapi kau harus memberi tau kami. Dia juga sahabat kami, yang membutuhkan sahabatnya."ucap nya marah. Karena Kendra seakan akan, tidak menganggap nya sebagai seorang sahabat. Jika salah satu dari kami ada yang terkena musibah. Sahabat lah yang ada di sampingnya.
"Baiklah aku minta maaf,"kata Kendra.
Gabriel dan aksara, pun memaafkan kesalahan Kendra.
Kendra. Yang curiga langsung menatap mereka dengan ranjam, dan berkata. "Kenapa kalian bisa ada di sini?"
"Hehe, sebenarnya kami sudah tau sahabat kami ada di rumah sakit."ucap Gabriel dengan cengengesan.
"Jadi kau tadi pura-pura marah. Dan tidak mengetahui apa yang terjadi dengan Zayn?"kata Kendra dengan dingin.
"Kami bener ko tidak tau apa yang terjadi dengan Zayn. Yang kami tau bahwa Zayn masuk ke rumah sakit."ucap Gabriel.
"Sudah lah. Kalian ini apa tidak lelah beradu argumen Mulu, aku aja lelah melihat kalian. Dan sebaiknya kita lihat keadaan Zayn."kata aksa.melarai perdebatan mereka lagi.
Mereka tidak mendengar perkataan aksa.i mereka masuk ke ruang perawatan tuanya.
"Akhirnya kau sudah sadar Zayn."kata mereka berdua. Yang tak lain adalah Aksa dan Gabriel.
"Buat apa kalian kesini?"ucap Zayn lebih dingin dari pada asisten pribadinya. Saat melihat wajah para sahabatnya.
"Ya tentu saja kami ingin melihat kutub Utara kami. Eh sahabat kami yang tampan maksudnya. Yang ketampanannya melebihi seorang dewa."kata Gabriel menggoda sahabat nya.
"Ternyata seorang CASSANOVA jago juga merayu laki-laki, dan benar sih aku memang Tampan."ucapnya dengan percaya diri. Tapi masih menunjukkan ekspresi dinginnya.
CK,gabriel berdecak sebel, Karena ucapnya membuat Zayn merasa melayang di udara.
__ADS_1
"Jadi, kalian sahabatnya cucuku?!"ucap wanita yang sudah tidak muda lagi. Saat melihat ke Gabriel dan aksara.
"bener Nyonya."kata mereka.
"Wah. Kalian kompak bener,"ucap wanita tau itu, meledek, sahabat cucunya.
"Ga,kami ga kompak,"ucap mereka serempak.
"Udahlah Oma lelah ngomong sama kalian. Dan kalian jangan panggil aku nyonya. Panggil saja, saya Oma anna. Sama seperti mereka."kata Oma Anna.
"Baiklah Oma."ucap Aksa.
"Ya udah sebaiknya kalian lanjutan pertemuan kalian. Oma akan pergi dulu."ucap oma.anna. "Dan kau zayn.kau harus mendengarkan apa kata istri mu? Karena Oma tidak bisa berlama-lama di sinikata Oma Anna.
"Masih ada Kendra yang mengurus ku. Jadi dia tidak perlu mengurus ku."kata Zayn dengan dingin,sambil melirik ke arah wanita yang sedang duduk di sofa.
"Tidak bisa zayn. Lagian Ken harus mengurus perusahaan yang sudah lama kau tinggalkan. Dan keputusan oma tidak bisa di ganggu gugat lagi kau harus nurut kata istri mu. Bener begitu Ken?!"kata Oma Anna sambil menatap tajam ke arah Kendra.
"Be-benar tuan, aku harus mengurus perusahaan. Karena ada seorang penghianat yang masuk ke perusahaan Z,A tuan."kata Kendra.
CK' Zayn hanya berdecak sebel. Sama ucapan asisten nya, karena ia tau bahwa asisten nya,sudah di kasih mantra oleh Oma nya
"Ya udah Oma pergi dulu, kau jangan menyusahkan zevanya, ya sayang?"kata Oma Anna.
"Ehm!" Zayn hanya menjawab deheman saja.
Setelah, kepergian Oma mereka melanjutkan pembicaraannya. Lalu zevanya pergi keluar ruangan. Tapi saat ia akan keluar ia di kejutkan suara bariton dari suaminya.
"Mau pergi kemana kamu?"ucapnya dengan dingin, saat melihat gerak-gerik zevanya yang akan pergi dari, kamar perawatan nya.
"Aku tidak perlu ijin darimu kan,"Tanyanya dengan sedikit sinis.
"KAU, sudah mulai membantah ucapan ku,"ucapnya dengan nada tegasnya.
"Apa aku harus mengingatkan apa SETATUS mu di hidupku? Jadi jika kau ingin pergi harus dari seijin dariku, karena hidup mu ada di tangan ku. Paham kamu!"ucapnya dengan dingin.dambil menekan kata status.
"Kau tidak perlu mengingatkan akan statusku, dan aku harus pergi ada urusan dengan rekan kerja ku. Lagian kau masih ada teman-teman mu kan?"kata zevanya.
"Dan aku akan kembali, setelah urusan ku selesai."sambungnya berlalu pergi.
Dan dokter Leon pun datang setelah kepergian zevanya.
"Ada apa dengan kalian, dan kau bukannya kau harus istirahat. Dan kau harus memulihkan kondisi tubuh kamu?"kata dokter Leon.
"Di mana istri mu.?!"tanya dokter Leon.sabil matanya menyelusuri setiap sudut ruangan itu.
"Nyonya zevanya. Pergi, katanya ada urusan."bukan Zayn yang menjawab melainkan kendra. Dia tau tuanya enggan untuk menjawab.
__ADS_1
"Mungkin zeva ada urusan dengan dokter Sinta."ucap dokter leon. Dan membuat orang yang ada di depannya menatap dengan tanda tanya.
Leonard, menjelaskan. Sebenarnya zevanya adalah dokter bedah di rumah sakit ini, karena itu dia menemui rekan setimnya yaitu dokter Sinta.
Mereka hanya menjawab dengan ber o'h ria. Kecuali Zayn yang sejak tadi diam.
"Apa sebenarnya, yang terjadi dengan diriku. Kenapa perasaan ini semakin membesar kepada wanita itu? Dan kenapa dia mirip sekali dengan dia? Apa jangan-jangan dia. Ga ini ga mungkin. di mana dia sekarang apa dia baik-baik saja?"batinnya.
"Tuan. Apa tuan baik-baik saja. Kenapa tuan melamun?"kata Kendra.
"Aku. Ga papa, aku akan istirahat."lalu ia membaringkan tubuhnya di kasurnya.
...----------------...
Di sebuah tempat yang terbilang cukup sepi hanya di tumbuhi pepohonan saya terdapat dua orang wanita yang sedang membicarakan hal penting.
"Apa kau ingin membahayakan nyawamu, aku tidak ingin kau pergi meninggalkan kami."ucap wanita itu.
Sebenarnya ia juga tidak ingin, harus pergi secepat ini. Apa lagi, ia tidak bisa meninggalkan orang tersayang nya. Tapi ini semua sudah jalan takdir nya.
"Apa kau sanggup harus kehilangan semuanya?"kata wanita A,
"Keputusan ku sudah bulat. Ini jalan terbaiknya untuk menghancurkan misterius itu. Sudah cukup dia bersenang-senang."kata wanita z.sambil menahan tangisnya. Kalau boleh jujur ia juga tidak ingin, jika harus kehilangan apa yang sudah ia miliki.
"Dan jika aku gugur. Kau harus melakukan apa yang aku minta."sambungnya.
"Aku tidak akan membiarkanmu menjadi korban dari dia?!"kata wanita A
"Jika ini takdir dari tuhan. Kita tidak bisa berbuat apa-apa. Sudah cukup mereka menjadi korban karena balas dendam. Aku tidak ingin ada dendam lagi di generasi selanjutnya?"kata wanita Z.
"Aku cuma menitip mesan saja. Jika seandainya aku yang menjadi korbannya. Kau harus. Ada untuk mereka?"sambungnya.
"Baiklah jika itu mau mu."ucap wanita A.
"Sebaiknya kita pergi dari sini,"kata wanita Z
"Hm"
...----------------...
"Apa kalian tau gara-gara kau pe........."
Jangan lupa saksikan terus kelanjutan cerita belenggu cinta balas dendam.....
Dan jangan lupa like end komen di bawah sini......
...TERIMA KASIH...
__ADS_1