
Setela anaknya selesai makan dan mengantarkan kekamarnya aulia turun lagi kebawah dan duduk diruang tamu sambil nungguin sang suami pulang.
Tak berapa lama terdenggar suara mobil memasuki halaman rumahnya
Ia yakin kalau itu suaminya dan terbukti dengan sosoknya yang begitu masuk dengan wajah sarat akan kekhawatiran yang dalam melihat aulia yang berdiri sambil bersedekap
Farhat bernafas dengan pendek pendek dan keringat mengaliri pelipisnya yang merasakan khawatir dan gugup secara bersamaan
"dijalan tadi macet yang dan aku tadi mampir beli puding kesukaan ghilfana dulu" farhat menjelaskan meskipun sang istri hanya memandangnya datar
Masih berdiri didepan sang istri meskipun hanya diam dengan pandangan
datarnya selama beberapa menit
Setelah mengambil nafas dalam dalam akhirnya aulia mengeluarkan suaranya"dari mana saja kamu mas,kamu bilang pulang telat karena pekerjaan dan nyatanya kamu pamit pulang lebih awal dari biasanya,"
Farhat hanya diam tak menjawab pertanyaan sang istri,bingung mau cari alasan seperti apa karena ketahuan bohongnya.
Karena sudah lama menunggu jawaban sang suami dan tak kunjung di jawab,akhirnya aulia pergi meninggalkan sang suami.
Tapi baru 2 langkah aulia berjalan sang suami langsung mengejar dan memeluknya dari belakang,Menumpukan dagunya pada leher sang istri yang beraroma mawar.
__ADS_1
"maaf yang..."ucapnya pelan dan rasa bersalah yang mendalam.
Dan aulia mengulang pertanyaan yang hampir sama" kamu dari mana mas,ketemu siapa??"ulangnya dengan suara pelan dan terdengar pasrah
Kemudian farhat melepas pelukannya dengan pelan..
Setelah lepas farhat membalikan aulia untuk saling berhadapan.
Farhat berdehem sebelum menjawab pertanyaan sang istri yang udah diulang dua kali"aku tadi mampir kerumah salah satu karyawanku yang bernama sofia,dia itu seorang office girls."
"lantas,apa hubungannya sehingga kamu mengunjungi kerumahnya,apa dia sakit sehingga kamu harus menjenguknya,,
"tidak..." jawab farhat disertai gelengan
"aku mau ngomong serius sama kamu yang"
Jantung aulia berdetak lebih kencang.
Saraf pendeteksi bahayanya berkerja lebih siaga.
Kepalanya sudah pusing bahkan sebelum sang suami mengutarakan maksudnya.
__ADS_1
Bukannya segera mengutarakan maksudnya,farhat malah merangkul sang istri dan mendudukannya dishofa sedangkan dia malah berlutut didepan sang istri dengan dua tanganya menggenggam tang an sang istri.
"Yang,aku minta ijin untuk menikah lagi" ucap Farhat harap harap cemas menunggu jawaban sang istri
"alasannya apa kamu mau menikah lagi mas" tanya aulia dengan santai seakan dia tidak terkejut dengan permintaan sang suami
"a a aku mencintainya yang,tapi aku juga cinta sama kamu dan ghilfana yang" ucap farhat memberanikan diri mengungkapkan alasannya
Aulia kaget dengan ucapan Farhat,mau marah dan melempar apa pun yang ada dihadapannya,termasuk suaminya yang sedang berlutut didepannya ini,tapi bukan Aulia kalau tidak bisa meyembunyikan semua amarahnya.
"boleh" jawabnya meskipun dalam hatinya menyesali apa yang telah keluar dari mulutnya
"serius yang,kamu ngijinin?" tanyanya dengan raut terkejut
apakah istrinya ini benar benar sudah tak mencintainya lagi,sehingga semudah itu memberikan ijin batin Farhat.
"iya" jawabnya datar lalu berdiri dan meninggalkan sang suami yang masih berlutut didepan sofa tanpa menolehnya
Setelahnya meninggalkan sang suami aulia pergi kedapur untuk membuatkan susu sang putri serta kopi tanpa gula untuk farhat.
Setelah menemani sang putri belajar serta menidurkannya,aulia pergi kekamar dan langsung merebahkan dirinya dan menutupnya dengan selimut.
__ADS_1
Sedangkan sang suami entah pergi kemna setelah makan,
Ia gak mau tahu dan tak mau mengajak suaminya untuk tidur seperti biasanya.