BELENGGU CINTA [ BALAS DENDAM ]

BELENGGU CINTA [ BALAS DENDAM ]
BAB 17


__ADS_3

Seorang pria yang baru saja keluar dari mobilnya dengan menggunakan setelah jas. Lalu pria itu berjalan dengan wibawanya masuk ke dalam rumah sakit bukan hanya sendiri tapi ia bersama sahabatnya. Karena ia tidak berhati-hati, pria itu menabrak seorang wanita.


"Maaf-maaf saya tidak sengaja tuan.!"ucap wanita itu. Saat tau, pria di depannya, bukan orang sembarangan.


Tapi mereka tidak menggubris perkataan wanita itu. Ia lebih melanjutkan perjalanan agar cepat sampai di ruangan sahabatnya.


"Ol. Tin!!"panggil seorang dari belakang. Dengan nada dingin.


Mereka sangat geram, mendengar, sebutan itu. "bisakah kau tidak manggil nama kita seperti itu.?!"kata pria satu lagi.dengan ketus.


Pria itu mengerutkan keningnya karena tidak paham apa yang di katakan oleh temenan nya. "seperti apa itu?, Oliver dan Tino."kata pria itu.


Memang, iya sih itu nama mereka. Tapi Kendra memanggil nya tidak lengkap membuat ia keli mendengar nya.


"Eh tapi kau sedang apa di sini, bukankah kau harus bersama bos dingin mu itu?"kata AKSARA.


"Sebenarnya, berapa waktu yang lalu. Tuan muda mengalami kecelakaan."kata Kendra dengan dingin.


"APA!!"ucap mereka berdua, terkejut. Walaupun mereka terlihat dingin di luar, tapi jika sudah berkumpul dengan sahabat-sahabatnya. Mereka akan terlihat somplak jika mereka bersama, bahkan mereka akan terlihat kulkasnya. Yang jarang tersenyum.


"SST. Bisakah kalian diam. Apa kalian tidak tau ini di rumah sakit."ucapnya dengan dingin.


"Ya, kami tau ini adalah rumah sakit."kata Gabriel.


"Kalau kau tau? Kenapa kau berteriak-teriak, dasar Casanova."ucapnya dengan dingin.


"Ya,kami terkejut saat kau mengatakan bahwa si Zayn mengalami kecelakaan,,"ucapnya dengan nada sedikit mengeraskan suaranya.


"Dan apa tadi kau bilang?"bentaknya.


"Akuu bilang. Kau pen****jah sel*******"ucapnya dengan masih dengan dingin.


"Dasar bangsat kau!"bentaknya. Sebenernya mereka hanya bercanda gurau saja.


"Udah. Udah, kenapa sih dengan kalian kalau ketemu pasti selalu aja ribut. Apa kalian ga malu tuh sama anak kecil."kata aksara. Sambil menunjuk ke arah anak kecil, yang melihat pertengkaran mereka.


Dan benar saja mereka langsung menghentikan pertengkarannya.karena ia sudah sangat jengah.bahkan saat mereka di bangku sekolah,ia selalu saja menjadi penenang untuk mereka


"Dan gimana dengan kondisi zay.?"sambungnya. Seteleh mereka tenang.


"Tuan muda. Sudah melewati masa kritisnya, karena mendapatkan donor darah dari..."ucapnya langsung di potong.


"dari siapa?"ucap mereka berdua.


Saat akan menjawab seorang dokter mendekati mereka."wah-wah. Lagi pada akur nih?"ucap pria itu yang tak lain adalah Leonard. Saat melihat sahabatnya sedang berkumpul di rumah sakitnya.


Mereka yang mendengar suara jelek itu langsung mengalihkan pandangannya ke arah suara itu. "Diam. Klowor!!"Ucap mereka dengan serempak.


Leonard mendengar itu langsung senyum yang mengembang. "Wah kompak banget."Godanya.


"Bisa diam kaga, si jodi."Ucap mereka berbarengan.


Leonard mendengar perkataan aneh itu langsung bertanya."Siapa, jodi?"Leon bertanya kepada mereka. Karena ia sangat penasaran, belum lagi tadi ia di sebut klowor. Sekarang di panggil dengan sebutan Jodi.

__ADS_1


"Jomblo abadi, hahaha."ucapnya dengan di selingi dengan tawanya. Saat melihat wajah cemberut sahabatnya itu, mungkin ini balasannya buat orang yang selalu menggoda nya.


"Oh ya. Apa kalian tidak ingin melihat kondisi Zayn.?"kata dokter Leon.


"Kami ingin melihat kondisinya."ucap Gabriel.


"Ya udah sebaiknya kita kesana."kata dokter leon. Lalu mereka pergi ke ruang di mana sahabatnya di rawat.


...----------------...


Saat ini seorang pria yang sedang berdiri entah di mana.tempat itu hanya di tumbuhi oleh bunga-bunga yang bermekaran bahkan setia bunga yang ada di situ banyak beraneka macam bunga yang terlihat begitu indah. "Di mana ini. Kenapa aku bisa ada di sini?"gumamnya. Dan dia melihat seseorang yang sedang duduk di bangku dengan di kelilingi oleh bunga. Lalu ia mendekati seseorang itu. Dan ia ingin bertanya, saat sudah sampai di belakang seseorang itu. Ia bertanya. "Maaf. Apakah aku boleh tau, tempat apa ini."ucap orang itu.


"Ini adalah tempat terakhir untuk manusia."balasnya.


Lalu ia bertanya kepada pria itu. Karena ia sangat merindukan pria itu, kenapa ia bisa berada di sini. Setau'nya ia sedang mengendarai mobil.


Pria, itu tanpa menjawab perkataan Zayn. Ia berucap, kembalilah karena kau belum saatnya, berada di sini.


Zayn. Kembali berkata, "Sebenarnya, siapa kalian?"


"Apa kau tidak mengenali kami sayang?!"ucap seorang wanita yang datang menghampiri mereka.


"Ma-mamah."ucapnya dengan bibir bergetar.menahan tangisnya.


"Iya sayang. Ini mamah apa kau tidak ingin memeluk mamah mu."ucap wanita itu. Tanpa ada penolakan dia langsung memeluk mamahnya.


"Mah. Zayn kangen sama mamah, zayn ingin ikut mamah."ucapnya.


"Apa kamu tidak kangen sama papah mu ini?"ucap pria itu memotong pembicaraan mereka. Karena ia sangat merindukan putra kesayangannya, itu.


Tanpa, berkata Zayn langsung memeluk tubuh papahnya. Yang begitu ia rindukan.


Seorang pria, memangil Zayn. Dan membuat ayah dan anak melepaskan pelukannya.


"Zeyyen."


"Aku cuma ingin mengatakan bahwa penyebab kematian ku bukan lah wanita itu."


"Apa maksudmu?!"katanya.


"Suatu saat nanti kau bakalan mengetahui nya. Dan saat itu juga kau bakalan kehilangan apa yang selama ini ada di dekat mu."kata zayyen. Tapi sebelum Zayn menjawab. Ia di kejutkan dengan perbuatannya.


"Sudah waktunya kau pergi."ucap zayyen sambil mendorong Zayn ke jurang tanpa dasar.


***


Kembali ke rumah sakit. Saat ini seorang wanita yang sedang berteriak memanggil dokter. "dok, dokter."ucap wanita itu. Saat melihat monitor,nya tidak bergerak lagi. Bahkan ia tidak merasakan denyut nadi nya.


"Nyonya."panggil pria itu yang baru saja datang.


"Ken.dia.."tidak bisa berkata apa-apa.


"Nyonya, nyonya tenang dulu. Biar aku dan tim dokter memeriksa keadaan suami Nyonya."kata dokter leon. Lalu dokter Leon menyuruh. Mereka semua untuk keluar dari perawatan tuanya.

__ADS_1


"Ken ada apa ini? Apa kondisi cucuku baik-baik saja?"kata Nyonya Anna.yang saat itu dia sedang pergi ke toilet. Tapi saat ia kembali, ia melihat depan ruangan cucunya ramai dan banyak dokter yang berlalu lalang masuk ke dalam ruangan cucunya.


"Saya juga tidak tau nyonya, mudah-mudahan ajah tuan muda tidak kenapa-napa,"ucap Kendra.


***


Di satu sisi terdapat seorang wanita yang begitu anggun dan cantik sedang duduk di bangku taman. Tidak lupa dia bersama ke tiga temannya.


"Sampai kapan kau akan di sini. Terus?"ucap sahabat satunya.


"Sampai waktunya terlah tiba. Untuk menyingkirkan orang itu."ucapnya dengan dingin.


"Apa harus dia yang menjadi korbannya?!"tanya sahabat satunya lagi.dia berkata dengan ragu.karena sebenernya ia juga tidak ingin kehilangan, orang itu.


"Sebenarnya aku juga tidak ingin, tapi ini semua sudah takdir." Ia berkata dengan sedih. Karena berapa bulan lagi dia harus berpisah dengan nya. Yang baru berapa taun ini bersama.


"Terus gimana rencana mu?!"tanyanya lagi.


Ia, hanya diam saja. Karena ia belum menemukan rencana yang tepat untuk bisa. Menghancurkan si misterius itu,dan ia juga ingin membongkar kedok nya.


"Gimana dengan dia?"tanya sahabatnya satu lagi. Yang sejak tadi diam.


"Dia terlalu bodoh."Ia berkata dengan ketus. Karena, ia sangat geram dengan pola pikir dia. Seorang pemimpin tapi bodoh.


****


Kembali lagi ke rumah sakit, saat ini seorang dokter baru saja keluar dari ruang perawatan tuan mudanya.


Oma Anna yang melihat dokter Leon keluar Langsung menghampirinya dan bertanya. "Dok gimana kondisi cucuku? Apa dia baik-baik saja"ucap Oma Anna.


"Kondisi tuan muda saat ini sudah stabil. Dan dia juga baru saja sadar dari koma nya."kata dokter Leon. Ia sangat bersyukur kepada Allah. Karena doanya untuk menolong tuanya berhasil.


"Apa kami boleh melihatnya."kata.oma Anna.


"Tentu saja nyonya. Tapi kalian harus mengikuti prosedur rumah sakit. Disini?"kata dokter Leon.


"Baik dok."kata mereka.


"Kalau gitu saya permisi dulu nyonya, masih ada pasien yang harus saya tangani."kata dokter Leon.sambil berlalu pergi.


Setelah kepergian dokter Leon mereka masuk kedalam untuk menemui zayn. Sudah satu Minggu Zayn tidak sadarkan diri selama itu pula zevanya selalu merawat dan menjaga nya. Entah sejak kapan dia menjadi perhatian, kepadanya. Dan itu membuat Oma Anna merasa bahagia. Karena mereka sudah berusaha menunjukkan, cinta yang terpendam di hari mereka.


**


"Akhirnya kau sudah sadar."


...----------------...


SAKSIKAN TERUS KELANJUTAN CERITA BELENGGU CINTA BALAS DENDAM.


DAN JANGAN LUPA LIKE END KOMEN DI BAWAH SINI..


...( TERIMA KASIH )...

__ADS_1


__ADS_2