
Setelah acara resepsi selesai..farhat dan sofia menginap dihotel selama 1 malam lalu paginya mereka pergi honeymoon.
Bohong kalau aulia tak merasakan sakit hati,saat suaminya pergi dengan perempuan lain meskipun itu sudah berstatus istri.
Tapi Ia berusaha bersikap biasa saja,berusaha kuat didepan putrinya atau pun didepan keluarga yang lain.
Tapi ketika Ia sedang sendirian maka tumpahlah tangisnya.Sesungguhnya aulia juga mempunyai sisi rapuh,Ia tak rela jika harus berbagi suami dengan wanita manapun.
Tapi mau bagaimana lagi itu semua sudah terjadi,itu semua terjadi atas ijin nya juga.
Pagi ini ketika Aulia membuka matanya,sebelum bangun ia meraba tempat tidur disebelahnya yang biasa ditemapti farhat,,Ia bersedih lagi ketika air matanya akan menetes,tiba tiba pintu diketuk.
"tok...tok....tok...bunda udah bangun belum,,.?" yah itu suara putrinya,
"Iya sayang bunda udah bangun,masuk aja nak" ujarnya sambil mendongak keatas untuk menahan air matanya yang akan jatuh
"bunda,,hari ini ghilfana pngen sarapan nasi goreng,dikasih telur dadar yg dipotong potong kayak mie?pinta sang putri
" boleh,gimana kalau kita masak bareng,,?tawar aulia
"mau bunda,ghilfana juga pengen pinter masak kayak bunda,," jawab ghilfana semangat
__ADS_1
"siap..ayoook bunda ajarin" ajak aulia
Setelah sampai didapur,mereka menyiapkan bahan bahannya,aulia memberi tugas putrinya untuk mengaduk telur,
Dan ghilfana sangat senang,karena pada akhirnya sang bunda mengizinkan dirinya membantu sang bunda masak,Selama ini ketika ia akan ikut memasak apsti sang bunda akan melarang karena takut malah bikin berantakan.
Tapi setelah mengikuti beberapa parenting tentang anak,akhirnya aulia tahu kalau menghabiskan waktu untuk memasak bersama anak di dapur ternyata baik untuk tumbuh kembangnya.
Anak bisa mengeksplorasi berbagai bahan makanan, mengasah kemampuan memasak. Bahkan, pada balita, memasak bersama bisa melatih indera peraba dan motoriknya.
Setelah selesai memasak mereka menikmati sarapan berdua.Meskipun udah beberapa hari hanya menghabiskan waktu berdua..tetep aja ghilfana tiap hari menanyakan kapan kepulangan sang ayah.
"bund..ayah kapan pulang?" tanya sang anak disela sela makannya
"mungkin beberapa hari lagi." jawaban aulia selalu sama
"beberapa hari lagi itu kapan?" putrinya ngeyel
"bunda juga gak tahu kapan tepatnya sayang" sambil menggeleng lemah aulia menjawab
"bagaima kalau bundag telpon ayah?" putrinya memberi ide
__ADS_1
"iya coba nanti ya sayang..sekarang adek habisin sarapannya lalu mandi_" belum sempat aulia meneruskan kata katanya sang anak memotong
"ganti baju seragam, berangkat sekolah,iya kan bund,,?" lanjut sang anak
"iya sayang,putri bunda pimter,gumush kan jadinya" ucap aulia sambil menoel pipi anaknya gemas
"putrinya bunda" jawab ghilfana bangga
Lalu mereka menghabiskan sarapannya dengan diam.
***
Setelah siap Aulia dan ghilfana berangkat,Aulia berangkat kekantor namun terlebih dulu mengantar sang putri kesekolahnya.
Sesampainya disekolah sang putri aulia turun untuk mengantar sang putri sampa halaman sekolah.setelah dirasa sang putri masuk ia kemudian melanjutkan perjalanannya
Setelah sampai dibutiknya Aulia langsung menuju ruangannya.Kerjaan hari gak begitu banyak jadi ia bisa sedikit santai
Bahkan ia lebih banyak santainya.Karena sebelum waktu makan siang tiba ia udah pergi meninggalkan butik untuk bertemu dengan beberapa temannya dikafe yang lumayan jauh dari tempat kerjanya.
Ia akan membahas tentang rencana liburan mereka yang akan dilaksanakan awal bulan depan.
__ADS_1