
Aulia menyuruh putrinya masuk kamar untuk mandi dan ganti baju.
lalu mereka duduk ber tiga,,bu maryam memulai pertanyaannya untuk farhat
"Anakku farhat,apakah sudah kamu pikirkan matang matang untuk menikah lagi dengan siapa calonmu itu??
" sofia bund"jawab farhat
"ya itu.."
"apakah calonmu itu tulus menerima kamu??"
"insyaallah sofia baik bund,kalau masalah hati biar itu menjadi urusan farhat,yang penting bunda merestui"
"ok,bunda akan merestui,tapi dengan syarat"
"apa itu bund"
"kamu harus adil dan bunda minta kamu supaya tak mengurangi jatah bulanan aulia,,kalau perlu kamu harus memberikan sahammu tiga puluh persen atas nama aulia,tiga puluh persen lagi atas nama ghilfana"
"tapi saham aku diperusahan kan cuma tujuh puluh persen bund,tapi tak apalah,akan aku berikan saham itu sesuai syarat bunda"
"maaf bund,apa itu gak berlebihan bund??" tanya aulia tak enak
__ADS_1
"enggak sayang,karena farhat bisa mendapat saham itu karena menikah denganmu,jadi itu udah menjadi hakmu,begitupun dengan rumah dan mobil ini serta dengan beberapa apartemen yang kalian beli sesudah menikah,,itu sudah atas nama kamu semua kan sayang??"tanya maryam memastikan
" i iya bund,,"jawab aulia,
Sebenarnya aulia tak sematre itu,karena yang penting bagi aulia adalah keutuhan rumah tangganya,namun rumah tangganya pun sudah retak semua itu disebabkan oleh suaminya dan orang ketiga dari suaminya.
Tapi ia tak menampik kalau seaungguhnya hatinya begitu senang kalau semua itu akan menjadi miliknya.
Ia akan melihat bagaimana reaksi sofia,ketika tahu kalau semua aset akan menjadi milik aulia,serta saham diperusahaan,dan itu pun hanya punya 10 persen serta gaji bulanan yang harus dibagi dengan aulia seperti biasanya.
"Apakah sofia akan tetap bertahan disampingnya atau pergi meninggalkan farhat" batin aulia dengan senyum sinis
"dan bunda juga mau bilang,kalau bunda tidak bisa memeberi apa apa untuk pernikahan kamu nanti kecuali ini" ucap bunda sambil mengambil sebuah kotak warna merah dari dalam tasnya yang isinya satu set perhiasan
"untuk seserahan yang lain silahkan kamu cari sendiri,karena bunda gak bisa" ucapnya
"ya sudah lepas..kayak anak kecil aja,padahal udah mau punya dua istri," cibir sang bunda
"habis farhat seneng banget,udah dapat restu dari bunda dibantu beliin satu set perhiasan lagi" ucap farhat senang
"tapi ingat pesan bunda kamu harus adil membagi waktunya,,kamu harus mementingkan ghilfana kalau terjadi apa apa meskipun itu waktunya kamu sama sofia" pesan bunda mengingatkan
"iya bund,farhat akan selalu menomor satukan ghilfana diatas apa pun" jawab farhat meyakinkan
__ADS_1
"ya sudah kalau gitu bunda mau kekamar cucu bunda dulu" ujarnya lalu berdiri untuk naik kekamar ghilfana, dijawab anggukan oleh aulia dan farhat
Diruang tamu hanya tinggal sofia dan farhat
"makasih ya yang,karena kamu udah mau ngomong bunda untuk merestui pernikanku dan sofia" ucap farhat
"hmmm" jawab aulia lalu beranjak kedapur untuk menyiapkan makan siang,
Dan farhat naik keatas untuk mandi,
Sehabis mandi farhat pergi keplay room untuk menemani putrinya main.
Tak lama kemudian aulia selesai masak,,sebelum makan siang dimulai aulia terlebih dulu membersihkan badannya lalu mengganti bajunya.
Dan ketika waktu makan siang tiba mereka makan siang dalam diam,karena ada sang bunda yang gak suka bersuara ketika makan kecuali suara seendok dan garpu yang beradu dengan piring.
Setelah selesai makan dan dilanjut shalat berjamaah,sang bunda pamit pulang yang diantar aulia serta anak suaminya sampai teras lalu masuk kembali kedalam rumah setelah mobil yang dikendarai mertuanya udah gak kelihatan.
"Sayang,,bobok siang yuk" ajak aulia keghilfana
"tapi pengen bobok dikamar bunda ditemani ayah sama bunda" tawar anaknya
"boleh sayang,nanti ayah dongengin ya,," jawab farhat
__ADS_1
"beneran ayah,asiik" seru ghilfana
Dan aulia hanya diam karena sudah dijawab sama suaminya,,ia masih malas bicara sama farhat meskipun sedikit.