BELENGGU CINTA [ BALAS DENDAM ]

BELENGGU CINTA [ BALAS DENDAM ]
[ Pertarungan Zayn dan Hendarso ]


__ADS_3

Seorang wanita tua.berlajan ke arah ruang rahasia,yang selama ini tidak ada yang mengetahui nya,kecuali leluhurnya.


Setelah berapa saat ia kembali dari ruang rahasia,sambil membawa sebuah kotak,dengan ukiran kayu yang sangat indah.lalu ia memberikan kotak itu pada cucu mantunya."Itu adalah benda ke lima dari ke tujuh benda."Diajeng Sekar Ayu, berkata dengan lembut tapi penuh dengan kewibawaan.ya wanita itu adalah diajeng.yang kerap di panggil sebagai eyang Rachel.


Tapi anehnya.zayn tidak bisa membuka kotak itu.


Mengerti dengan kesulitan Zayn yang tidak bisa membuka kotak itu ia langsung berkata.bahwa kamu harus menemukan kotak ke empat terlebih dahulu,karena karena kunci ke lima ada di dalam kontak tersebut.


"Sial.kenapa buka kotak aja sangat sulit."Ia sangat marah karena tidak bisa membuka kotak tersebut.bahkan ia hampir membanting kotaknya.kalau saja tidak di cegah oleh mertuanya.mungkin sudah ia banting.


"Dasar bego.seharusnya kau harus segera mendapatkan kotak ke empat, bukannya membanting kotak itu."Sintya berkata dengan ketus.


Lagi-lagi ia tidak bisa melawan omongan kejam mertuanya.jika ia melawan,pasti ia tidak akan mendapatkan restu dari nya.untuk ke dua kalinya.


Dering ponsel mengagetkan mereka.


Zayn,yang mendengar ponselnya berdering langsung mengangkat nya."Katakan.?"


"......"


Tanpa, menjawab pertanyaan dari sebrang sana.ia langsung mematikan sambungan teleponnya.dan ia pun berpamitan kepada eyang diajeng dan ibu mertuanya.karena ada urusan mendadak.


Setelah kepergian zayn.sintya berkata kepada mantunya.bahwa dirinya juga harus pamit.


Tapi,di cegah olehnya."Sintya janganlah pergi.kamu Taukan kamu adalah mantu keluarga Walaupun suami kamu sudah tiada."Diajeng, berkata dengan sedih jika harus kehilangan mantunya lagi.


"Buat apa bu.bukanya dulu ibu yang mengusirku dan juga mas Arga dari kediaman bagaskara.lalu buat apa ibu menyuruh ku kembali.?"Sintya berkata dengan bibir bergetar,sambil menahan air matanya.ia tidak ingin kejadian di masa lalu terulang kembali.apa lagi ia mempunyai anak laki-laki.yang harus mematuhi peraturan Bagaskara.


"Ibu mohon sintya.hanya kamu dan cucu-cucu,ibu yang ku miliki.kamu taukan bahwa Gibran hanya keponakan ibu."eyang diajeng berkata dengan lembut,dengan air matanya yang mengalir.


Memang dulu ia tidak merestui hubungan mereka karena Sintya adalah seorang janda beranak satu.tapi setelah kepergian anaknya,ia baru sadar bahwa setatus tidaklah penting.dengan kebahagiaan anaknya,bahkan ia juga sudah menyuruh anaknya kembali dengan membawa mantunya,tapi nasi sudah menjadi bubur.anaknya menolak kembali ke kediaman nya.


"Ya.aku tau itu,tapi keputusan ku tidak pernah berubah."Sintya berkata kepada mertuanya.


"Kamu ingat Sintya.bahwa aku juga berhak atas cucu-cucuku,dan apa kamu tega membiarkan mertuamu ini yang sudah tua hidup penuh dengan penyesalan.ibu juga ingin bisa bertemu dengan cucu-cucu ibu.sebelum ajal menjemput ibu."Ia berkata dengan suara bergetar nya.sambil memohon kepada Sintya agar mau kembali ke kediamannya.bahkan ia bersimpuh di kaki mantunya.


Sintya.yang melihat mertuanya bersimpuh di kakinya.langsung mengatakan agar tidak melakukan itu.


Tapi.diajeng menolaknya,sebelum Sintya mau kembali ke kediaman nya.

__ADS_1


Sintya lalu menghembuskan nafasnya dengan kasar.ia akan kembali,tapi ia membutuhkan waktu,untuk menjelaskan kepada anak-anaknya,agar mau kembali kediaman Bagaskara.


Eyang diajeng.yang mendengar perkataan mantunya,merasa bahagia,karena sebentar lagi mansion nya akan ramai dengan kehadiran mantu dan juga cucu-cucunya.


"Kalau gitu.sintya pergi dulu bu.dan ibu juga harus menjaga kondisi ibu."Ucap Sintya.


"Pasti,ibu akan menjaganya.karena cucu-cucu ibu akan segera hadir di kediaman Bagaskara"Eyang diajeng berucap dengan bahagia.


Lalu Sintya berpamitan kepada mertuanya,untuk pulang ke rumahnya.karena sebentar lagi anak-anak pulang dari sekolah.


Saat sudah sampai di ruang keluarga ia di cegah oleh Adik iparnya.


"Nyonya sintya.sedang apa kau di kediaman ku."Gibran berkata dengan dingin.ya Pria itu adalah Gibran.


"Apa aku tidak salah dengar kediaman mu.?"Sintya berkata dengan sinis.lalu ia melanjutkan pembicaraannya sambil menjentikkan jarinya."Asalkan kamu tau saja tuan, GIBRAN HAIDER BAGASKARA.Aku juga berhak atas rumah ini.karena aku masih memiliki 55% aset Bagaskara group."Ia berkata sambil menekan setiap kata-kata nya.karena ia sudah jengah kepada adik iparnya itu.


"Ya.aku tau kalau nyonya Sintya masih memegang Bagaskara group.tapikan itu dulu,tapi sekarang tidak lagi,karena aku yang berhak atas seluruh kekayaan Bagaskara group.camkan itu"Gibran berkata kepada Sintya,sambil menunjukkan jarinya kepadanya.


"Kita liat saja nanti"Sintya berkata dengan dingin.sambil berlalu pergi dari hadapan mereka.


**


"Ayah."


"Kakek"


Ucap mereka serempak,tapi tidak dengan camellia.karena ia masih belum tau siapa pria tua itu.


"Kau.berani sekali kau, memperlakukan cucu kesayangan ku seperti itu."pria itu berkata dengan tegas kepada anaknya.lalu ia beralih melihat istri muda anaknya.kemudian ia berkata kepada nya.sambil menunjuknya."Dan kau,kenapa kau hadir di kehidupan anakku yang sudah berkeluarga.seharusnya kau malu dengan umurmu."Ia berkata dengan dingin, bahkan ia sudah mengeluarkan,sebuah senjata api yang siap mengeluarkan isinya.


Semua keluarga,hanya diam saja tampa membatu saat senja api itu di arahkan ke camellia.bahkan suaminya saja,tidak berani melawan ayahnya sendiri,untuk membela istri muda nya itu.


Saat.isinya akan di keluarkan, langsung di urungkan. karena mendengar suara bariton yang sangat dingin.


"Berani kau, melukai adikku.aku akan bantai habis keluarga mu,Tuan Hendarso Baskoro"Suara yang sangat dingin,bahkan sampai menusuk ke tulangnya.ia sambil berjalan menghampiri adiknya dengan wibawanya.


Zayn.yang saat itu mendapatkan kabar dari orang kepercayaan nya.bahwa tuan besar Hendarso,datang ke Indonesia untuk melenyapkan adiknya,karena terlah merusak pernikahan anak dan mantunya.


"Siapa kau?, berani sekali mengancam ku.aku tidak akan takut jika harus melawan dengan pemuda seperti dirimu "Hendarso membentak zayn.

__ADS_1


Hahaha.tawa yang sangat mengerikan langsung terdengar di penjuru mansion baskoro.bahkan tawanya saja membuatnya merinding.


"Aku peringatkan pada dirimu.jika kau melukai adikku walaupun seujung kuku,aku akan membuat dirimu,harus memilih,antara rumah sakit atau langsung ke makam."Zayn berkata dengan tegas dan dingin.


"Bedebah.beraninya kau berkata seperti itu kepada orang yang lebih tua."Hendarso berkata dengan dingin.sambil mengeluarkan lencana.itu adalah tanda bahwa ia sedang memangil anggota nya.untuk datang kepadanya.


"full wolf."Gumamnya.tapi masih bisa di denger olehnya.bahkan orang pun akan mati saat mendengar nama full wolf.


Hendarso.tersenyum bahagia."Kau tidak akan berani melawan diriku.anak muda."


Zayn.merasa terhina karena mendapatkan hinaan dari Hendarso."Cuih.saya tidak akan takut dengan kumpulan gangster seperti itu"Zayn menghina gangster yang di miliki oleh Hendarso.


Karena marah.ia melemparkan sebuah belati.ke pada dada Zayn,tapi dengan kelincahan Zayn dapat menangkap nya.belati itu."Andrean.bawa adikku pergi dari tempat ini."Zayn berkata kepada Andrean yang tengah mematung.karena melihat perseteruan mereka.


Karena geram ia membentak Andrean."Andrean.kau harus turuti kakak ipar mu ini,"Zayn menekan setiap kata-kata nya.


Perkataan Zayn.mampu membuat nyeri di dadanya.mana bisa ia harus memanggil Zayn dengan sebutan kakak ipar,bahkan ia lebih pantas sebagai ayahnya.


"Cepetan adik ipar."Bentak Zayn.


Dengan patuh.andrean membawa keluarga nya pergi dari tempat itu.


Zayn.juga mengeluarkan lencana yang berbetuk burung phoenix.dan ia pun memberi peringatan agar cepat datang.


"Simbol apa itu?"


...----------------...


"Hahaha.kita mulai pertarungan ini."


...****************...


Saksikan terus kelanjutan cerita belenggu cinta balas dendam.


Tolong berikan saran dan pendapat dari kalian


Dan jangan lupa like, komen end vote.


( Terima Kasih )

__ADS_1


__ADS_2