![BELENGGU CINTA [ BALAS DENDAM ]](https://asset.asean.biz.id/belenggu-cinta---balas-dendam--.webp)
Seorang paruh baya yg sedang duduk di bangku kebesarannya sambil berkutat dengan laptopnya. Dengan seorang pria sang sedang duduk di depannya."Apa kau sudah menemukan nya?"kata pria itu.
"Sudah tuan, nona muda sedang berada di sebuah klub. Bersama teman-temannya."ucapnya.
lalu pria itu berdiri dan mengebrak meja."Fandy, suruh anak buah kamu untuk jemput wanita itu. Dan jika dia tidak mau seret dia."ucapnya dengan tegas. Entah kenapa anak itu selalu bikin masalah, bahkan sifat dia dan adiknya berbanding terbalik.
Fandy yang mendapatkan perintah dari tuannya langsung menjalankannya.
Berapa saat kemudian. Ada seorang wanita yang bikin masalah di depan ruangan nya, karena keributan mereka membuat mereka menjadi pusat perhatian seisi kantor.
"Apa, kalian liat-liat, bubar!!"bentak seorang wanita muda. Sambil membentak karyawan kantor papahnya.
Karena tidak ingin menjadi masalah besar, membuat mereka harus membubarkan diri. Mereka tau siapa wanita itu. Lalu seorang pria keluar dari ruangan bos nya.
"Nona. Anda Sudah di tunggu oleh tuan besar."kata Fendy.
Bukannya menjawab pertanyaan asisten papahnya, ia palah memukul dada bidang sang asisten. "Buat apa kau menyuruh anak buahmu. Untuk menyuruhku pulang?"Bentaknya kepada asisten papahnya.
Tapi Fendy hanya diam saja, karena jika ia bicara. Sudah pasti urusan akan menjadi runyam, karena nona'nya tidak mau kalah.
'CK' Wanita itu hanya berdecak sebel kepada asisten papahnya itu. Lalu ia masuk ke ruang papahnya, dan menutup pintunya.
"Papah, kenapa papah menyuruh anak buahmu, menyeret'ku?!"Tanya wanita itu.
Tapi papahnya hanya mengangkat bahunya, karena ia masih kesel, sama sang anak yang hobinya bikin malu keluarga.
'CK' Wanita itu berdecak sebel. "Ga. Papah, ga. Asisten sama saja seperti robot."Gumam'nya.
Setelah kesunyian melanda ruangan itu, akhirnya papah dari gadis itu berkata. "Kenapa kau, selalu bikin malu keluarga?"
Tapi sang anak tak menjawab pertanyaan papahnya.
Dan itu membuat papahnya marah. "Kalau. Papah bicara di jawab?!" Suara dingin sang papah.
"Buat apa aku harus mendengarkan perkataan papah, tadi aja aku ngomong papah ga jawab. Dan papah saja selalu sibuk ngurusin pekerjaan, apa papah ga memikirkan anak papah?!"ucapnya ketus.
"CAMELLIA ROSALYN PARAMITHA!!."Bentaknya kepada anaknya. Saat ia akan menampar anaknya, ia di kejutkan dengan datangnya seorang wanita.
"BRAMANTYO PARAMITHA. Apa yang kau lakukan pada cucu kesayangan ku, apa ini kelakuan kamu pada cucuku?"Bentaknya kepada anaknya.
"Nenek?"Panggil wanita itu dengan manja.
"Bram, jawab?!"Kembali membentak.
"Saya melakukan apa yang harus saya lakukan. Pada anak saya."Ucapnya dengan dingin.
"Tapi bukan gini caranya?"Ucap wanita tua.
Bram yang sudah di selimuti rasa kemarahan ia menjawab perkataan ibunya, "Anda, tidak perlu ikut campur dalam masalah ayah dan anak.?!!"
Nyonya Paramitha pun kembali dengan kemarahan, jelas saja ia ikut campur. Karena ia adalah neneknya.
Bram pun menyalahkan ibunya, karena apa yang terlah ia lakukan membuat rumah tangga nya berantakan.
Tapi nyonya Paramitha, masih dengan pendiriannya, angkuh dan keras kepalanya. "Tapi itu demi kebaikan kalian sendiri.
"Kebaikan apa yang anda maksud?!!"Bentak Bram kepada ibunya, dia selalu saja berkata demi kebaikan.
__ADS_1
Saat, nyonya Paramitha akan berbicara sudah ada suara yang membuat Bram semakin marah.
Wanita itu berjalan ke arah anaknya, "Sayang?"Panggil seorang wanita dengan lembut.
"Ibu."
Bram langsung berkata, dengan suara yang lebih dingin. "Buat apa kau ada di sini?!"
"Tentu saja aku ingin melihat putri ku"ujarnya dengan ketus.
Lalu wanita itu menatap anaknya, "Sayang, apa kau di sakiti lagi oleh papah mu?"
"Engga, Bu."Ucapnya.
Nyonya Paramitha pun berkata kepada cucunya. "Sayang kamu jangan, bohong. Pasti kamu di sakiti lagi sama papah'mu?" Kenapa putranya selalu memarahi cucu'nya, bahkan cucu'nya tak seburuk apa yang ia kira, "Pasti ini gara-gara wanita hina itu? Karena itu kau selalu memarahi cucu'ku!!"Sambung nyonya Paramitha.
Bram yang, mendengar istrinya di hina langsung memarahi ibunya. "Stop kau jangan hina. Istriku lagi, dan itu semua bukan kesalahan istri ku. Karena itu kesalahan kamu?!"
"Kenapa kau jadi menyalahkan aku?"Jawab nyonya Paramitha.
Tapi tak di jawab oleh Bramantyo.
"Nek. Kau bener, buat apa lagi kita mengingat wanita hina itu. Karena dia hidup kita berantakan."Camellia membeberkan perkataan neneknya.
"Camellia jaga bicaramu. Walau bagaimana pun dia......"bentak tuan Bram.
"Dia apa? Apa dia wanita suci, atau wanita bak seperti malaikat. Cih aku bahkan tidak Sudi menyebut namanya, karena untuk menyelamatkan orang lain. Dia menghancurkan keluarga nya sendiri. DIA ADALAH WANITA YANG PALING EGOIS YANG PERNAH KU TEMUI?!!"Bentaknya sambil menekan kata-katanya.
*PLAK* Karena kemarah ia menampar anaknya. Karena dia selalu saja menghina orang yang terpenting baginya.
Bram pun kembali mengangkat tangannya kembali bersiap akan menampar pipinya lagi.
"Apa?, Apa kau akan menamparku kembali? Silahkan. Bahkan jika aku harus mati aku akan tetap menghina wanita seperti dia."Bentak Camellia. Kepada papahnya.
"Sebaiknya kau ajak mereka pergi dari sini. Dan bukan berarti aku memaafkan kalian."Kata tuan bram. Kepada mereka semua, karena ia sudah sangat pusing memikirkan perusahaan, di tambah ia harus berantem dengan anaknya.
**
Saat ini keluarga Anderson baru sampai di halaman mansion utama milik keluarga Anderson. Bahkan sudah ada pengawal dan maid yang berjejer rapih menyambut kedatangannya.
"Selamat datang tetua, nyonya besar, tuan muda, dan nyonya muda."Ucap mereka serempak.
"Terima kasih karena terlah menyambut kedatangan kami. Sekarang kalian boleh bubar."ucap Nyonya Fara. Dengan lembut tapi masih ada aura ketegasan.
"Baik nyonya besar."Ucap mereka, sambil membubarkan diri.
"Ya udah ayo masuk. Bibi sudah memasakkan makanan untuk kalian semua."kata bi Risma. Setelah bibi berkata seperti itu, mereka langsung menunju ruang makan.
****
Ruang makan keluarga Anderson.
Saat ini mereka sedang duduk di bangku'nya masing-masing, tapi masih ada satu orang yang masih enggan untuk duduk di kursi nya.ingatan itu muncul kembali,, ingatan tentang duduk bersama keluarganya. Terlintas di pikiran nya.
"Sayang, ada apa?!"tanya fara. Yang masih belum tau tentang apa yang terjadi.
__ADS_1
"Ga, papa ko tan."ucap Zayn.
"Oh ya tan, aku masuk ke kamar dulu."katanya. Sambil berlalu pergi meninggalkan mereka dan tanpa mendengar jawaban dari bundanya.
"Ada apa dengan dia.?!"tanyanya pada mereka. Namun para sahabatnya hanya diam saja. Mereka tau apa yang terjadi kepada sahabatnya.
"Ibuu juga ga tau."katanya. Bibi yang mendengar percakapan mereka akhirnya membuka suara.
BI Risma berkata kalau, Zayn memiliki rasa trauma terhadap meja makan, karena apa yang terlah ia alami masih membekas di hati'nya.
Dan karena itu, Zayn sangat membenci makan di meja makan. Bahkan untuk makan saja dia selalu di luar.
"Bukannya tempat menjadi pembunuhan ada di ruang keluarga?!"tanya Oma.
"Itu, memang benar Nyonya. Tapi tempat ini menjadi tempat yang begitu tuan benci, sebab nyonya besar Anin di per***a di tempat ini dan itu di saksikan oleh tuan muda tuan. Itu sebabnya tuan muda tidak ingin ke tempat ini. Karena dia tidak ingin mengenang apa yang terjadi dengan nyonya Anin."Kata bi Risma. Semua orang yang berada di situ hanya diam saja, sambil mendengarkan bibinya bercerita.
"Jadi itu sebabnya dia tidak ingin makan di sini."kata Fara yang sudah menangis sesenggukan.
Ia pun berinisiatif untuk menjenguk putranya, agar dia bisa melupakan kenangan buruk itu.
Tapi semua itu, di cegah oleh oma krana. Ia menyuruh agar makan terlebih dahulu, sebelum menemui Zayn.
Fara, pun mengangguk kan kepalanya. Tanda setuju.
"O-oh ya bi. Ada sesuatu yang aku tanyakan?"kata nyonya Fara.
"Apa itu nyonya?"kata bi Risma.
Fara, lalu bertanya. Tanpa apa yang terjadi kepada pernikahan anindita dan Klarenzo. Sebab setelah menikah ia sudah jarang berkomunikasi lagi.
"Sebenarnya Nyonya Anin mengalami kecelakaan saat mereka sedang melakukan baby moon. Dengan kondisi Nyonya yang sedang hamil tujuh bulan..."menjeda ucapnya. Lalu dia melanjutkan ucapannya. "Setelah kecelakaan. Nyonya harus melahirkan anak nya secara prematur setelah melahirkan anaknya dia mengalami koma selama satu tahun. Tapi kondisi tuan Klarenzo tidak terlalu parah. Itu sebabnya nyonya tidak pernah mengabari nyonya Fara."ucap bi Risma.
"Jadi Anin selama ini menderita semasa hidupnya, aku tau pasti ini kelakuan dia. Akan ku hancurkan dia liat saja, sudah cukup dia melakukan permainan ini kepada keluarga'ku!!."gumamnya.
Fara yang tidak tau apa-apa langsung berkata kepada ibunya. "Dia siapa bu?"
Tapi ibunya tidak menjawab pertanyaan anaknya, ia langsung mengalihkan pembicaraan. Dengan acara makan.
Lalu mereka makan dengan tenang. Tidak ada pembicaraan saat makan malam, hanya ada dentingan sendok dan garpu saling beradu. Setelah makan malam mereka pergi ke ruang tengah.
**
Saat ini seorang pria yang sedang duduk di depan piano,, sambil bermain piano. Dengan jari-jari tangan'nya, yang lihai bermain di tuts nya.
"Teryata kau pandai bermain piano..."
...----------------...
SAKSIKAN TERUS KELANJUTAN CERITA BELENGGU CINTA BALAS DENDAM..
DAN JANGAN LUPA LIKE END KOMEN DI BAWAH SINI.
MAAF YA TULISANNYA MASIH AGA BERANTAKAN DAN CERITA NYA JUGA KURANG MENARIK,, KARENA AKU MASIH BELAJAR.
AKU MOHON BIMBINGANNYA DAN KASIH SARANNYA...
...*TERIMA KASIH *...
__ADS_1