Bermain Cantik

Bermain Cantik
bab 26


__ADS_3

Malam harinya panas ghilfana sudah turun,namun ia tetap tak mau jauh dari sang bunda,sehingga mereka tidur bersama dikamar aulia.


"bund,apa ayah sudah tak sayang lagi ya sama kita,apa ayah tak kangen sama kita karena sudah ada tante sofia?" tanya ghilfana sambil menatap langit langit kamar


"kata siapa sih dek,gak mungkin kan ayah tak sayang adek,apa lagi tak kangen adek." ucap aulia sambil mengelus ngelus ubun ubun sang putri


"ayah hanya sedang sibuk,tak mungkin putri cantik ini dilupakan kan?" hibur aulia


"tapi kenapa ayah tak pulang pulang,tak menanyakan kabar adek,padahal kan adek lagi sakit bund." tanya putrinya "lagian biasanya ayah kalau pergi pasti tak pernah lupa sama adek,pasti akan tanya adek lagi apa,sudah makan belum,tapi dari kemarin kemarin ayah gak menghubungi adek" ghilfana masih terus bertanya "tapi sekarang ayah sudah lupa karena sudah punya yang baru,jadi ghilfana sudah terabaikan,swmua ini pasti karena tante sofia,ghilfana benci ayah,ghilfana hiks hiks..._"dan akhirnya tangis sang putri pecah, aulia hanya bisa menenangkan putrinya sambil terus mencium dan memeluk putrinya


" ayah pasti akan pulang sayang,pasti sesegera mungkin,adek gak usah berpikiran yang tidak tidak gitu ya,adek itu selalu yang utama dan tak kan pernah tergantikan,ingat tidak boleh benci ayah,...ok?!"aulia memberika pengertian ke putrinya dan dijawab anggukan oleh putrinya


Mungkin karena lelah karena terus memikirkan sang ayah atau mungkin karena obat penurun panasnya sehingga membutuhkan waktu lama akhirnya ghilfana tidur.


Sedangkan aulia yang memang sudah benar benar lelah karena memikirkan nasib dirinya dan putrinya kedepan akhirnya tidur setelah menelan obat tidur.


.....................


Pagi harinya ketika aulia dan ghilfana sedang menikmati sarapan bubur ayam tiba tiba terdengar salam dari depan dan suara pintu dibuka.


Mereka tahu siapa orang yang tengah masuk rumah itu dan tebakan mereka benar karena tak lama kemudian muncullah sosoknya dengan setelan kantornya


"assalammu'alaikum..." ucap farhat sambil berjalan menuju meja makan

__ADS_1


"kok gak ada yang jawab salam ayah,kalau salam itu harus dijawab hloo" ucapnya mengingatkan


"wa'alaikumussalam" jawab aulia tanpa menoleh sedangkan sang putri ghilfana pura pura tak peduli ke ayahnya.


"putri ayah yang cantik ini kenapa hanya diam aja,kenapa tak menjawab salam ayah hmmm" tanya farhat sambil mencium pipi putrinya


"habis ayah,pergi lama,gak pernah _.." ucapan ghilfana dipotong oleh farhat


"ceritanya ngambek nih sama ayah??,,ayah minta maaf ya,ayah kan sedang_" belum selesai farhat memberi jawaban keputrinya sudah dipotong juga oleh aulia


"sudah sudah,adek selesaikan sarapannya tanpa suara ya dan buat kamu mas diam dulu temeni ghilfana sarapan,aku mau keatas" potong aulia sambil beranjak dari duduknya dan naik keatas.


Aulia tak menanyakan apakah suaminya sudah sarapan atau belum,dan tak menawari minum pula.


Farhat jadi merasa tak enak karena ia pulang kerumah dengan suatu maksud yaitu minta ijin untuk menempati salah satu apartemen yang kosong untuk mertua dan istri barunya tempati.


"ya aku harus diam diam saja,aku harus segera mengambil kunci apartemen itu dan memberikan ke sofia dan ibunya,hanya untuk sementara sambil menunggu tabungan cukup untuk beli rumah baru" farhat bicara sendiri dengan suara lirih dan hanya terdengar samar samar oleh putrinya


"ayah kenapa ngomong sendiri?" tanya putrinya sambil melirik kearah ayahnya


"ah enggak,ayah hanya sedang berpikir,kenapa putri ayah ini gak senang ayahnya pulang,apa tidak kangen sama ayah,,kalau gitu biar ayah pergi lagi saja," elak farhat sambil pura pura sedih


"ayah jangan pergi lagi," teriak ghilfana sambil memeluk tangan sang ayah "ayah jangan pergi,ghilfana gak mau jauh jsuh dari ayah lagi,ghilfana kangen ayah..hiks hiks" tangis ghilfana pecah karena takut ditinggal ayahnya pergi lagi

__ADS_1


"ah yang bener sayang,tapi kenapa ayah dari tadi dicuekin,,?" tanya farhat masih pura pura sedih


"adek hanya ngambek bentar,karena ayah pergi tapi tak pernah menghubungi adek,padahal kemarin adek sakit tapi ayah gak pulang pulang,adek kangen banget sama ayah"sambil menangis ghilfana menceritakan kejadian kemarin


" apa?!adek sakit,sakit apa sayang,maafin ayah ya karena ayah terlalu sibuk_"belum selesai memberi penjelasan sudah dipotong lagi dengan suara hp dikantong celananya


"hp ayah bunyi,pasti dari tante sofia," tebak sang putfi yang tepat sasaran


"iya sayang,maaf ya,yah angkat telpon dulu,adek habisin sarapannya ok?!" ijin farhat keputrinya


"huum,tapi jangan jauh jauh dari adek,tetep disamping adek ya,adek gak mau ayah pergi lagi,," ijin dari ghilfana dengan syarat,karena takut ayahnya pergi lagi


"iya sayang," jawab nya dengan senyum dan mengelus ngelus rambut sang putri.


Kemudian ia mengangkat telponnya dan berdehem


"halo,assalammu'alaiku,ada apa sof" tanya farhat untuk istri keduanya melalui telpon


"wa'alaikumussalam,tidak ada apa apa mas,cuma mau menanyakan_"belum selesai sofia memberi tahu alasannya menelpon suaminya,farhat sudah memotong


" nanti kita sambung lagi,aku lagi sama ghilfana menemani sarapan,nie anaknya duduk disamping,anakku ini cerdas,cantik solihah pula"potong farhat,memberi kode agar tak bertanya tentang apartemen dan sofia yang tahu maksud suaminya akhirnya mengalah


"ya udah mas,salam buat ghilfana aja,aku mau beberes rumah" ucap sofia pada akhirnya

__ADS_1


"iya,ya sudah assalammu'alaikum"


"wa'alaikum salam"


__ADS_2