
Semalaman Aulia tidak bisa tidur,Ia hanya tertidur sekitar 3 jam man.Ia pura pura tidur supaya tidak diajak bicara oleh suaminya.
Bahkan ia juga tahu kalau farhat tak membutuhkan waktu lama untuk langsung masuk kealam mimpinya,,itulah lelaki seperti tak punya beban pikiran sama sekali.
Bahkan Ia tak peka,tak merasa kalau ucapan serta tindakannya telah melukai hati sang istri,,
Ia menganggap kalau apa yang ia inginkan serta ia ucapkan tak bermasalah untuk istrinya karena sang istri lebih banyak diam.
Dia gak pernah tau kalau dirinya telah melukai hati istrinya,ia tak pernah tau kalau yang ia ucapkan melukai harga diri istrinya.
Farhat berpikir setelah minta maaf ke istri nya maka masalahnya sudah beres,,bahkan dengan tak tau dirinya ia malah menambah luka sang istri, minta tolong ke istrinya untuk mendapatkan restu sang bunda.sungguh tak punya hati suaminya ini.
Hingga keesokan harinya...
Karena hari ini hari minggu,,maka Aulia sedikit santai,,Sedangkan farhat dan ghilfana masih lari lari pagi ditaman komplek.
Bahkan ia belum keluar dari kamarnya,ia masih tiduran di ranjangnya bermain hp sambil bermalas malasan.Hingga terdengar suara bell pun ia masih malas pergi kebawah untuk melihat siapakah gerangan yang bertamu pagi pagi gini geram aulia.
Dan ketika ia akan menutup kepalanya dengan selimut untuk meneruskan tidurnya kembali,bell kembali berbunyi.
Maka mau tak mau ia harus bangun untuk melihat siapakah gerangan yang bertamu pagi ini.
Dan ketika ia melihat dari CCTV ternyata tamunya adalah mertuanya,,,
__ADS_1
"ada apa bunda pagi pagi udah nyampe rumahnya" monolog aulia sambil berjalan kearah pintu gerbang untuk membuka,meskipun pake remot untuk membuka gerbangnya namun kalau bundanya yang datang tak mungkinkan ia tak menyambutnya kedepan walau dalam keadaan apa pun,kecuali sakit.
"bunda..kok tumben pagi pagi dah nyampe sini" tanya aulia heran setelah bundanya duduk disofa
"iya bunda ada perlu dengan suamimu" jawab bunda lelah
"aulia buatkan teh dulu ya bund,sambil nungguin mas farhat pulang joging" tawar aulia
"boleh," jawab bunda
Setelah selesai membuat teh dua cangkir,satu untuk bunda dan satunya lagi untuk dirinya menemani mertuanya minum sambil nungguin farhat pulang.
"oh iya tolong kamu ambil cookies dimobil bunda"ucap maryam minta tolong kemenantunya
"kenapa bunda mesti repot repot bawa cookies sih bund" tanya aulia setelah duduk kembali disamping mertuanya.
"bunda gak pernah merasa repot Ia kalau untuk menyangkut kalian" ujar maryam
"makasih ya bund,pasti aulia suka"
"Aulia,,apakah kamu benar benar ikhlas dan siap nak dimadu?" tanya maryam yang syarat akan keprihatinan
"insyaallah bund,," jawab aulia berusaha meyakinkan mertuanya.Walau ia berusaha untuk mengatakan tidak.
__ADS_1
"sungguh nak??bunda akan tetap dipihakmu meskipun kamu menolak dimadu"jelas maryam supaya menantunya itu bisa menyuarakan suara hati yang sesungguhnya
Karena maryam tahu kalau aulia sesungguhnya tengah menyembunyikan kesedihannya.Tapi ia tahu kalau menantunya itu pantang menjilat ludahnya kembali meskipun pada akhirnya itu akan membuatnya terluka.
" insyaallah bund" jawaban aulia masih sama sambil menahan air matanya supaya tidak tumpah dihadapan mertuanya
Maryam hanya menggeleng gelengkan kepala pertanda ia sudah tak bisa berkata apa apa lagi
"kalau begitu ia harus merestui farhat menikah lagi tapi dengan syarat"batin maryam,,ia harus bertindak supaya menantu serta cucunya mendapat keadilan,karena ia tak pernah tahu apa yang aksn terjadi kedepannya
Hingga kemudian terdengarlah gerbang dibuka,yang menandakan kalau anak dan cucunya sudah kembali dari jogingnya.
Dan itu terbukti dengan suara cucunya
"ada mobil eyang yah" ucap ghilfana sambil berlari masuk untuk memastikan kalau itu beneran mobil eyaangnya.
Sedangkan farhat ia hanya berfikir,untuk apakah bundanya pagi pagi kesini,apakah atas undangan istrinya karena permintaanya semalam,tapi mana mungkin istrinya mengundang bukan malah mengunjungi mertuanya.
"beneran eyang kan yah,," teriak ghilfana dipintu setelah melihat eyangnya tengah duduk dishofa sama bundanya.
"iya sayang,sini saliim saya eyang" ucap eyangnya sambil mengulurkan tangan dan tersenyum kecucunya dan dituruti cucunya.
Kemudian farhat ikut masuk dan salim kebundanya,seperti yang dilakukan putrinya.
__ADS_1
Sedangkan Aulia,,begitu melihat anak dan suaminya masuk ia bangun untuk mengambilkan minum buat keduanya.