![BELENGGU CINTA [ BALAS DENDAM ]](https://asset.asean.biz.id/belenggu-cinta---balas-dendam--.webp)
Saat sudah sampai di sebuah rumah sakit lalu mereka langsung menunju ruang di mana Erlangga di rawat.
"Andaikan waktu bisa di ulang lagi aku tidak akan melakukan ini padamu nak. Maafkan kesalahan papah."kata pria itu yang tak lain adalah tuan wiliam. Saat melihat anaknya berbaring tak berdaya di brangker rumah sakit, lalu tatapan matanya jatuh pada,mantan istri dari putra keduanya.
"Kau."kata tuan Wiliam.
"Tu-tuan Wiliam."ucapnya dengan nada terbata-bata.saat baru saja keluar dari ruang putranya.
"Buat apa kau disini?!"kata tuan Wiliam. Dengan dingin dan tatapan tajam.
"Kau tak perlu berpura-pura tidak tahu,"kata nyonya Anna dengan sinis.
"Tapi bu. Dia tidak pantas untuk di sini."kata tuan Wiliam.
"Sejak kapan aku menjadi ibu mu? Dan ya dia adalah mantuku. Kau tidak berhak berkata seperti itu."kata nyonya Anna sinis.
"Tapikan kau ibu mertua ku."kata tuan Wiliam.
"Apa ibu mertua? Apa aku tidak salah dengar, sejak kapan aku jadi mertuamu. Aku saja tidak Sudi memiliki mantu seperti dirimu. Amit-amit "Nyonya Anna, mendengar perkataan, mantan suami putri nya merasa ingin mual.
"Udah udah kalian tidak perlu bertengkar. Wiliam cepat kau donor kan darah mu."kata tuan Fernandez.memotong percakapan mereka.
"Baiklah. "ucap Wiliam.sambil berlalu pergi dari hadapan mereka. Dan saat inilah dia sedang mendonorkan darahnya kepada putranya.
"Zevanya."panggil pria tetua.
"Ii-iya tuan."ucapnya gugup.
"Apa kau tidak ingin memanggil ku kakek."kata pria tua itu.
"Maaf tuan. Tapi aku udah tidak berhak lagi memanggil anda dengan sebutan seperti itu lagi."katanya.
"Kenapa?"ucap pria tua.
"Karena aku bukan lagi Istri dari cucumu. Dan aku juga seorang pendosa yang sudah membunuh janin yang ada di perut ku."ucapnya dengan menundukkan kepalanya.
"Kakek tau itu semua bukan kesalahan mu, itu semua adalah takdir dan karma dari masa lalu. Mungkin jika kakek tau sejak awal, kejadian seperti ini tidak akan terjadi."sambungnya dengan kelembutan.
"Mulai saat ini kau harus manggil pria tua ini kakek. Karena sebentar lagi cucuku pasti akan siuman."ucapnya dengan senyum yang mengembang.
"Jangan senang dulu, karena tidak semudah itu cucuku memaafkan keluarga kalian. Apa lagi dia sudah mengetahui tentang masa lalu ibunya."kata nyonya Anna dengan dingin.
"Dan satu lagi, mungkin perusahaan kalian sudah di ambil alih olehnya."sambungnya.
"APA."bahkan dia sudah melakukan sejauh ini."ucapnya dengan nada tidak percaya.
__ADS_1
"Ayah, ibu."kata pria itu yang baru saja keluar dari ruang perawatan putranya.
"Sudah berapa kali aku bilang jangan panggil aku IBU."katanya dengan menekan kata ibu.
...----------------...
Seorang wanita yang sedang duduk di sebuah rumah yang cukup besar. Namun hanya di tempati oleh dirinya dengan kedua sahabatnya.
lalu sahabatnya berkata kepada wanita itu."Apa kau tidak ingin kembali. Dan apa kau tau saat ini dia sedang terluka."kata sahabatnya.
"Aku tau. Tapi aku sudah tidak bisa memiliki nya lagi Dia juga sudah menemukan yang cocok."ucap orang itu kepada sahabatnya.
"Apa kau tidak ada niatan untuk mengambilnya. Saat ini kau tidak sendiri."timpal temen satunya.
"Cinta tidak harus memiliki, jika kami berjodoh kami akan di pertemukan lagi. Walaupun dengan setatus yang berbeda."kata orang itu
"Aku, bangga mempunyai sahabat seperti mu."ucap sahabatnya itu. Lalu mereka berpelukan.
...----------------...
Saat ini seorang dokter baru saja memeriksa tuan mudanya sekaligus sahabat baiknya. Ya dia adalah dokter Leonard Horowitz malik. Anak dari dokter Ibrahim Malik Dan dokter violet Horowitz, dia adalah sahabat baik dari tuannya. Walaupun tuanya begitu dingin dan kejam, tapi ia tau bahwa dalam hati, begitu lembut dan penuh dengan kasih sayang. Karena kejadian berapa tau silam membuat dia harus menutup semua dengan kekejaman..
"Akhirnya tuan, tuan sudah keluar dari masa kritisnya. Tapi jika tuan tau bahwa yang mendonorkan darahnya adalah tuan william. Dia pasti bakalan marah besar."batinnya. Lalu ia keluar dari ruang perawatan tuanya dan langsung menghampiri nyonya nya.
"Dok gimana kondisi cucuku apa dia baik-baik saja?"kata nyonya Anna.
"Tenang nyonya, saat ini kondisi tuan muda sudah stabil."kata dokter leon.
"Kapan dia akan sadar?!"kata William.
"Saya belum tau kapan tuan muda akan sadar. Tapi berdoalah agar tuan muda cepat sadar."kata dokter leon.
"Oh ya Ken. Bolehkah aku bicara dengan mu."ucap dokter leon kepada Kendra.
"baiklah."kata Kendra.
"kalau gitu saya permisi dulu nyonya. Tuan."sambungnya.lalu ia pergi ke ruang kerja dokter leon.setelah sampai ia langsung duduk di depannya.
"Ada apa. Kenapa kau ingin bicara dengan ku?!"ucapnya to the point. Kendra berkata kepada dokter leon. Sebenernya ia sudah tau, bahwa leon ingin membicarakan tentang pendonor untuk tuan nya.
"Apa kamu ga salah mempertemukan pria itu dengan tuan muda?"dokter Leon bertanya kepada kendra. Karena ia masih. Takut, tentang apa yang akan tuannya lakukan.
"Sebenarnya aku juga tidak mau mempertemukan pria itu dengan tuan muda. Tapi mau gimana lagi saat itu kondisinya sedang kritis dan mengharuskan aku melakukannya."Kendra berkata dengan dingin.ia juga tidak ingin melakukannya,tapi keadaan yang memaksanya.
Sang dokter hanya menghembuskan nafasnya saja."Sudahlah mungkin ini takdir dari tuhan. Mempertemukan tuan dengan ayahnya."ucap sang dokter.
__ADS_1
"Tapi kita juga harus mencegahnya agar tuan William tidak bertemu dengan tuan muda dulu. Kamu taukan saat ini tuan muda sangat membenci tuan William?"sambungnya. Karena ia tidak ingin pasien nya. Mengamuk, saat dalam pemulihan.
"Ya aku mengetahuinya. Dan sebaiknya kita temui mereka"kata Kendra.
Lalu mereka pergi dari ruangan dokter leon. Dan menghampiri mereka semua yang ada di situ. "tuan, apa aku boleh bicara pada kalian?"ucapnya dengan dingin.
"Silakan tuan?"ucapnya terjeda.
"Kendra. Panggil Kendra saja."Kendra berkata dengan dingin,karena,ia masih membenci pria di depannya.
"Baiklah kendra. Kau ingin bicara apa kepada kami?"ucap tuan Fernandez.
"HM.begini tuan. Sebaiknya tuan William dan tuan Fernandez lebih baik pulang saja terlebih dahulu, a..."ucapnya terpotong oleh tuan William.
William, yang marah karena perkataan Kendra, yang terang-terangan. Mengusir dirinya, karena selama ini tidak ada orang yang berani mengusir atau mempermalukan dirinya. "Apa. Maksud anda asisten ken?" Ucap Wiliam dengan dingin.
"Maaf tuan, bukan begitu maksud perkataan asisten Kendra. Tuan, kami tau bahwa, tuan muda sangat membenci keluarga kalian. Aku mohon untuk saat ini jangan dulu menemuinya. Tunggulah sampai tuan muda sampai pulih."kata dokter leon kepada ayah dan kakeknya tuan muda.
"Apa yang di bicarakan oleh dokter leon memang bener, kita juga harus mementingkan kondisi tuan muda. Apa tuan besar Ingin melihat kondisi tuan muda memburuk saat melihat wajah kalian yang begitu dia benci?"timpal Kendra.
"Baiklah, jika itu jalan terbaik kami akan pergi dari sini, tapi ijinkan aku melihat cucuku."ucap tuan Fernandez.sambil menitihkan air matanya.
"Baiklah tuan."kata dokter leon.
Setelah mendapat ijin dari dokter leon. Ia masuk ke ruang di mana terdapat seorang pria yang sedang tertidur dengan banyak alat medis.yang terpasang di tubuhnya.
"Cucuku. Maafkan kakek yang selama ini tidak mengetahui tentang ibumu. Andaikan saja waktu itu kakek tau sejak awal mungkin kejadiannya tidak seperti ini. Kau akan bahagia tanpa di selimuti oleh dendam."Tuan Fernandez berkata dengan air matanya yang mengalir membasahi pipinya.
"Ya, sudah kakek pulang dulu. Kakek tidak ingin melihat kondisi kamu bertambah parah."sambungnya berlalu pergi dari hadapan cucunya.yang tersisa hanya ada tuan William dan Erlangga sang sedang berbaring koma.
"Son, maafkan papah juga yah. Yang selama ini terlah menelantarkan ibumu. Sebenernya papah mencintai ibumu tapi entah kenapa rasa cinta itu pudar dengan bergantinya rasa benci terhadap ibumu. Dan karena papah, kamu jadi seperti ini."batinnya sambil menangis. Ia terlah menyesal karena dia tega membuang istrinya yang sedang mengandung. Bahkan karena dirinya, ia harus kehilangan ketiga anaknya.
"Kalau gitu papah akan pergi dari sini. Mungkin ini pertemuan kita yang terakhir zay. Papah ga tau kau bakalan memaafkan papah atau tidak?" Sambungnya.lalu meninggalkan anaknya.
"Ini di mana...."
...----------------...
NANTIKAN KELANJUTAN CERITA BELENGGU CINTA BALAS DENDAM.
DAN JANGAN LUPA LIKE END KOMEN DI BAWAH SINI.
MAAF CERITANYA MASIH KURANG MEMUASKAN KARENA AKU BARU PERTAMA. TAPI AKU AKAN BERUSAHA UNTUK MENULIS LEBIH BAIK LAGI. DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DAN KASIH SARANNYA..
...*TERIMA KASIH*...
__ADS_1