
Sesampainya dibutik aulia disambut oleh tumpukan kertas yang sudah siap untuk ia teliti dan tanda tangani.
Karena keasyikan bekerja aulia sampai tak menyadari kalau ini sudah waktunya ia untuk pulang karena harus menjemput putrinya.
Kalau saja tak ditelphon oleh gurunya untuk segera menjemput tentu saja aulia tak sadar.
Dan ia segera membereskan mejanya,akan membawa beberapa dokumen yang belum selesai ia kerjakan untuk dikerjakan dirumah bila sempat.
Setelah sampai diparkiran ia segera masuk kekursi kemudi dan menjalankan mobilnya.
Ketika dalam perjalanan menjemput putrinya,farhat mengabarkan melalui aplikasi berwarna hijau kalau ia akan pulang telat karena ia akan mampir kerumah bundanya untuk meminta restu bundanya sekaligus meminta bundanya untuk mencari barang barang seserahan yang akan ia berikan ke sofia.
Dan itu membuat hati aulia tercabik cabik,itu sangat menyakitkan.Sehingga ia tak membalas pesan farhat,
"kenapa sesakit ini ya allah" tangis aulia sambil menepuk nepuk dadanya dengan tangan kirinya karena tangan kanannya untuk memegang setir.,
__ADS_1
Aulia menepikan mobilnya sebentar untul menenangkan diri,setelah dirasa cukup ia melanjutkan lagi perjalanan kesekolah anaknya.
Setelah sampai ia tak langsung turun melainkan ia bercermin untuk melihat wajahnya,dan memberi tetes mata agar tak terlihat kalau dia habis menangis supaya putrinya tak banyak tanya,baru kemudian ia turun ketika dilihat matanya sudah normal.
Dan segera menghampiri putrinya dan mengajaknya pulang tapi sebelumnya ia berpamitan dan memgucapkan terima kasih kegurunya serta permohonan maaf karena telat menjemput.
***
Sesampainya dirumah ia dikejutkan oleh keberadaan suaminya farhat yang duduk lesu dengan wajah yang sulit untuk dijelaskan.
"kok ayah sudah dirumah,kata bunda,ayah pulang kerumah eyang dulu," celoteh putrinya
Dan itu mewakili rasa penasaran aulia,tapi tentu aulia ogah untuk bertanya,menyapanya pun ogah,jadi ia pura pura tak peduli
"iya ayah tadi udah pulang kerumah eyang terlebih dulu,tapi karena eyang lagi sibuk ya udah ayah tinggal pulang aja,untuk menemani putri ayah yang cantik ini belajar serta menemani bundanya yang dari kemarin ngambeek ke ayah" jawab farhat menyindir aulia sambil meliriknya
__ADS_1
Namun aulia tak terpancing sama sekali,aulia tetap melanjutkan masuk kerumah,melenggang dengan cueek.
"habis ayah kemarin pergi gak ngabarin bunda sih,jadi ghilfana pulang paling akhir karena bunda gak tahu kalau ayah gak bisa jemput ghilfana,ayahkemarin pergi kemana sih,??"
Farhat terkejut dengan jawaban putrinya dan ia menepuk keningnya,kenapa ia kemarin tak mengabari aulia kalau ia pergi keluar kota sehingga tak bisa menjemput putrinya,bodoh banget sih dirinya ini,pelupanya kumat.
Pantas saja istrinya dari bangun tidur hanya menampilkan wajah datarnya...Ia harus minta maaf dan minta tolong keistrinya untuk bicara kebundanya supaya membeti restu untuk dirinya dan sofia nikah.
"ayah kemarin pergi menemani tante sofia membagi undangan kesaudara saudaranya" jawab farhat tanpa menutupi
"tante sofia itu siapanya ayah,kenapa harus ayah yang menemani,?memangnya tante sofia gak punya ayah?" tanya ghilfana polos
Farhat tak bisa menjawab pertanyaan sang putri,ia tak tahu harus menjawab seperti apa,karena ia takut salah menjawab,,
Bundanya saja tak mau merestui gimana nanti dengan putrinya,karena putrinya itu paling susah dekat dengan orang baru.
__ADS_1
Farhat menggaruk tengkuknya yang tak gatal karena bingung.