![BELENGGU CINTA [ BALAS DENDAM ]](https://asset.asean.biz.id/belenggu-cinta---balas-dendam--.webp)
Setelah makan malam berakhir mereka semua sedang duduk di ruang keluarga. Namun tidak dengan nyonya Fara dan zevanya, saat ini nyonya Fara sedang mempersiapkan makan malam untuk anak kesayangan nya. Ia sangat bahagia karena bisa melihat anaknya yang selama ini ia rindukan bahkan saat dia berada di dalam kandungan saudarinya. Bahkan ia masih ingat saat saudarinya meminta yang aneh aneh padanya. Tapi ia tidak protes sebab ia sudah menganggap ponakannya seperti anak yang ia kandung, maka dari itu ia ingin memberikan kasih sayangnya kepada ponakannya,, yang selama ini dia tidak mendapatkan nya.
Bahkan ia mengetahui apa yang zayn lakukan kepada istrinya. Tapi dia juga tidak bisa menyalahkan putranya, sebab putranya tidak tau apa-apa.
Mungkin jika putranya mengetahui semuanya dia pasti akan menyesal terlah melakukan itu kepadanya.
Zevaynya lalu berkata kepada Nyonya fara. "Tante, bolehkan aku yang mengantarkan makanan ini buat Zayn?"
"Tentu saja boleh."Kata nyonya Fara.
Lalu Fara pergi dari dapur menunju ke ruang keluarga. Yang sudah ada adik, ibu dan temen dari anaknya. ia melihat sekeliling ruangan. Dan dia melihat sebuah bingkai foto yang cukup besar terpajang di dinding khusus. "Kak, andaikan peristiwa itu tidak terjadi, mungkin saat ini kita bisa membesarkan anak-anak kita. Bahkan keluarga kita akan lengkap."Batinnya. Ia tidak bisa menyalahkan takdir dari Allah.
Setelah sampai di ruang keluarga, ia mendudukkan dirinya di sofa. lalu ia menanyakan sesuatu kepada ibunya. "Bu. Apa ibu sudah mendapatkan kabar tentang mereka?"Kata nyonya Fara.
Sebenarnya ia juga sangat merindukan mereka. Ia sudah begitu lama meninggalkan mereka demi harus menjalani hidup penuh dengan penderitaan.
"Ibu tau. Kau pasti sangat merindukan mereka,"Kata Oma Anna.
Fara hanya menganggukkan kepalanya, kalau boleh jujur ia sangat merindukan anak-anaknya. Yang sudah lama terpisah.
"Kak. Kaka yang sabar ya ,, David akan berusaha untuk mencarinya?"kata David.
Sebenarnya ia sudah mengetahui di mana keberadaan mereka. Namun ia tidak bisa memberi taunya sekarang. Bahkan ia mengetahui bahwa mereka sangat membenci kakaknya. Entah apa yang membuat mereka benci kepada kakaknya, yang jelas ia akan berusaha agar mereka mau menerima kakaknya kembali.
Oma leanna, mengalihkan pembicaraan nya. Agar anaknya tidak terlalu memikirkan anak-anaknya dulu. "Far, gimana kalau kamu mengurus perusahaan ibu?"Ucap Oma leanna kepada anaknya.
"Maaf Bu. Fara belum bisa."Tolak nyonya Fara dengan lirihnya. Sebenernya ia enggan untuk terjun ke dunia bisnis, karena ia masih fokus pada tujuan yaitu menemukan keberadaan mereka dan dia ingin memberikan kasih sayangnya kepada putranya. Sudah cukup dia menderita. Tapi sekarang tidak lagi karena sudah ada dirinya yang berada di sampingnya.
"Kenapa ibu tidak memberikannya kepada David saja. Fara percaya ko. Bahwa David bisa menjadi pemimpin yang baik dan benar."Kata Fara.
David yang mendengar perkataan kakaknya cukup terkejut dengan apa yang di lakukan kakaknya, dia ingin memberikan perusahaannya kepadanya. Sebenernya ia ingin menolak tapi saat melihat tatapan mata kakaknya menjadi ciut.
"Kaka tau apa yang ingin kau katakan?, Dan sayangnya Kaka tidak butuh penolakan."ucapnya dengan dingin dan tegas.
David, hanya pasrah menerima semuanya. Sebenernya dia bahagia bisa mendapatkan kasih sayang dari nyonya Anna, belum lagi dia sudah menganggap dirinya sebagai putra kandungnya sendiri, bahkan itu saja saya sudah lebih baik. Dia tidak membutuhkan kedudukan yang lebih tinggi.
"Gimana vid?"tanya Oma Anna.
"Baiklah Bu."ucapnya dengan pasrah. Lalu mereka melewati dengan canda tawa bersama.
****
Saat ini zevanya sedang mengantarkan makanan kepada suaminya. Tapi ia di kejutkan dengan suara alat musik dari piano.
"Siapa yang bermain piano seindah ini?"gumam'nya. Saat sudah sampai di depan pintu kamar suami yang sedikit terbuka. Ia tak sengaja melihat suaminya, yang sedang bermain piano, lalu ia masuk ke kamar suaminya secara perlahan.
__ADS_1
"Teryata kau pandai bermain piano?"Zevanya berkata dengan lembut.
Zayn yang mendengar suara zevanya, langsung menghentikan bermain alat musiknya. Lalu ia menatap tajam ke zevaynya. "Siapa yang menyuruh mu masuk ke sini?!"Bentak Zayn kepada zevanya.
"Tidak ada yang menyuruh ku. Aku cuma ingin memberikan makanan untuk ini untuk mu, karena aku tau saat pulang dari rumah sakit kau belum makan."Kata zevanya dengan nada sedikit bergetar merasakan ketakutan.
"Sudah berapa kali aku bilang jangan pernah sekalipun kau masuk ke kamarku?!"Bentaknya.
"Tapi aku hanya ingin memberikan makanan untuk mu."Kata zevanya. Sambil menyodorkan nampan berisi makanan nya.
Bukannya menerima nampan itu. Zayn palah melemparkan nampan itu, hingga makanan yang ada di nampan tumpah berserakan. "Sudah berapa kali aku bilang jangan pernah kau masuk dalam kamarku?!!"Kata Zayn dengan dingin dan sedikit menaikan nada bicaranya.
"Sekarang ikut aku?"Ucap Zayn dengan dingin. Sambil menarik tangan zevanya, lalu ia menghempaskan tubuhnya ke arah pintu.
Namun sebelum tubuh zevanya terhempas ke lantai sudah ada seorang yang menangkap tubuhnya.
"Apa-apaan ini zay. Apa kau sudah tidak waras, dia sedang hamil anakmu, kalau saja Kendra tidak menangkap zevanya. Pasti janinnya akan terjadi masalah."bentak wanita yang baru saja datang.
"Di mana hati nurani mu zay."kata wanita itu lagi.
Bukannya menjawab pertanyaan bundanya. Dia palah masuk ke kamarnya dan menutup pintunya, entah apa yang dia pikirkan. Sampai-sampai membuat hatinya kacau.
"ZAYN."Teriak nyonya Fara. Dari luar.
"Sayang apa kau baik-baik saja?!"tanya Nyonya Fera. Kepada mantunya.
"Apa maksud kamu sayang?!"Tanya Fara dengan serius.
Namun ia tak membicarakan apa yang terjadi kepada mereka. "Aku tau, kamu melakukan itu terpaksa."Batin zevanya.
Oma leanna lalu menyuruh mereka untuk istirahat, karena hari sudah semakin malam.
***
"Aku tau aku salah melakukan semua ini. Tapi ini yang terbaik buatnya. Aku tidak ingin kehilangan dirinya, tapi aku juga tidak bisa meninggalkan dia, apa yang harus ku lakukan, apa lagi mereka sama-sama penting buat ku."gumam seorang pria yang berada di ruangan penuh dengan kegelapan. Lalu pria itu menelpon seseorang.
"----
Gimana kabar dia?"
"-----
Aku mohon jangan biarkan orang-orang itu menyakiti nya."
"----
__ADS_1
Dia berkata kalau sampai terjadi kepada mereka, ia akan membunuh siapa saja yang tidak bisa menjada orang terpenting nya.
Setelah itu ia mematikan teleponnya.
Ia pun tersenyum misterius, karena rencananya untuk menghancurkan orang yang sudah lama hidup. Akan segera musnah.
"Sabarlah sebentar lagi aku akan mengakhiri semuanya, aku tidak ingin mereka mengalami apa yang ku alami."gumam nya. Tanpa terasa dia tertidur dengan mata yang membengkak.
***
Seorang pria yang baru saja sampai di depan mansion nya. Tapi dia di kejutkan dengan suara bariton yang ia kenal adalah ayahnya.
"Dari mana saja kamu?!"Bentaknya dengan tegas.
"Ini bukan urusan ayah!."ucapnya dengan dingin.
"Tentu saja ini urusan ayah?"bentaknya.
"Kau itu anakku. Jadi hidup mu ada di tangan papah!!"kembali membentak.
"MAS,"Bentak seorang wanita paruh baya. Yang keluar dari kamar nya.
"Sebaiknya kau pergi tidur. Kau tidak perlu ikut campur."ucapnya dengan tegas.
"Mas dia juga anakku, aku yang melahirkan dia. Tapi dengan tega kau memperlakukan putra mu seperti seorang budak. Dia bukan hewan yang harus kau suru- suruh,,, anakku selama ini selalu nurutin apa yang kau minta.. Tapi ini balasannya."Ucapnya dengan nada tegasnya.
"Saya tidak akan melarang dia. Asalkan dia tidak pernah bermain dengan Zayn."Bentaknya. Kepada ayahnya.
"Memangnya apa yang salah dengan zayn?!"Bentak pria itu.
"Aksara Valentino Bimantara!!."Bentak pria paruh baya itu. kepada anaknya.
Ya pria itu adalah aksara Valentino Bimantara anak dari Steven putra Bimantara dan valsena Bimantara.
"Karena dia..."
...----------------...
SAKSIKAN TERUS KELANJUTAN CERITA BELENGGU CINTA BALAS DENDAM..
JANGAN LUPA LIKE END KOMEN DI BAWAH SINI.
MAAF YAH TULISANNYA MASIH BANYAK YANG MASIH SALAH DAN CERITA NYA MASIH KURANG BAGUS... SOALNYA BARU BELAJAR..
DAN MOHON BIMBINGANNYA DAN KASIH SARANNYA..
__ADS_1
...*TERIMA KASIH *...