![BELENGGU CINTA [ BALAS DENDAM ]](https://asset.asean.biz.id/belenggu-cinta---balas-dendam--.webp)
Azalia Clara Nathania, yang saat ini berada di sebuah restoran, bersama sahabat-sahabatnya tak lupa juga dengan sosok pria, yang selama ini. Sangat mencintai Azalia,
Siapa lagi kalau buka Fadhil Shariq Fauzan.
Namun, saat mereka sedang makan. Mereka melihat seorang pria dan wanita sedang makan tepat di samping meja mereka, tapi mereka tak menyadari kalau, ada Azalia yang sedang duduk di bersebelahan.
"Zayn! Sudah berapa kali aku bilang kau tidak boleh makan-makanan yang tidak sehat. Kamu harus ingat kalau kondisi kamu saat ini sedang tidak stabil, apa kamu ingin kesehatan kamu memburuk lagi, seperti kemarin."
"Gimana mau sembuh.. Kalau kamu aja makannya tidak bergizi, makan telat, kurang istirahat lagi." Cerocos seorang wanita kepada Zayn. bahkan mereka tidak menyadari kalau ada seorang yang sedang sedang mendengarkan pembicaraan mereka.
Ya.. Azalia dan sahabatnya sedang menguping pembicaraan mereka. Bahkan mereka merasa bingung dengan apa yang di katakan wanita itu kepada Zayn.
"Entah kenapa, Zayn menyembunyikan sesuatu yang tidak aku ketahui?"Batin Azalia.
"Apa kalian sepemikiran denganku?"Tanya Gracia.
Mereka pun menganggukkan kepalanya, mereka curiga kalau Zayn menyembunyikan sesuatu dari mereka semua.
Namun pembicaraan mereka harus tertunda tak kala Fadhil kembali dari toilet.
Lalu Azalia mengajak temen-temennya pergi dari restoran itu.
Fadhil yang tanpa rasa malu, langsung menggandeng tangan Azalia.
Sepasang mata yang melihat kejadian itu, merasa marah. Bahkan tanpa sadar ia mengepalkan tangannya.
"Azalia. Aku tidak akan membiarkan kamu Deket dengan pria itu, karena itu akan mengundang kekacauan."Gumam'nya.
Zayn pun langsung pergi meninggalkan tempat itu.
**
"Sayang, kamu kenapa?"
"Sayang, entah kenapa mamah masih belum merestui hubungan kita. Dan aku takut jika kutukan yang di buat mamah akan menjadi kenyataan?"
Mengetahui khawatiran istrinya, zeyyen langsung menenangkan nya, agar tidak perlu memikirkan hal sejauh itu. ia berdoa agar anak di dalam kandungan Istrinya baik-baik saja.
Karena, tidak ingin melihat istrinya bersedih lagi. Ia mengajak Bianca pergi ke mall.
**
Saat ini seorang wanita baru saja pulang dari restoran bersama dengan ke dua sahabatnya.
__ADS_1
"BI, dimana anak-anak?"
Sang asisten rumah tangga menjawab, bahwa saat ini tuan muda sedang berada di rumah Oma'nya.
Wanita itu hanya menganggukkan kepalanya saja,
"Za? Apa kau sudah menemukan siap si misterius itu?" tanya Gracia kepada Azalia.
"Aku juga sangat penasaran kenapa, si misterius selalu bersembunyi? Bahkan misterius itu tidak pernah menunjukkan jati dirinya?"timpal naavaila.
Azalia, lantas berkata. Kalau si misterius itu sangat sulit di tembus, bahkan misterius itu memiliki lima ribu anak buah, bahkan anak buahnya tidak mengetahui siapa tuan mereka.
"Apa kau tau ada dendam apa, antara si misterius itu dengan ketujuh keluarga?"
"Aku tidak tau pasti, namun saat ini aku sedang mencari akar dari permasalahan ini,"
Azalia, begitu membenci si misterius itu. Karena dia telah membuat keluarganya hancur.
**
"Kendra, kapan kamu akan menikah. eyang ingin memiliki seorang cicit"
"Eyang kan sudah memiliki cicit dari Azalia dan zevanya."Jawab Kendra santai.
Perdebatan mereka terus berlanjut, karena tidak ada yang mau kalah. Yang satu ingin segera memiliki cicit, yang satu lagi tidak ingin memiliki anak dulu. Karena ia ingin fokus dengan karirnya dulu.
**
"Kamu tidak perlu, membela Zayn. Zaha,"
Zahair, terus saja membujuk mamah'nya agar mau memaafkan Zayn. Karena ia takut jika waktunya tiba mereka akan menyesal.
Klarenzo yang berada di sampingnya hanya diam saja. Ia tak ingin membujuk istrinya agar mau memaafkan Zayn, toh Zayn bukan anak kandungnya. yang saat ini ia pikirkan adalah kondisi istrinya yang sedang mengandung darah dagingnya.
Zahair hanya menunduk lemah, harus dengan cara apa lagi ia membujuk mamah'nya.
**
Seorang wanita sedang kesel, karena mengurus bayi kawak membuat ia lelah. Andai ia tidak di bayar ratusan juta. Mungkin ia tidak mau mengurusi nya.
"ZAYN ERLANGGA ALEXANDER GRAHAM ANDERSON!! JIKA KAU TIDAK MEMATUHI'KU AKAN KU PASTIKAN KELUARGA MU AKAN MENGETAHUINYA...!!!"
Zayn yang mendapatkan ancaman seperti itu langsung berkata dengan dingin. Karena tidak ada seorang pun yang berani mengancamnya, selain Azalia. "JIKA KAU BERANI MENGATAKAN ITU KEPADA KELUARGA KU AKAN KU PASTIKAN KELUARGA MU HANCUR!!"
__ADS_1
Alena pun hanya menelan ludah nya dengan susah payah. Ternyata Zayn sangat berbahaya dari orang itu. keluar dari kandang macan, masuk ke kandang singa. "Tuhan, takdir apa yang kau berikan padaku. Kenapa aku harus di kelilingi pria kejam, dingin, arogan, songong."Batin alena meratapi nasibnya yang sangat tidak beruntung.
"Ya. Sudah jika kau tidak ingin di perhatikan, aku akan pergi. Bye!"
Alena pun pergi meninggalkan Zayn seorang diri, tanpa di duga ia berpapasan dengan seseorang yang membuat ia naik darah.
"CK. Teryata pria menyebalkan itu datang lagi."Gumam'nya.
"HEH, wanita perebut. Aku mendengar apa yang kau katakan loh?"
Namun wanita itu mengabaikan perkataan pria menyebalkan.
Pria itu mengangkat bahunya, tanda tak perduli. Ia pun melanjutkan perjalanannya, "Zayn?"
Zayn yang sedang berkutat dengan laptopnya, langsung mengalihkan pandangannya ke sumber suara itu. "Aku tau, pasti kau ingin membicarakan soal itu kan? Tapi keputusan ku tidak akan berubah, biarkan mereka mengetahuinya sendiri."
"Sampai kapan kau akan terus begini zayn?, Kau tau kan kalau kamu itu adalah pilar dari ketujuh keluarga? Dan jangan lupakan kalau kau juga kunci untuk menghancurkan misterius itu."
"Kau harus katakan yang sebenarnya, agar ketujuh keluarga tidak membencimu lagi?"
Ia harus berusaha dengan keras agar Zayn mau merubah keputusannya.
Namun sayang, usahanya sia-sia untuk membujuk Zayn agar mau kembali ke rumahnya.
"Sebaiknya kau pergi, karena pria akan mencari mu. Dan ya aku katakan sekali lagi, jangan pernah kau membujuk ku untuk kembali, karena sebentar lagi kutukan yang zevanya berikan akan segera berakhir."
Dengan rasa kebingungan ia pergi meninggalkan kediaman Zayn.
**
"Zayn, entah kenapa. Aku merasa kau menyembunyikan sesuatu dariku." Batin Azalia sambil melihat ke arah luar jendela kamarnya.
Ia masih mengingat kata-kata yang di lontarkan oleh Alena. Yang membuat ia merasa penasaran.
Kenapa juga Zayn harus menjaga pola makan nya. Dan kenapa Alena bilang, kalau kondisi zay tidak stabil. "Apa, jangan-jangan Zayn memiliki peryakit yang berbahaya?"Gumam'nya.
Karena semakin penasaran ia langsung menghubungi anak buahnya, untuk mencari tau, rahasia yang di simpan oleh Zayn.
**
Seorang sedang tertawa jahatnya, karena akhir dari semua ini akan segera berakhir.
"Kita lihat saja, sebentar lagi kalian akan segera hancur...!"
__ADS_1
...----------------...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN END VOTE