
Setelah sarapan Aulia segera berangkat kebutiknya.Sedangkan Ghilfana ia berangkat sekolah diantar farhat.
"ayah..nanti pulangnya ayah yang jemput ya,," pinta putrinya ketika sampai disekolah sebelum turun dari mobil
"iya sayang,buruan masuk gih..." ucap farhat memburu karena gak sabar ingin mendatangi istri keduanya untuk menuntaskan hasrat yang tertunda dari kemarin
"iya yah...assalammu'alaikum ayah" ucap putrinya sambil salim dan mencium tangan ayah nya.
"wa'alaikumussalam...." balas farhat dan segera menekan pedal gas setelah putrinya masuk kedalam sekolah.
Ia sudah tak sabar untuk segera sampai ditempat dimana istri keduanya tinggal.
Begitu sampai ia langsung menekan bell dan dibuka oleh mertuanya karena pas banget ia mau keluar
"ibu mau kemana pagi pagi gini?" tanya farhat heran karena melihat penampilan mertuanya yang berubah dan sekarang tanpa hijab syar'i seperti biasanya namun hanya mengenakan sebuah ciput yang memperlihatkan lehernya yang mngenakan kalung yang gede gede sekitar berat 20 gram 3 buah serta anting yang seperti anak muda tak lupa gelang serta cincin yang memenuhi kedua tangan dan sepuluh jarinya.Tak lupa juga tas jinjingnya.
"kamu buat ibu kaget aja..ibu mau pergi kesuatu tempat,,kenapa kok kamu kelihatan heran gitu lihat penampilan ibu,,gimana menurut kamu dengan penampilan ibu sekarang??" tanya mertuanya balik sambil memperlihatkan penampilannya kemeantunya
"bagus bu...ibu cantik,," ucap faehat berbohong supaya tak menahannya lebih lama dengan pertanyaan yang lain.
"iya dong,,ya udah ibu pergi dulu...tuh sofia didalam..masuk gih..." ucap mertuanya sambil berlalu
Farhat langsung masuk kerumah dan mengunci pintunya.
Lalu dia menghampiri istrinya yang sedang mencuci tangan setelah selesai bersih mencuci piring.
"eeh..." kaget sofia karena tiba tiba dipeluk daro belakang
"kaget ya..." tanya farhat sambil tersenyum senang melihat istrinya yang terkejut
__ADS_1
"kamu mas,bikin jantungan aja,," jawab sofia setelah tahu kalau itu suaminya
"maaf..habis kamu gemesin sih" ucap farhat sambil menciumi tengkuk istrinya
"aah masss..." reaksi sofia karena kelakuan suaminya
"mas kangen sayang..." ucap sambil tangannya menggereyangi kedua gunung kembar istrinya yang sudah ia keluarkan dari beha dan membuka kancing kemeja yang dikenakan istrinya
"masss...aahhh...." sofia merespon dengan desahanannya yang semakin membuatnya bersemangat untuk melakukan lebih.
Dan kegiatan itu pun berakhir setelah jam dinding menunjukkan pukul 09.30 Karena farhat harus bekerja.
"punyamu sungguh legit sayang..membuatku pengen terus..." ucap farhat setelah menuntaskan hasratnya yang ketiga kali dipagi ini.
"lalu kenapa kamu mau pergi mas..." tanya sofia berusaha menahan suaminya pergi
"hmmm..maksud aku bukan pergi kerja mas..tapi kenapa kamu masih mau pergi untuk menemui istri tuamu itu,..." jelas sofia sambil cemberut
"hey..aku tidak pergi untuk menemui istriku,aku pergi untuk menemui putriku,,aku harus merayu putriku agar ia mau tinggal sama kita." ucap faehat mencari alasan.karena nyatanya farhat masih begitu mencintai istri pertamanya dan tak kan pernah untuk melepasnya.
"heleh..itu hanya alasan kamu aja mas..bilang aja kalau kamu tidak rela ninggalin mbak lia..." ucap sofia sambil pura pura ngambek.
"jangan gitu dong sayang,kamu harus ngertiin aku,biar bagaimanapun aku tak bisa begitu saja untuk langsung ninggalin aulia,,apa kata orang orang nanti" jelas farhat berusaha memberi pengertian ke sofia
"iya deh iya..." sofia akhirnya mengalah
"ya udah yuk mandi bareng,,nambah satu kali lagi boleh kan,lagian kita belum pernah kan nyobain dikamar mandi,," ucap farhat menggoda istrinya dan dijawab sofia dengan anggukan malu malu.
...----------------...
__ADS_1
Pukul 10.00 Aulia ada janji bertemu dengan salah satu temannya yang juga partner kerjanya dibidang kuliner,karena selain fashion aulia juga menggemari bidang kuliner.
Makanya ia mempunya beberapa kafe di ibu kota ini yang semua itu murni dari hasilnya menabung selama mengelola butik pemberian Maryam yang telah dihadiahkan untuknya.
Dan salah satu kafe itu berada didepan apartemen miliknya yang ditinggali farhat dan istri barunya tanpa seijinnya itu.
Dan saat ini Aulia dan windi janjian ketemuan dikafe tersebut
"Hai win...udah lama nunggu,?" tanya aulia kepada windi teman sekaligus rekan kejanya dibidang kuliner
"enggak lama kok,baru aja,," ucap windi karena emang belum lama baru sekutar 5 menitan
"oh ok..gimana kabar loe selama di malaysia?"tanya aulia karena hampir 1 bulan mereka tak memberikan kabar selain laporan tentang perkembangan kafe kafe mereka.
"ya begitulah...walaupun sempat ada drama dengan mertua gue,,tapi karena suami gue kekeh untuk mengikuti kemaun gue akhirnya mertua gue ngalah dan malahan memberikan sebagian hartanya untuk suami gue." windi menceritakan tentang mertua dan suaminya
"syukurlah,,gue ikut seneng dengernya,,jangan lupa untuk menanyakan kabar mertuamu dan menjenguknya yah minimal 1 bulan sekali,." aulia mengingatkan windi sebagai temannya karena ia peduli
"iya,gue ada rencana untuk menjenguknya 1 bulan sekali,mudah mudahan Allah permudah..aamiin" harapan windi pun diamini oleh aulia
"oh iya..ngomong ngomong ada apa nih ngajakin ketemu disini,," tanya aulia penasaran
"bentar ih gue ceritain lagi..gue mau minum dulu..." ucap windi sambil melambaikan tanganya kesalah satu karyawan untuk mendekat
"iya bu windi,,eh ada bu Lia juga"" ucap salah satu karyawan bername tag rendy.
"tolong buatin coklat hangat seperti biasanya ya,," pesan windi ke waiters tersebut
"aku,,mocachino aja" ucap aulia setelahnya
__ADS_1