![BELENGGU CINTA [ BALAS DENDAM ]](https://asset.asean.biz.id/belenggu-cinta---balas-dendam--.webp)
MANSION KELUARGA FERNANDEZ,
Mansion yang begitu mewah dan elegan namun terdapat seorang yang sedang ribut karena masalah yang baru saja terjadi. Pria itu tidak menyangka apa yang terlah di lakukan istrinya kepada Anindita itu sangat kelewatan. Di tambah lagi dia juga terlah melenyapkan anak yang ada di kandungan nya.
"Apa kalian tau perbuatan kalian itu membuat cucuku membencinya. Dan gara-gara kalian juga, aku tidak bisa memberikan kasih sayang ku padanya."bentak tuan Fernandez.
"Saya tidak Sudi mengakui dia sebagai cucuku. Apa lagi cucu yang harus keluar dari rahim wanita itu."Bentak, nyonya Fernandez.
*PLAK* Tamparan mendarat di pipi kendur Nyonya Fernandez.
"Jaga bicaramu Amerta indah putri. Apa kau sadar apa yang ucapkan itu akan melukai perasaan Nya, walau gimana pun dia adalah cucu kita darah daging mu."bentaknya.
"Dan kau, bukankah kau sama dia adalah sahabat sejak lama, tapi kenapa kau mengambil kebahagiaannya."bentaknya kepada mantunya.
"Maaf ya, aku memang salah telah ngerebut mas Willi dari anin. Tapi kita menang saling mencintai."kata nyonya Olivia.
"Wil. Ayah kecewa sama perbuatan kamu, kamu tega menelantarkan anak dan istri mu. Bukankan kau sudah mengucapkan janji pernikahan, lalu kenapa kau tega hianati cinta Anin kepada dirimu. Seharusnya kau sebagai seorang suami harus menjaga dan melindungi istrimu. Tapi apa, kau palah menyakiti hati dan perasaannya."kembali membentak kepada anaknya.
Tanpa mereka sadari. Ada seorang yang melihat pertengkaran mereka. Dengan berapi-api dia mengepalkan tangannya.
"Tidak akan aku biarkan kau hidup bahagia sodara tiri ku. Karena kau terlah berhasil membuat keluarga ku menjadi hancur, dan sekarang giliran aku yang akan membalas dendam padamu."gumam nya Sambil berlalu pergi dari situ.
***
HaHa!. Seorang misterius sedang tertawa terbahak-bahak saat melihat musuhnya menderita. "lihat sebentar lagi kehancuran buat keluarga kalian akan segera datang."gumamnya
"Dan kau. Aku ingin kau kirim seseorang untuk, menghancurkan mereka."katanya kepada anak buahnya.
Mereka hanya menganggukkan kepalanya saja. Karena orang di depannya sangat berbahaya dari, pemilik perusahaan terbesar di dunia.
******
Saat ini seorang wanita yang baru saja menyelesaikan tugasnya. Dan pergi menghampiri seorang pria yang sedang tertidur, di ranjang rumah sakit. Sahabat-sahabatnya terlah pergi dari situ. Lalu dia duduk di sebuah sofa panjang. Sambil memijat keningnya.
"Dari mana saja. Kau?"kata pria itu yang tak lain adalah suaminya, Zayn.
"Sudah aku jelaskan berapa kali, kalau kau pernah bilang jangan menanyakan masalah pribadi kita masing-masing. Apa aku harus mengulangi perkataan mu?!"kata zevanya.
"Zevaynya ersena Smith!!."bentaknya. Kepada istrinya, tapi setelah membentaknya. Kepalanya merasakan pusing, sambil memegang kepalanya.
"Ka-kamu kenapa? Apa kau baik-baik saja?"kata zevanya dengan khawatir. Namun suaminya tidak menjawabnya.
Karena merasa khawatir dia segera memanggil seorang dokter untuk memeriksa'nya.
"Leon."panggil zevanya dari belakang.saat melihat sahabat dari suaminya sedang melintas ruangan itu.
Dokter Leonard pun berkata kepada, zevanya. Tapi bukan'nya mendapatkan jawaban, palah mendapatkan tatapan tajam
Zevaynya. Pun berkata kalau bukan saatnya untuk berbicara, karena yang terpenting suaminya.
Paham. Dengan kode yang di berikan oleh zevanya, ia langsung mengajak zevanya ke ruang perawatan. Sahabatnya.
Saat mereka. Akan ke ruang Zayn, mereka di kejutkan dengan suara orang yang berteriak-teriak. Minta tolong.
__ADS_1
Zevaynya, yang penasaran dengan apa yang dia denger langsung berkata kepada Leonard. "Ka leo. Sebaiknya kau periksa tuan muda dulu, Aku akan melihat siapa wanita itu?"kata zevanya.
"Nyonya mungkin dia adalah pasien di sini yang sedang merindukan keluarganya. Aku denger wanita itu adalah korban kecelakaan dua puluh tahun yang lalu."kata Leon.
"Apa bener begitu, kalau iya aku ingin melihatnya. Dulu?"kata zevanya kekeh.
"Baiklah terserah anda saja nyonya."kata dokter Leon lalu masuk ke dalam.
Zevanya pun. Menghampiri wanita itu. Yang ada di sebuah taman yang tidak jauh dari ruang perawatan suaminya. Ia duduk di samping wanita itu.
Entah kenapa, ia merasa sedih melihat. Wanita itu sedang menangis.
"Nyonya, nyonya sedang apa di sini?"kata zevanya.
"siapa kau?!"ucapnya dengan sinis. Tapi dia masih enggan untuk melihat wanita yang ada di samping nya.
"nyonya apa nyonya sedang memikirkan keluarga nyonya?!"kata zevanya.
"Bukan urusanmu. Dan enapa kau ingin mengetahui tentang keluarga ku?!"kata wanita itu. Sambil berdiri dia ingin meninggalkan zevanya. Namun ia di kejutkan dengan kata-kata. Zevanya.
"Nyonya aku tau. Pasti nyonya sangat merindukan keluarga nyonya? Sama sepertiku yang harus di tinggal jauh oleh kedua orang tua ku."ucapnya dengan air matanya yang sudah mengalir.
Lalu wanita itu melihat zevanya Dan 'DEG' Entah kenapa hatinya begitu sakit saat melihat wajah zevanya. Apa lagi dia mirip sekali dengan seseorang.
"Apa yang terjadi dengan keluarga mu?"kata wanita paruh baya itu. Dengan lembut.
Zevaynya. Pun menceritakan tentang, kedua orang tuanya. Yang harus meninggalkan dirinya, dan karena kesalahan mereka. Membuat ia yang harus menanggung akibatnya.
Setelah menceritakan, beban yang ada. Zevaynya menitikkan air matanya, ia sedih jika mengingat kenangan pahit itu.
"Ah maaf aku jadi curhat sama Nyonya."kata zevanya. Setelah kembali tenang.
"Kalau gitu maukah nyonya menceritakan. Beban yang nyonya punya. Aku akan menjadi pendengar yang baik buat nyonya?"Kata zevanya.
"Apa kau mau merahasiakan ini semua. Karena aku takut dia mencari keberadaan keluarga ku dan juga aku?"ucap wanita itu.
Zevaynya, pun berjanji. Tidak akan pernah memberi tau kepada siapapun, bahkan ia akan merahasiakan semuanya.
Wanita paruh baya, itu mulai menceritakan tentang apa yang terjadi. Dua puluh tahun yang lalu aku mengalami kecelakaan karena di sebabkan oleh dia, Karena itu aku harus kehilangan anak dan suami ku, aku ga tau anakku ada di mana, tapi satu hal yang aku ingat aku terlah menitikkan bayi yang baru lahir kepada temen ku."kata zevanya.
"Siapa dia? Aku akan berusaha untuk mencarinya."kata zevanya.
"Dia adala....."sebelum menyelesaikan ucapannya dia sudah berteriak kesakitan.."Arghhhh, sakit."teriak wanita itu.
"Nyonya. Apa, yonya baik-baik saja?"kata zevanya. Tapi sebelum menjawab pertanyaan zevanya susternya menghampirinya.
"Nyonya sebaiknya kita kembali ke kamar Nyonya."ajak suster itu.
"Kami permisi dulu Nyonya."ucapnya kepada zevanya.
"Baiklah. "jawab zevanya.
"Siapa dia? Kenapa mukanya terlihat familiar sekali. Dan siapa yang berusaha menyingkirkan?"gumam nya bertanya tanya.
"Nyonya."panggil pria yang baru saja datang. Mengejutkan dirinya.
__ADS_1
"Ada apa?!"tanya zevanya.
"Nyonya anda di panggil oleh tuan muda."ucap pria itu.
"Ada apa dia manggil ku?!"tanya zevanya.
"Saya tidak tau nyonya?"kata pria itu.
"CK," Lalu pergi meninggalkan taman itu.saat sudah sampai di ruangan suaminya.
Zevaynya berkata dengan ketus. " Ada apa?"
"Apa kau tidak lupa. Bahwa Oma terlah mengatakan, bahwa kau harus menjaga ku?!"kata Zayn dengan dingin.
"Kau tidak perlu mengingatkan aku tentang itu. Karena aku tau apa yang harus aku lakukan."ucap zevanya.ketus.
"Ka Leon gimana kondisi pria itu apa dia baik-baik saja?!"kata zevanya.
Leonard, hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Makasih ka leo. Berkatmu dia baik-baik saja?"ucap zevanya.
"Ya itu memang tugasku. Sebagai dokter."ucap dokter Leon. Ada secercah sinar kesombongan pada tubuhnya.
"HM"deheman dia mengagetkan mereka.
"Ada apa?!"ucapnya dengan ketus
Zayn merasa kikuk, saat mendengar suara ketus, zevanya. Entah kenapa ia sangat cemburu melihat kedekatan zevanya dengan dokter klowor. Dan kenapa juga ia harus takut kepada zevanya.
"Ya sudah kalau gitu, dokter zeva. Tuan zayn, saya permisi dulu karena masih ada pasien yang harus aku tangani."kata dokter Leon. Berlalu pergi dari hadapan mereka.setelah kepergian dokter Leon. Zevanya, merebahkan tubuhnya di sofa. Tanpa menghiraukan ada suaminya yang sedang komat-kamit.
*****
Di sudut rumah terdapat seorang wanita dan pria. Mereka sedang membicarakan sesuatu.
"Gimana kondisi cucu dan cucu mantuku? Apa sudah ada perubahan."kata nyonya Anna.ya wanita itu adalah Oma Anna dan asistennya David.
"Masih belum ada perubahan tentang mereka."kata David.
"Kalau gitu kau tahan dulu mereka di sana, aku ingin dia bersatu."ucapnya.
"Nyonya ada kabar baik!"kata David.
"Apa itu?!"katanya.dengan penasaran.
"Dia terlah kembali."ucap David
"Siapa?!"ucap Oma Anna
"Dia......"
...----------------...
SAKSIKAN TERUS KELANJUTAN CERITA BELENGGU CINTA BALAS DENDAM..
__ADS_1
DAN JANGAN LUPA UNTUK LIKE END KOMEN DI BAWAH SINI.
...TERIMA KASIH...