Benih Tuan Muda

Benih Tuan Muda
Gugup


__ADS_3

Keesokan harinya, Edgar berkunjung ke Apartemen, ia ingin mengajak Laras untuk ketemu sang oma.


Awalnya Laras menolak ajakan tersebut, karena ia takut Oma Risma tak bisa menerima nya dengan baik. Mengingat status sosial mereka yang jauh berbeda.


Tapi karena Edgar terus memaksa, akhirnya Laras bersedia.


*


''Sudah, kamu yang tenang Sayang. Semua akan baik-baik saja,'' ucap Edgar meyakinkan, senyum simpul terbit di wajah tampannya. Saat ini dia dan Laras sudah berada di mobil, mobil melaju di jalan raya menuju kediaman Edgar yang mewah.


''Aku tak bisa tenang sekarang. Berita tentang putusnya hubungan kamu dan Kartika sedang trending topik di sosial media serta di gosip-gosip televisi, aku takut disalahkan oleh orang-orang, mereka pasti berpikir aku lah yang menyebabkan berakhirnya hubungan kalian.'' Laras menjeda.


Lalu ia berucap lagi.


''Dan Oma, aku tahu, Oma begitu menyayangi Kartika. Aku dan Kartika, ah... Sungguh tak sebanding. Aku heran, hal apa yang membuat kamu lebih memilih aku di bandingkan Kartika yang lebih unggul dalam segala hal,'' kata Laras lesu, ia membuang napas panjang.


''Apapun yang terjadi, aku akan melindungi mu. Kita akan tetap sama-sama terus demi anak yang ada dikandungan mu. Jangan katakan apapun lagi, aku mencintaimu tanpa syarat, rasa cinta itu tumbuh begitu saja tanpa aku pinta dan tanpa bisa aku cegah. Percayalah,'' jelas Edgar, ia membelai lembut pucuk kepala Laras. Setelah itu tangan nya berangsur ke bawah, membelai perut Laras yang masih datar.

__ADS_1


*


Mobil sudah berhenti di depan teras.


Turun Edgar lebih dulu, setelah itu ia berjalan cepat memutari mobil membuka pintu untuk Laras.


Beberapa pelayan yang lagi bekerja membersihkan halaman rumah merasa penasaran siapakah wanita beruntung yang bisa berada satu mobil dengan Edgar, pun yang mereka ketahui, wanita itu adalah kekasih baru Edgar, wanita yang telah berhasil merebut Edgar dari Kartika.


Tadi malam, salah satu pelayan berhasil menguping pembicaraan Risma dan Edgar, gosip tentang adanya orang ketiga di antara Edgar dan Kartika sudah tersebar luas di kalangan para pelayan di rumah itu.


''Iya, pasti cantik, kaya raya, dan pinter. Pokoknya sepadan lah sama Tuan Muda kita yang tampan,''


Dua orang pelayan saling berbisik-bisik, tangan mereka memegang sapu lidi, tapi mata mereka tertuju ke arah mobil.


Dada mereka berdebar-debar karena sudah tidak sabar lagi ingin melihat seperti apa wajah kekasih baru sang tuan.


''Tarik nafas dalam-dalam lalu hembuskan perlahan,'' Edgar memberi solusi ketika Laras mengatakan dirinya begitu gugup.

__ADS_1


Laras menuruti saran Edgar.


Pintu mobil sudah terbuka, sebelah tangan Edgar memegang tangan Laras, mereka terlihat seperti pasangan yang begitu romantis. Edgar sangat-sangat menjaga Laras.


''Sudah?'' tanya Edgar.


''Ehm,'' Laras mengangguk.


"Kalau begitu turun lah Sayangku, kalau kamu belum mau juga turun dari mobil, maka calon suami mu ini akan menggendong tubuh mu hingga sampai kehadapan Oma,'' tutur Edgar tersenyum jahil.


Laras menepuk keras bahu Edgar hingga Edgar mengaduh kesakitan. Kekasihnya itu paling bisa membuat wajahnya memerah karena salah tingkah.


"Ayolah Laras. Kamu pasti bisa membuat Oma Risma menerima mu. Tapi... Apakah kisah cintaku akan berakhir bahagia? Seperti kisah cinta di dongeng-dongeng, kisah cinta antara upik abu dan pengeran?'' gumam Laras di dalam hati.


Bersambung.


Yok ramaikan yuk, biar aku makin semangat ngetiknya.

__ADS_1


__ADS_2