BELENGGU CINTA [ BALAS DENDAM ]

BELENGGU CINTA [ BALAS DENDAM ]
KRITISNYA ZAYN


__ADS_3

Langkah demi langkah, seorang pria memasuki gedung perusahaan, Bamus sebelum sampai di depan lobi sudah lebih dulu di cegah oleh keamanan.


"Siapa anda?! Berani mencegah jalanku ?!"


Seorang pria berkata dengan tegas dan dingin, ia sangat tidak suka jika ada seorang yang mencegah jalannya.


Namun penjaga perusahaan itu hanya diam menunduk, ia tak berani. berbicara apa-apa,


"Siapa yang menyuruhmu?!"Ucap dingin dari pria itu membuat. ia tak bisa bernafas.


"Aku yang menyuruh'nya,"


Wanita anggun dengan dress-nya yang serasi dengan warna kulitnya. Walaupun wanita itu sudah tua, tapi dia masih terlihat sangat cantik.


Pria yang berada di samping wanita itu hanya diam saja. ia tak ingin ikut campur.


"Ma? Kenapa kau melakukan ini, aku juga berhak atas perusahaan ini?"


"Ya, itu dulu saat kau menjadi anakku. Tapi sekarang tidak lagi, kau bukan lagi bagian dari Anderson..!!"


Degh. Ia merasa sangat sakit, saat mama yang sangat ia cintai, berani berkata seperti itu. Apakah ia sudah tidak ada lagi di mata mereka, sampai-sampai mamanya sendiri berkata seperti itu.


Lalu ia menatap mantan istrinya, yang sejak tadi bersama dengan mamanya. "Azalia?"


Namun Azalia mengabaikan panggilan dari mantan suaminya.


Anindita yang tidak ingin Azalia merasa sedih lagi langsung berkata. "Jangan pernah sekalipun kau menyebutkan nama Azalia dari mulutmu, karena sebentar lagi Azalia akan saya jodohkan dengan pria yang tepat untuknya, bukan seperti dirimu. Dan ya, sebaiknya kau pergi dari sini karena aku tidak Sudi melihat mu lagi..!!"


Zahair hanya diam saja saat kakak'nya di perlakukan seperti itu oleh bibi'nya, sebenernya ia merasa kasihan dengan kondisi Zayn yang semakin hari semakin memburuk, ia ingin sekali mengungkapkan tentang rahasia yang di simpan oleh Zayn. Tapi Zayn selalu saja mengancam dirinya agar tak perlu berkata apa-apa.


"Baiklah Zayn akan pergi. Tapi bolehkan aku memelukmu mah?"


"Jangan mimpi..!"


TES. Air mata Zayn menetes setelah mendengar perkataan ibunya. Segitu kah mamanya membenci dirinya. Ia akui ia memang salah, karena terlah meninggalkan Azalia.


Dengan berat hati ia berkata kepada mama dan anggota keluarga lain'nya. Ia akan pergi dari negara ini, bersama dengan istri barunya.


Setelah berkata seperti itu, Zayn pergi meninggalkan perusahaan yang ia rintis sejak kecil.

__ADS_1


"Ma, apa mama ga kasian dengan kak Zayn. Dia itu orang yang telah menyatukan Keluarga kita?"


Tak habis pikir, kalau mama'nya berani berkata seperti itu. karena merasa kasian Zahair mengejar kakak'nya.


Anindita yang mendengar kata-kata dari Zahair merasa membeku, tak seharusnya ia memperlakukan anaknya seperti itu. "Sayang, apa aku salah berperilaku seperti itu kepada Zayn?"


Klarenzo pun mengatakan bahwa apa yang terlah istrinya lakukan kepada Zayn tidaklah salah. Ini semua demi kebaikan zayn, agar mereka mau kembali bersama dengan Azalia lagi.


***


"HAAAAAAA" Seorang pria sedang berteriak karena takdir yang harus ia hadapi.Sambil melemparkan barang-barang yang ada di sekitar.


"Jangan menjadi pria yang mudah menyerah, karena hidupmu masih panjang, dan jangan lupa kalau sebenar lagi kau harus bertarung melawan mereka. Jika kau lemah lantas siapa yang akan melindungi keluarga mu, kalau bukan kamu? Dan satu lagi yang harus kau inget kau adalah pilar dari ketujuh keluarga,"


"Ya aku tau itu, dan ini bukan pertarungan antara pandawa dan kurawa. Tapi pertarungan ini menyangkut dari masa lalu, yang belum terselesaikan sampai generasi ke tujuh,"


"Kau jangan gegabah dulu, dia itu sangat kejam. Bahkan dia bisa membunuhmu tanpa menyentuh, contohnya saat ini,"


"Apa maksud kamu?!"


"Kau akan mengetahui'nya sendiri"


Asisten yang melihat tuannya jatuh pingsan langsung mendekati nya. Dan ia juga menelpon anak buahnya, agar segera menyiapkan mobil, tak lupa juga ia menyuruh agar segera mempersiapkan ruangan medis.


***


Seorang pria yang baru saja tiba di pekarangan rumah Zayn, langsung terkejut tak kala anak buah Zayn mengabari kalau Zayn di bawa ke rumah sakit.


Tak butuh waktu lagi ia menancapkan gasnya. Menunju rumah sakit.


"Zayn, aku harap kau baik-baik saja. Aku tak ingin terjadi sesuatu sama dirimu Zayn,"Gumam seorang pria sambil menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi. "Andai kau tak melarang ku, pasti keadaan kamu ga gini."Ia terus saja menyalahkan dirinya karena tak bisa berbuat apa-apa, selain diam.


***


"Eyang tak akan pernah mengijinkan kalian menikah..!!"


Perkataan eyang membuat kedua pasangan itu langsung menatap nya, ia tak menyangka kalau eyangnya masih saja keras kepala. "Tapi kenapa eyang, kami saling mencintai, jadi tak seharusnya eyang memisahkan kami?!"Kendra sedikit menaikan nada bicaranya kepada sang eyang.


"Kendra. Turunkan nada bicaramu, dia adalah eyang kamu..!"

__ADS_1


Sekarang giliran Sintya yang membentak anaknya, ia tak ingin kejadian dimana ia dan mas Arga terulang kepada anaknya.


"Lihatlah bu, apa pantas dia di sebut sebagai seorang cucu. Cucu mana yang berani kepada neneknya."Ujar Gibran.


Sintya sangat geram dengan apa yang di katakan oleh adik iparnya. "Kau tak perlu ikut campur dalam masalah keluarga ku Gibran.!"


"Gimana mba? Ga boleh ikut campur? Tentu saja aku ikut campur karena dia juga keponakan ku,"


"Pokok'nya eyang tak akan merestui pernikahan kalian, karena jika kalian menikah, kau akan terkena kehancuran dari.."Eyang diajeng menjeda Ucapnya karena ia baru sadar, sebentar lagi akan mengungkap rahasia dari rahasia.


***


"Dokter gimana kondisi nya?"


Sang dokter yang menangani tuan zayn hanya menggelengkan kepalanya tanda ia sudah tak sanggup lagi harus menangani peryakit yang di alami Zayn. "Maaf, kondisi Zayn sudah sangat kritis. Dia haru segera mendapatkan.."


Paham dengan apa yang di katakan oleh sang dokter ia hanya bisa terdiam, ia bingung harus berbuat apa lagi.


"ZAYNNNNN!!"Seorang yang baru saja datang langsung menemui dokter dan asisten dari Zayn.


"Zahair?"


Mereka terkejut dengan kedatangan Zahair di rumah sakitnya. Pasalnya tak ada yang memberi tau mereka tentang Zayn.


"Gimana kondisi Zayn dok?! Apa dia baik-baik saja?"Tanya Zahair kepada dokter Leonard.


"Maaf tuan Zahair, kondisi tuan Zayn sangat kritis. Jadi kita harus segera di tangani lebih lanjut lagi,"


Lagi-lagi Zahair merasa bersalah dengan keadaan Zayn, seharusnya ia langsung memberi tau Keluarga'nya.


Sang asisten mengetahui kalau Zahair merasa bersalah, langsung mengatakan kepada Zahair. " Kamu tak perlu merasa bersalah, karena ini semua sudah menjadi keputusan tuan Zayn."


"Tapi..."


...----------------...


...----------------...


SAKSIKAN TERUS KELANJUTAN CERITA BELENGGU CINTA BALAS DENDAM.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE KOMEN END VOTE YGY


__ADS_2