![BELENGGU CINTA [ BALAS DENDAM ]](https://asset.asean.biz.id/belenggu-cinta---balas-dendam--.webp)
Saat sudah sampai di rumah sakit banyak pasang mata yang melihat kecantikan nyonya fara. Tapi dia tidak memperdulikan. Banyak yang berdecak kagum dengan wanita itu, ada juga yang merasa aneh dengannya.
"Bukannya. Nyonya besar Anin sudah meninggal dua puluh tahun yang lalu?"ucap si A
"Masa sih?"ucap Si C.
"Apa kamu ga kenal sama keluarga anderson. Pengusaha tersukses di dunia. Bahkan ketiga perusahaan terbesar, di gabungkan menjadi satu"kata si H.
"Wah, beruntung banget pasti yang menjadi pewarisnya?"ucap si C
Masih banyak lagi yang membicarakan tentang keluarga anderson. Tapi mereka hanya cuek saja karena mereka tidak ingin mencari keributan. Namun saat dia akan masuk ke ruang rawat Erlangga, fara di kejutkan dengan teriakan seorang wanita.
"Suara itu, kenapa suara itu sangat familiar?"batinnya.
Ia pun, berkata kepada ibunya. Untuk pergi duluan, karena ia harus ke toilet dulu.
Ia, pun menganggukkan kepalanya.
Fara lalu berpamitan kepada ibunya, dan ia berlalu pergi dari hadapan ibu, adik dan bibi Risma. Namun ia bukan pergi ke toilet, melainkan ia pergi ke ruang di mana ada seorang wanita yang sedang berteriak-teriak. Saat dia akan membuka pintu ruang ia di cegat oleh seorang.
"Nyonya sebaiknya, Nyonya jangan masuk? Karena wanita itu sangat berbahaya."ucap sang suster.
Fara. Lalu berkata kepada suster. "Memang siapa dia sus?" Karena ia sangat penasaran dengan sosok wanita di dalam.
Sang suster, pun menjelaskan tentang wanita di dalam. Dari cerita yang beredar wanita itu adalah seorang korban kecelakaan pesawat, namun ada juga yang mengatakan kalau wanita itu kecelakaan mobil. Karena sang suster juga tidak mengetahui berita Riel nya.
Fara kembali berkata, "sejak kapan wanita di dalam seperti itu?"
Saat suster akan menjawab, sudah terlebih dulu dengan suara dering ponsel Fara.
"Ya hallo."
"-------"
"Baik aku akan kesana"
"----"
Sambungan telepon pun terlah terputus kala terlah menyelesaikan, pembicaraan nya.
"Ya udah terima kasih ya sus, kalau gitu aku pergi dulu."kata nyonya Fara.
"Iya, nyonya."
Lalu di berjalan menuju ke ruang rawat ponakannya. Saat dia di depan pintu kamar rawat ponakannya dia membuka pintu secara perlahan. Dan dia melihat jelas wajah putra dari saudarinya.
"Hai. Putra bunda apa kau sudah baikan?"Ucap wanita itu dengan lembut.
"Mamah."Panggilannya Secara pelan. Dengan perlahan ia turun dari ranjang rumah sakit. Tapi saat ia akan turun ia di cegah olehnya.
"Anak bunda. Mau apa HM?"ucapnya.
"Mamah. Zaza kangen sama mamah."ucapnya dengan lirihnya.
"Jadi Zaza kangen sama mamah?"kata Fara.
__ADS_1
Zayn pun menganggukkan kepalanya.
Fara, lalu mendekati Zayn lalu merentangkan kedua tangannya. "Apa Zaza mau di peluk?"
Tanpa penolakan dia langsung memeluk mamahnya. Dan luluh sudah air matanya mengalir, yang sejak tadi dia tahan. Saat mendapatkan pelukan hangat dari anak saudarinya. Ia sangat tau bahwa ponakannya sangat merindukan kasih sayang dari seorang ibu. Setelah berapa saat dia melepaskan pelukannya. Orang-orang yang berada di situ hanya bisa menyaksikan saja. Apa yang dia liat, bahkan ada juga yang meneteskan air matanya.
Semua orang merasa terkejut, saat mendengar suara lembut Zayn. Bahkan mereka tidak ada yang percaya kalau suara Zayn begitu lembut.
Lalu Oma leanna, menjelaskan siapa sosok wanita itu. Karena ia tidak ingin Zayn memanggil'nya dengan sebutan mamah anindita.
Zayn pun langsung menatap wajah wanita itu. Yang begitu mirip dengan mamah'nya.
Fara, kembali memeluk Zayn dengan sangat erat, dan ia berkata. "Zay. Boleh ko, memanggil aku dengan sebutan bunda."
"Jadi, kau tante fara. Yang sering di ucapkan oleh oma?"Ucap Zayn.
Fara pun menganggukkan kepalanya saja.
"Walaupun kau, saudara kembar ibuku. Tapi kau tidak menggantikan posisi ibuku!!."Ucapnya kembali menjadi dingin. Ia berkata seperti itu,. karena ia sangat merindukan mamah'nya.
"Zay. Bunda tau, kau tidak mau menerima Tante dengan sebutan bunda. Tapi apa kau tidak ingin mendengar cerita bunda?"Kata Fara. Namun yang di tanya hanya diam saja. Dan ia menghela nafas panjangnya sebelum melanjutkan ucapannya. "Zay. Apa kau ingin mendengar cerita dari bunda. Jika kau ingin mendengar nya, Bunda akan menceritakan nya. Diam mu menjawab ia." kata Fara.
"Saat itu aku..."
...*FLASHBACK ON*...
Seorang wanita yang sedang berjalan dengan satu temannya. Tanpa sengaja ia menabrak seorang wanita hamil. Dan untungnya wanita itu tidak terjatuh.
"Maaf-maaf saya tidak sengaja."kata wanita hamil itu.
Dan Fara memberikan barang belanjaan itu kepada orang yang ia tabrak. Tapi saat itu,. tatapan mereka bertemu dan 'DEG' Jantung mereka berdebar dengan sangat keras.
Fara yang terkejut langsung berkata. " Nona kau?"
Temennya Fara, sama halnya terkejut. Saat melihat dua orang yang sangat mirip, di depannya. Seakan-akan seperti pinang di belah dua. Valsena yang merasa syok dengan tak sadar ia berucap. "Astaga kenapa kalian sangat mirip?"
"Apa kalian kembar?"Sambungnya. Bukannya mendapatkan jawabannya dia palah mendapatkan tatapan tajam nya.
"Maaf nona, kalau gitu saya permisi."Ucap wanita hamil. Yang tak lain adalah Anindita.
Tapi sebelum Bener-bener pergi, Fara langsung mencegah Anindita. Dan ia minta kontak telepon Anindita.
Dengan senang hati, Anindita memberikan kontak teleponnya.
"Ya sudah kalau gitu aku pergi dulu."Ucapnya. Setelah melihat kepergian wanita hamil itu.
Valsena, langsung menanyakan bertubi-tubi pertanyaan. Apa dia saudara kembar kamu? Kenapa kau dan dia sangat mirip? Dan Jika kalian bener saudara kembar, kenapa kalian tidak saling kenal?"
Fara hanya mengabaikan, ocehan sahabatnya. Yang terkesan seperti burung beo.
Dan karena merasa di acuhkan oleh Fara ia berteriak kepada Fara. "Far!! Kamu mendengarkan aku ngomong ga sih?"
Fara hanya mengangkat bahunya acuh tak acuh. Karena ia sangat lelah jika harus menanggapi pertanyaan si cerewet.
Tanpa menunggu sahabatnya, ia meninggalkannya. Ia ingin cepat-cepat sampai di rumahnya.
__ADS_1
Saat sudah sampai di rumahnya, ia mencari keberadaan ibunya. Karena tidak menemukan ibunya, ia mencari ke arah dapur.
"Ibu."Panggil wanita itu.
"Iya far. Apa kau mencari ibu?"Kata nyonya Anna.
Fara lalu menatap ibunya dengan serius. "Ibu. Bolehkah Fara bertanya sesuatu?"Tanya Fara. Dengan serius.
Melihat anaknya ingin bicara dengan serius. Ia lalu menghentikan acara memasaknya. Dan mematikan kompornya, Setelah semuanya beres. Ia mengajak Fara duduk di kursi makan. "Kamu ingin bicara apa far?!"tanya Nyonya Anna.
"Tapi inu janji,. harus berbicara dengan jujur?!"katanya.
Oma leanna pun menjadi sangat penasaran dengan apa yang akan di bicarakan oleh anaknya itu. Lalu ia pun menuju'i nya.
"Ibu. Apa aku memiliki sodara kembar?" Kata Fara.
*DEG* Perkataan anaknya membuat ia merasakan sakit di dadanya. Mungin ini adalah waktunya yang tepat untuk menceritakan nya. Kepada anaknya.
Mengerti apa yang ibu nya pikirkan. " Jika ibu belum siap menceritakan semuanya tak papa,. Fara paham ko."
"Ibu akan menceritakan kepada mu. Dan mungkin ini sudah saatnya kau harus tau."kata nyonya Anna. Lalu dia menceritakan tentang apa yang terjadi kepada keluarga dan mengharuskan ia berpisah dengan suami dan anak pertamanya.
"Ja-jadi bener dia adalah sodara kembar ku."Guman'nya.
"Siapa?!"kata nyonya Anna.
"Bukan siapa-siapa ko bu. Sebaiknya aku ke kamar dulu ya Bu."kata Fara.
Setelah pertemuan waktu itu dan mengetahuinya bahwa dia memiliki saudari kembar, Fara dan Anin sering melakukan pertemuan dengan diam-diam. Bahkan mereka sering menghabiskan waktu bersama dengannya. Ia juga sering mengantar saudarinya untuk cek up. Karena ia ingin melihat kondisi ponakannya.dan sejak dia menikah dia tidak bisa bertemu lagi.
...*FLASHBACK OFF*...
"Bunda sangat menyayangi kamu sejak kau ada dalam perut mamah kamu. Bahkan saat mamah kamu sedang ngidam, bunda lah yang selalu kesusahan mencari permintaan mamah kamu. Dan saat mamah kamu menikah lagi dengan pria yang sangat mencintainya. Bunda sangat bahagia karena mamah kamu mendapatkan kebahagiaan yang dia dapat. Tapi sejak saat itu kami jarang berkomunikasi satu sama lain, bahkan saat bunda menikah. Mamah kamu tidak datang, dan saat itu bunda terus mencari informasi mengenai mamah kamu."ucap Fara sambil menitikkan air matanya.
"Dan mah kamu sering datang di mimpi bunda. "Kata nyonya Fara.
"Mimpi, apa?!"Tanya.
Fara menceritakan tentang mimpi yang sering terjadi akhir-akhir ini. Dan dia juga berpesan agar menjaga anaknya.
Dan akhirnya Fara bisa bertemu dengan Zayn. karena sesuai janji'nya kepada Anindita, ia akan menjaga dan membimbing anaknya.
"Mau kah kau manggil aku dengan sebutan bunda?!"tanya Fara.
"Ehm."ucap zayn.
Fara yang mendengar nya merasa bahagia, walaupun Zayn masih terkesan dingin. Dengan ucapan Zayn ia merasa bahagia.
"Kau...."
...----------------...
SAKSIKAN TERUS KELANJUTAN CERITA BELENGGU CINTA BALAS DENDAM.
DAN JANGAN LUPA LIKE END KOMEN DI BAWAH SINI..
__ADS_1
...*TERIMA KASIH*...