BELENGGU CINTA [ BALAS DENDAM ]

BELENGGU CINTA [ BALAS DENDAM ]
BAB 11


__ADS_3

...((*MASIH FLASHBACK*))...


Seorang pria paruh baya. Yang habis pulang dari kantornya, tanpa sengaja. Ia melihat seorang wanita yang tergeletak di pinggir jalan dengan luka yang cukup parah, lalu ia membawa wanita itu ke rumah sakit dengan di bantu oleh asisten pribadi nya. Dan disinilah mereka berada di sebuah rumah sakit ternama.


Pria paruh baya yang menolong, wanita yang tergeletak di jalan. Merasa khawatir, entah apa yang ia rasakan.


Setelah sang dokter keluar pria paru baya langsung bertanya tentang kondisi, wanita itu.


Dokter ibrahim. Yang tau kalau,pria di depannya adalah. Tuan Anderson, langsung menjawab pertanyaan nya. Tentang kondisi wanita yang di bawa,oleh tuannya."Maaf, tuan kondisi wanita itu cukup parah. Karena, benturan di kepalanya yang sangat keras,"Dokter itu menjeda ucapnya sebelum melanjutkan perkataannya. "Dan. Wanita itu baru saja kehilangan janinnya."Dokter berkata kepada tuan Anderson.


' DEG,' Bagaikan sebuah meteor menghantam dirinya. Saat mengetahui, kalau wanita itu kehilangan janinnya. Entah kenapa, hatinya begitu sakit. Sedih dan ada rasa sesak di hatinya.


"Boleh aku menjenguk nya.?" Tuan Anderson berkata kepada dokter yang menangani wanita itu.


"Silakan tuan. Kalau gitu, saya permisi dulu." Dokter itu mempersilakan tuanya untuk melihat wanita itu.


Tanpa berlama-lama ia masuk ke dalam ruang rawat wanita yang di tolong'nya. Dengan pelan ia mendekati ranjang yang berisi wanita yang sedang tertidur, dengan selang infus dan berapa alat medis lainnya,yang terpasang. Di sekitar tubuhnya. Entah kenapa. Wanita yang sedang tertidur mirip sekali dengan seseorang.


"Tuan,kenapa. Wanita ini sangat mirip sekali dengan Nyonya lea.?"Ucap sang asisten'nya.


Sebelum, menyelesaikan ucapannya,sudah lebih dulu terkena. Tatapan tajam dari tuannya.


Ia, sangat marah. Saat tau asisten nya, menyebut wanita yang selama ini begitu ia benci. Karena dia, tega meninggalkan, keluarga nya demi pria lain.


Asisten,yang merasa bersalah hanya bisa menundukkan kepalanya. Namun ia menyarankan agar tuan dan wanita itu melakukan tes DNA.


Tuan Anderson, mengerutkan keningnya,tidak mengerti apa yang asisten nya ucapkan. "Apa maksud mu.?"tuan Anderson berkata kepada asisten nya.


Lalu asisten nya, menjelaskan,kepada tuannya tentang, kecurigaan'nya. Bahwa, kemungkinan besar kalau wanita di depannya. Adalah nona muda yang selama ini menghilang.


Tuan Anderson, mencerna apa yang di katakan oleh asisten nya. Memang benar si, kalau wanita yang di depannya. Sangat mirip dengan mantan istrinya. "Kalau,gitu kau yang mempersiapkan semuanya. Aku akan tunggu hasilnya."


"Baik, tuan."ucapnya.


**


Satu Minggu terlah berlalu, saat ini mereka sedang menunggu hasil tes DNA tuanya. Ya setelah percakapan mereka tempo hari. Akhirnya tuanya mau melakukan tes DNA, dengan wanita yang ada di depannya.


"Dok. Gimana?,Apa hasil tes nya cocok.?!"tuan Anderson bertanya kepada, dokter dengan suara yang tidak sabaran. Karena ia ingin mengetahui,apa benar dia adalah anak yang selama ini ia rindukan.


"Dari hasil tes. Mengatakan,bahwa 99% nyonya Anindita adalah anak kandung dari tuan Alexander Michael Anderson."Katanya sambil memberikan selembar kertas.Kepada Alexander, lalu ia pun membaca dengan teliti hasil pemeriksaannya.


Tuan Michael. Tidak bisa berkata apa-apa lagi,karena ia begitu bahagia melihat hasil tes DNA yang mengatakan. Bahwa wanita yang di tolong'nya adalah putri nya.


"Lalu, gimana dengan kondisi putriku dok.?!"kata Alexander.


"Nona Anin.Sudah keluar dari masa kritisnya."ucap dokter.

__ADS_1


Ia, langsung pergi ke ruang rawat putrinya. Karena ia begitu bahagia, bisa melihat anaknya kembali,"Sayang, putri kecil ayah.Ayah sangat bahagia bisa melihat mu kembali. Dan maafkan ayah yang selama ini lalai menjagamu."gumamnya.sambil meneteskan air matanya.


"Apa kau tau. Selama ini ayah selalu mencari keberadaan putri ayah ini. Kau adalah jantung hati ayah. Setelah ibu kamu pergi meninggalkan ayah. Mungkin nanti kau juga bakalan marah setelah kamu sadar. Karena ayah tidak bisa menjaga mu dengan baik. Tapi mengertilah bahwa ayah sangat sayang banget sama putri ayah." Sambungnya, tanpa sadar wanita yang sedang berbaring mendengar semua apa yang Michael bicarakan.


"Ay-ayah."ucap lirih.


"Iya sayang,kau ingin apa. Apa kau haus.?"Tanyanya.Ia tidak sadar, kalau wanita itu memanggil'nya dengan sebutan Ayah. Tapi setelah berapa detik ia tersadar bahwa wanita itu manggil dengan sebutan ayah.


"Sayang. Apa bener tadi kamu manggil aku dengan sebutan ayah.?"ucapnya memastikan bahwa yang dia denger tidak salah.


"Ayah tidak salah dengar. Dan aku juga sudah mendengar apa yang ayah katakan."ucap Anindita. Anindita sangat bahagia bisa melihat sosok sang ayah. Yang selama ini merindukan sosok sang ayah.


"Sayang putri ayah. Makasih kau mau manggil aku dengan sebutan ayah."


Anindita hanya menganggukkan kepalanya saja,lalu ia meraba perut. Mengerti apa yang ada di pikiran putrinya,lalu ia berkata. "Maaf sayang. Anak di dalam kandungan kamu tidak bisa di selamatkan."ucapnya terpotong.


"Engga yah.Ini ga mungkin,ga mungkin aku harus kehilangan untuk ke sekian kalinya.?!"Teriak histeris.


Lalu sang dokter masuk dan menenangkan mereka.


"Nona.Nona tenang dulu ya, kami akan memberi tau bahwa kandungan Nona muda baik-baik saja."ucap salah satu dokter wanita.


"Apa maksudmu dok. Bukannya tadi ayahku mengatakan bahwa, anak yang ku kandung tidak. Selamat.?"ucap Anindita, yang tidak mengerti apa yamg di katakan oleh dokter.


"Yang di katakan oleh tuan besar memang benar adanya. Tapi Nyonya harus tau bahwa di dalam kandungan nona masih ada dua janin lagi."Ucap dokter wanita. Perkataan dokter itu mengagetkan mereka semua yang ada di situ.


Anindita,tidak bisa berkata apa-apa lagi. Entah ini kabar baik atau kabar buruk. Kabar baiknya ia masih ada dua janin di dalam perutnya. Kabar buruknya ia harus kehilangan dua janin lainnya,tapi ia masih bersyukur karena Tuhan masih mempercayakan kepada nya untuk menjaga buah hati nya.yang lain.


"Terima kasih dok. Terlah menyelamatkan dua janin ku."Anindita berkata dengan nada sedih.


"Nona tidak perlu berterima kasih kepada ku.Ini sudah menjadi kewajiban kami sebagai seorang dokter. "kata dokter wanita.dengan sopan.


"Kalau gitu kami permisi nona. Tuan."ucapnya lagi.


**


Setelah berapa hari di rawat di rumah sakit. Akhirnya Anindita di perbolehkan pulang. Dan keada'nya juga sudah lebih baik. "Ayah kita mau kemana.?"tanya anindita. Setelah mereka sudah berada di mobilnya.


"Kita,akan pulang ke rumah utama. Karena ayah akan mengenalkan kamu sama opa. Dan Oma kamu."ucapnya.


berapa saat akhirnya mereka nyampai di halaman mansion mewah. Yang terdapat taman bunga yang indah dan ada sebuah air mancur yang begitu besar.


Anindita. Yang melihat rumah begitu besar dan sangat indah.lalu ia langsung bertanya kepada nya."Ayah. Apa ini rumah ayah.?"Anindita tak menyangka. Kalau ayah'nya memiliki rumah bak seperti istana.


"Iya sayang ini rumah ayah. Yang akan menjadi rumah mu."kata, taun Michael.


Lalu. Michael menyuruh anaknya,keluar dari mobilnya.

__ADS_1


"Ya udah sekarang kita masuk ya.?"kata taun Michael. Sambil menuntun putrinya masuk ke dalam rumahnya. Saat mereka sampai di ruang tamu ia di hadang oleh sosok wanita yang sudah renta. Dengan tatap tajam dan muka garangnya.


"Michael,siapa dia.?"tanya wanita itu.


"Dia adalah.Putriku mah,putri yang selama ini hilang."kata Michael kepada wanita tua itu yang tak lain adalah ibunya.


"Apa dia Valencia, cucuku yang terlah hilang."kata nyonya Anderson.


"Iya mah. Dia adalah Valencia,yang sekarang namanya adalah Anindita."ucapnya.


"Valen cucuku. Bolehkah Oma memeluk mu.?"ucap nyonya anderson. Namun dia hanya menganggukkan kepalanya saja. Jujur dia masih canggung dengan keluarga barunya.


Dengan, bahagia. Mereka semua merayakan kembalinya sang penerus keluarga Anderson.


...((*FLASHBACK OFF*))...


Setelah kendra menceritakan. Tentang masa lalu Nyonya Anindita, semua orang terdiam,tidak ada yang berkata apa-apa.


Nyonya anna. Tidak menyangka kalau, putrinya hidup dengan penderitaan,dan karena mereka juga, ia harus kehilangan cucunya."Gara-gara. Mereka putriku harus kehilangan anaknya, bener-bener keluarga biadab."ucap Nyonya Anna. Dengan menggebu-gebu.


"Nyonya sebaiknya kita harus segera mendapatkan pendonor untuk tuan muda. Karena waktu kita,sudah tidak banyak lagi."kata dokter Malik setelah mengecek kondisi tuan muda nya.


"Jika itu jalan satu-satunya. Aku akan meminta bantuan kepada pria itu,David kita harus kesana sekarang."Ucap leanna dengan dingin.


Walaupun,dia begitu marah kepadanya,tapi keselamatan cucunya lebih penting. Dari pada rasa kebencian kepada keluarga Fernandez.


"Baik nyonya."kata david.lalu mengikuti nyonya nya pergi.


Zevanya,yang sejak tadi di tempat itu merasa sedikit terkejut. Pasalnya ia belum mengetahui kalau Anindita adalah istri dari tuan William. Dan ia pun meminta ijin kepada dokter, untuk menjenguk suaminya.


Sebenarnya. Kendra melarang zevanya berkunjung, karena kondisi zevanya yang belum stabil.


Tapi.Zevanya kekeh ingin menjenguk nya.


"HM,baiklah nyonya. Kalau nyonya memaksa."kata dokter Malik.setelah mendapatkan isyarat dari asisten dari tuannya. Ia mengijinkan Nyonya nya untuk menjenguk suaminya.


Lalu zevanya, masuk ke ruang rawat suaminya. Dan di sini dia berada dengan suaminya. Hanya ada mereka berdua, ia berkata "Hai zay. Apa kau tau bahwa aku ter...."


...----------------...


SAKSIKAN TERUS KELANJUTAN CERITA BELENGGU CINTA BALAS DENDAM.


JANGAN LUPA LIKE END KOMEN DI BAWAH SINI.


MAAF CERITANYA MEMBINGUNGKAN. SOALNYA BARU PERTAMA. DAN MOHON KASIH SARANNYA.


...((*TERIMA KASIH*))...

__ADS_1


__ADS_2